PIK ADAKAN AUDISI GUNA MENCARI GRAND FINALIS DUTA GENRE 2017

(Kamis,15/6) - Pusat Informasi Konseling (PIK) Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya mengadakan pertemuan di Gedung DP2KBP3A Jalan Rahadi Oesman Pontianak. Guna membahas proses audisi menjadi grand finalis untuk mewakili daerah masing-masing dalam ajang pemilihan  Duta Genre 2017. Yang mana audisi tersebut akan dilaksanakan dalam waktu beberapa hari kedepan

“Kalo untuk Kab. Kubu Raya itu diadakan audisi tanggal 17 Juni sedangkan untuk kota Pontianak sendiri kemungkinan sekitar tanggal 21-22 gitu InsyaAllah. Tapi yang jelas waktu nya dekat-dekat ini, soalnya semua audisi serempak dengan daerah yang lain” Ujar Tia, salah satu panitia pemilihan grand finalis duta genre.

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, membuat para anggota PIK R/M berantusias mengikutinya. Tampak didalam ruangan, hadir sekitar 20 an para audisi dari Kab.Kubu Raya dan Kota Pontianak yang hendak akan bersaing nantinya. Masing-masing peserta audisi, memiliki motivasi yang berbeda-beda mengapa ingin ikut bergabung hingga ikut dalam ajang audisi tersebut.
Salah satu anggota PIK Baiti Jannati, sebut saja Idrus. Alasan ia ingin ikut audisi dan tertarik menjadi bagian dari genre adalah, ia termotivasi ingin membentuk PIK di daerah asalnya.

“Mula nya saya gabung di PIK Baiti Jannati dan ingin menjadi bagian dari genre itu, saya ingin mendapat ilmu. Sehingga saya termotivasi ingin membentuk PIK di daerah saya yaitu di Sui.Duri. Agar PIK yang ingin saya buat itu, bisa mewadahi anak-anak remaja yang disana.” Jelasnya.

Selain itu, Mahrozi yang juga berasal dari PIK Baiti Jannati memiliki alasan tersendiri mengapa ia bergabung di genre dan ikut dalam audisi ini. Sebagai Pemuda Pontianak ia ingin berkontribusi  dan dapat memberikan support kepada generasi-generasi selanjutnya.
Namun berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh gadis cantik dari Kab.Kubu Raya. Wanita yang bernama Gustin, memiliki tujuan ikut audisi hanya untuk menang. Tidak mengapa,  setiap orang memang memiliki tekad yang berbeda. Namun bukan bearti, kita melupakan Esensi yang ada. 

~Harem Al-Baiti


Peran Ikatan Alumni KPI, Memiliki Pengaruh yang Positive bagi Calon Alumni

IAIN- Rabu (14/6) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengadakan buka puasa bersama mahasiswa KPI beserta para alumni. Disamping itu, diadakan juga Succes Story dari alumni KPI dan Pengusaha Sukses.
Para mahasiswa turut berpartisipasi dalam acara ini, yang di adakan di lantai dasar Ma’had al-Jami’ah IAIN Pontianak. Selain mahasiswa dan alumni yang hadir, tampak Dekan FUAD bapak Samsul Hidayat juga ikut memeriahkan acara tersebut.
Beliau mengatakan bahwa baru jurusan KPI inilah, yang serius dalam melakukan ikatan alumni sehingga bisa mengumpulkan sebagian dari KPI di acara ini.

“Baru satu jurusan ini yang baru serius melakukan ikatan alumni” Ujarnya, saat memberi sambutan.

Peran dari panitia ikatan alumni sangat di apresiasi oleh Dekan FUAD. Selain diadakan buka puasa bersama, Ikatan Alumni juga melaksanakan Berbagi referensi buku yang berkaitan dengan jurusan KPI, dan berbagi ke Panti Asuhan.
Menurut bapak Samsul Hidayat, ada 2 fungsi dari ikatan alumni tersebut. Pertama, alumni sebagai fasilitator. Para alumni yang bergabung di dalam ikatan alumni memfasilitasi kebutuhan calon-calon alumni yang baru. Dan yang kedua, alumni menjadi kontributor. Penggerak dari apa yang ingin dijalankan.
Dengan demikian, harapan untuk kedepannya para ikatan alumni tetap terus menjalin silaturahmi baik itu dengan seangkatan, dosen, serta adek-adek yang masih berstatus mahasiswa.



~Harem Al-Baiti



Ketua Umum LPM Warta, Kecil-kecil Cabe Rawit

“Kecik yak budak ee, tapi otak ee cerdas mintak amponn”
Kata-kata itulah yang sering ku lotarkan dihadapan lelaki yang bernama Imam Maksum. Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini memiliki pengaruh yang amat besar bagi teman-teman sekitarnya. Meski tidak memiliki postur tubuh yang begitu tinggi, namun kecerdasan otaknya bisa mengalahi teman-teman yang lebih tinggi darinya.
Lelaki yang pernah meraih Ip 4,00 tersebut, baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak. (Minggu, 11/6)
Sedikit ku coba lotarkan beberapa pertanyaan, mengenai visi dan misi setelah ia berhasil terpilih menjadi ketua umum LPM.
Imam yang memiliki Visi dan Misi untuk meningkatkan lagi profesional jurnalistik., harus memutar balik otak agar lpm kampus mampu menjalankan fungsinya sebagai pemberi informasi yang berimbang. Selain itu, lelaki yang baru menginjak usia 19 Tahun ini juga sangat ingin meningkatkan kualitas bakat-bakat mahasiswa yang bergelut di jurnalis kampus.
Tidak heran jika ia bisa menjabat sebagai ketua umum, sosok yang sangat akrab disapa Imam memang memiliki tekad yang begitu tinggi. Dalam keseharian mungkin ia terlihat biasa-biasa saja, namun tatkla sedang berbincang dengan ku banyak ide yang ia curahkan untuk merubah pemikiran agar lebih maju lagi.
“Aku pengen buat budak-budak tu maju dengan cara kreativitas bai, tapi mereke tu malu susah jadinye. Padahal ape yang die lakukan tu, akan menjadi karya die bah kan?”
Ya, harapan kecil Imam itu mungkin bisa akan terwujud dikemudian hari. 
                                        (https://twitter.com/imammaksumm)

CINTA, Cinta ternodai karena Kekasih yang merugi...



“Cinta adalah perasaan yang mesti ada pada setiap manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, dan perkara tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi, dan lain-lain yang terpuji” (HAMKA)

Siapa yang tak mengenal kata cinta ? satu kata berjuta makna. Begitulah biasanya orang berkata. Pujangga cinta bagi sang penakluk cinta. Putus cinta bagi yang terluka. Bangun cinta bagi yang telah menikah. 
Banyak kata yang bisa dikaitkan dengan cinta. Namun tak sedikit pula orang yang putus asa karena cinta. Cinta memang bisa mendatangkan energi positif bahkan negative. Sehingga Cinta dikatakan sebagai fitrahnya manusia, tak bisa di elak jika sudah menjadi ketentuan yang Maha Kuasa.
Cinta bisa saja datang dari manusia, bisa pula dari lingkungan, bahkan cinta bisa datang dari sang Maha Pemberi cinta.

What is Love ? Love is something pure, white, sincere and holy that arises without any coercion or something artificial

Tak ada paksaan dalam cinta, namun kita harus pandai-pandai mengolah cinta. Cinta yang hakiki hanya kepada Allah Swt, cinta yang sejati hanya kepada kekasih, namun cinta yang merugi adalah ketika kita sedar bahwa cinta yang ada hanya nafsu belaka.

Akhir-akhir ini penulis mengamati, banyak remaja yang rela meninggalkan kebahagiaan bersama keluarga dan lebih memilih pergi bersama kekasih. Padahal, hal itu salah. Sangat di sayangkan cinta yang seharusnya murni untuk Kekasih halal, harus terlebih dahulu diberikan kepada kekasih merugi. 
Jagalah cinta , rawat lah ia hingga kembang dan mewangi. Jangan nodai cinta, karena cinta hadir untuk memperindah bukan merusak.

#salampujanggacinta 

Image result for cinta
(http://putrinurulhuda.com/wp-content/uploads/2014/08/tentang-cinta.jpg)

Mengapa Masih Terjadi Konflik Antarbudaya, Yuk Belajar Memahami Rambu-Rambu Komunikasi Antar Budaya ??

Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Begitulah kalimat yang sering dilotarkan oleh masyarakat Indonesia. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa. Sehingga semboyan ini dapat memperkuat persaudaraan yang ada di Indonesia, meskipun banyak terdapat perbedaan.
Salah satu perbedaan yang sering dijumpai dalam keseharian adalah bahasa. Karena bahasa adalah cerminan dari budaya seseorang. Dengan adanya perbedaan ini, tentu saja akan membentuk pola pikir dan cara komunikasi yang dibangun.
(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghd1Df_1XDJ0oSDY4ue7B3oQ-p5MoTzy5vwH_it7RRtLATCgwxZm_w2FsPZ4eS7MG_4MD4VZ8wzrx7nMjRRWSaiaiPyzxMmJjisz5l1NmhrijvFbMkRNhTWbC1fq_VPlYtkNBQJwZ_LTNu/s1600/Ensiklopedia-Indonesia2.jpg)

Well, Pasti nya kita memiliki teman yang mungkin memiliki bahasa dan budaya yang berbeda bukan?... Nah disini, baiti akan share sedikit resuman yang dapat baiti pahami dari materi Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya yang sudah dijelaskan oleh Dosen Tercinta Bpk. Dr.Ibrahim (Selasa,6/6)
Kebanyakan dari kita berharap bahwa apa yang kita sampaikan itu harus dapat diterima oleh setiap khalayak, pada nyata nya hal itu salah. Komunikasi yang kita bangun pada seseorang yang dikenal maupun tidak adalah salah satu cara untuk kita beradaptasi dengan orang tersebut dengan kata lain membangun keakraban.
Berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk mendekatkan keinginan kita dengan orang lain, bukan harus memaksakan keinginan tersebut untuk diterima oleh orang lain.(Aksioma Komunikasi)
Yuhuu... Sekali lagi berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk mendekatkan keinginan kita dengan orang lain.
Next, adapun Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya ialah

- Pahami Diri dan Orang Lain
Seseorang mungkin sulit dalam memahami diri sendiri apalagi memahami orang lain. Pemahaman yang baik terhadap diri akan menentukan keberhasilan mengerahkan segala potensi komunikasi yang ada dalam diri seseorang. Kemampuan mengenal diri sendiri, juga merupakan kunci untuk mengatasi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri seseorang.
Hal ini tak bisa dielakkan, bahwa dasar yang paling utama adalah dari persepsi dan konsepsi dari orang itu sendiri. Apabila persepsi dan konsepsi yang dilakukan seseorang itu baik dan positive, maka komunikasi yang dibangun akan menghasilkan baik dan positive pula. Sebaliknya persepsi dan konsepsi yang jelek dan negatif terhadap diri dan orang lain, maka akan menghasilkan komunikasi yang jelek dan negatif pula.
Jadi pada intinya, Kemampuan memahami diri dan orang lain sangat menentukan dalam membangun komunikasi yang baik, apa lagi dalam kajian komunikasi antarbudaya. Untuk itulah, ada baiknya kembali dilihat persepsi dan konsepsi dalam komunikasi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.

Sikapi perbedaan secara wajar
Manusia diciptakan berbeda-beda, baik itu jenis kelamin, rupa, suku, agama, dsb. Sebagai manusia yang memiliki aal, sudah seharusnya kita menyikapi secara wajar tentang adanya perbedaan tersebut, seperti :
-        Hakikat perbedaan sebagai Sunnatullah/Keniscayaan
-        Meningkatkan kesadaran/ cermin diri
Dan , yang paling penting hal tersebut sudah jelas adanya di dalam Kitab suci Al-Qur’an
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat : 13)

- Pelajari mengapa mereka-kita berbeda?
Setiap insan tidak ada yang sama. Memilik perpedaan bisa juga terjadi karena faktor didikan orang tua. Seandainya, anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Namun, jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar untuk memaki.
Jelas, bahwasanya mengapa mereka-kita berbeda itu tergantung dari didikan orang tua. Jadi sudah seharusnya kita mempelajari tingkah dari mereka.

- Hindari evaluasi terhadap perbedaan
Ada sebagian orang, yang selalu menilai dengan mudah tentang perbedaan yang ada. Tanpa mau dikaji, dipelajari, dimaknai, dan dipahami. Dalam rambu-rambu komunikasi antarbudaya, ini sangat harus dihindari seperi menilai perbedaan dari sudut pandang positif/negatif. Karena hal ini dapat memicu komunikasi yang kurang baik.

- Mulailah dari yang terkecil
Mulailah dari sekarang dengan tulus untuk memahami, mempelajari, menghargai, dan menghormati setiap perbedaan. Karena dengan memulai dari diri sendiri dan dari yang terkecil itu akan dapat mengatasi gejolak diri, dan dapat menentukan prioritas pilihan, dan dapat berdamai dengan pertentangan dalam diri.

- Perbaiki sikap Antar Budaya
Mempelajari dan menghargai setiap perbedaan yang ada antara kita dengan oranglain, sembari juga membuka diri untuk dikenali. Siapa yang tidak ingin dikenali oleh setiap orang? Bukankah Dipelajari dan dipahami oleh orang lain, termasuk kelebihan dan kekurangan yang ada ? bukankah hal tersebut dapat mendatangkan energi positif pada kita ?
Maka dari itu, kita tidak boleh antipati dengan perbedaan, dan jangan pernah menghakimi setiap mereka yang berbeda-cara hidup nya dengan kita.

Nah guys, apabila kita sudah paham mengenai Rambu-Rambu Komunikasi Antar Budaya diatas. Maka akan sulit pula terjadinya konflik antar etnis,budaya, suku, dll.
Bersyukurlah kita yang saat ini dihadapi dengan banyak budaya, dengan adanya komunikasi antarbudaya itu merupakan salah satu jembatan untuk kita memahami setiap perbedaan dengan baik dan benar. Jika kita menolak perbedaan yang ada, berarti kita melawan kehendak Allah yang menciptakan keberagaman itu sendiri.

Perbedaan lah yang menyempurnakan dalam hidup, so Jadikan Perbedaan itu sebagai Pemandangan. Pemandangan akan terlihat indah, jika banyak faktor-faktor yang mempengaruhi. Begitupula perbedaan......

BERKONTRIBUSI DARI HAL KECIL UNTUK NEGERI TERCINTA

“Semua warga Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bahkan suatu hal yang layak guna. Baik itu yang berada di Kota maupun di Perdesaan.” Baiti
Memiliki sepatu baru merupakan impian dari setiap anak yang baru menginjak kan kakinya untuk sekolah. Bukan hanya anak kecil, mungkin saja ini bisa terjadi di usia dewasa. Hingga hal tersebut membuat sang anak terus berusaha mencapai impiannya dengan berkerja keras. Meski demikian, banyak pula anak-anak di pelosok Negeri yang tidak memiliki sepatu sekolah. Mungkin, karena disebabkan oleh beberapa faktor,salah satunya  faktor akses untuk menuju ke Kota sangat jauh ataupun kurangnya biaya finansial.
Yaumil Masri, salah satu masyarakat Palu yang memiliki ide kecil ingin membuat kegiatan Kerja Bakti Untuk Indonesia menarik perhatian banyak masyarakat lainnya yang berada di berbagai Provinsi. Respond positive yang di lotarkan teman-teman melalui komentar facebook, membuat ia yakin bahwa kegiatan ini bisa mendorong setiap orang untuk berkontribusi nyata terhadap bangsa khususnya di Pendidikan.
Salah satu bentuk dari kegiatan ini adalah Pengumpulan Donasi Sepatu Baru sebanyak 5000 pasang untuk anak SD. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 bulan, yakni bulan Juni sampai bulan Agustus, dan pada bulan September dilakukan proses pengiriman sepatu ke daerah pelosok di masing-masing Provinsi.

Kegiatan yang dilaksanakan di 34 Provinsi Indonesia ini, melibatkan semua anak muda Indonesia secara individu maupun kelompok sebagai penggerak dan sebagai donaturnya. Sehingga proses Penyaluran Donasi sepatu baru ke daerah pelosok dimasing-masing provinsi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kawan-kawan relawan dimasing-masing daerah, yang menjunjung tinggi nilai integritas dan kejujuran.
Penulis berharap , kepada Pemuda Pemudi Kalimantan-Barat terkhususnya masyarakat Kota Pontianak bisa ikut serta untuk bekerjasama dalam kegiatan yang penuh manfaat ini. Setiap anak memiliki cita-cita, setiap anak memiliki impian, bahkan setiap anak selalu berkhayal untuk hari-harinya menjadi lebih baik. Tidak akan pernah salah, tidak akan pernah rugi, dan tidak akan pernah berdosa jika kita membantu merwujudkan impian kecil mereka.
Mereka yang berada di pelosok Negeri sangat membutuhkan bantuan kita, jika terus menunggu pemerintah untuk turun tangan. Mau sampai kapan Negeri ini akan maju ?


Note : Bagi pembaca yang ingin bergabung, bisa hub saya lewat no hp : 0896-7664-4487 (w.a)

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan