Aku dan 13 Anggota Mahasiswa KKL Kota Raya


                                                         (-4)
Kuliah Kerja Lapangan atau biasa yang disingkat (KKL) sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa manapun. Aku adalah salah satu mahasiswi yang megikuti KKL di tahun ini. Dengan status yang sudah bekerja, membuatku memutar otak bagaimana caranya agar aku bisa mengikuti KKL. Berbagai ungkapan aku lotarkan kepada panitia, hingga akhirnya aku ditempatkan di Kelompok 11. Nama lengkapku Suci Nurul Baiti, panggil saja aku Baiti saat ini aku sedang duduk menikmati segelas kopi yang baru saja kudapat dari rekan kerjaku.
Kelompok 11 terdiri dari 14 mahasiswa dari fakultas dan jurusan yang berbeda. Bagiku kelompok 11 adalah kelompok teristimewa. Karena jangkauannya yang lebih dekat ke kota, dan anggota nya pun dikhususkan untuk mahasiswa yang sudah bekerja dan mempunyai anak kecil.
Aku bahagia bisa berada di kelompok 11, bergabung dengan 4 mahasiswa yang sudah bekerja, dan 2 mahasiswi mempunyai anak kecil. Hal ini jelas, bahwa 6 orang ini tidak selalu stand by di posko. Tapi itu semua tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan kegiatan yang sudah di arahkan oleh ketua.
Tiga puluh lima hari kumpul bersama tentu nya kita semua tau bagaimana sifat asli dari orang itu. Disini aku mencoba mentafsirkan ke 13 teman ku, walau sesebenarnya mataku sedikit mengantuk semoga ini bisa menjadi kesan yang tersirat untuk kalian semua
1.     Muhammad Junhan Natakususma
Junhan adalah ketua kelompok di kelompok 11. Tahun 2016 aku sempat mengenal nya walau itu hanya satu minggu. Kita pernah berteman dekat walau tak sedekat hidung dan upil. Bersamanya dalam beberapa minggu ini, aku dapat menilai bahwa kepribadiannya cukup kalem (tidak seperti lelaki pada umumnya). Omongan sedikit, tapi ngenak banget. Sangat sulit membedakannya dimana dia serius atau bergurau. Itulah Junhan, dengan kepribadiannya yang diem diem ayem sangat membuat beberapa dikelompok kami segan padanya.
2.     Mardina
Wanita yang biasa disapa Dina ini merupakan sekretaris di kelompok kami. Kalo boleh jujur Dina adalah wanita yang berkepribadian baik, walau kadang aku mikir “ni anak omongannya ketus juga” (kalo lagi breafing). Dina adalah bungatidur nya si Junhan, maklum lah pengantin baru. Mula nya aku mikir kalo Dina ini anak nya sombong, tapi setelah kenal ternyata apa yang aku fikirkan tidak sesuai fakta. Emang benar ya, wajah itu bukan gambaran dari sikap.
3.     Maya Rosita
Maya juga salah satu gadis yang aku kenal saat pembekalan. Mula nya aku fikir ni anak pendiam, tapi makin ke ujung makin ketauan deh sifat asli nya. Yang suka ngakak, yang suara nya gede’, yang badannya juga bikin sakit kalo tidur disamping dia. Maya adalah gadis berdarah sunda, tutur kata nya baik tapi kadang juga ngeselin. Apalagi ni anak punya pemikiran sama kaya aku, kalo lagi males ada aja alasannya untuk tidak melakukan hal itu. (cukupkitayangtauya).
4.     Zumratul Istiqomah
Isti, menurutku isti anak nya lucu. Apalagi kalo marah, pasti kata yang sering terucap “ih dahlah, malas aku”. Seolah menggambarkan bahwa dirinya itu adalah orang yang acuh tak acuh pada sekitar. Padahal disisi lain, dia anak nya baik. Dia suka pinjemin alat make-up nya kepada siapapun itu (termasuk aku). Anehnya dimana ada isti disitu ada ana.
5.     Mariana
Panggil aja Ana. Ana adalah orang terlucu yang pernah aku temui. Anak nya aneh tapi pinter masak. Dimana ada Ana disitu pasti ada Isti. Seperti kembar tapi tak selaras. Ana salah satu anggota dikelompokku yang paling gokil. Walau badannya agak bohay +++,  tapi anaknya PD banget. Setiap hari ada aja yang bikin ketawa karena ulah konyol nya. Bagi siapapun yang ingin mencari istri, aku rekomendasi Ana deh. Selain humoris dia juga ahli masak apapun itu.
6.     Mia Ulpa Saripah
Kak mia, begitulah ku panggil ibu muda satu ini. Aku tidak terlalu sering bersendagurau dengannya. Entahlah, rasa nya segan saja. Menurutku kak mia orangnya ramah, ia juga gadis keturunan darah sunda. Tentunya memiliki tutur kata yang lembut, saking lembutnya terkadang bisa nusuk ke hati karena kejujurannya. Setiap bangun subuh, ia selalu bangun duluan. Kadang aku melihatnya lagi nyapu atau lagi menyusui anak nya. Ya begitulah
7.     Devi Kurnia Sari
Gadis tomboi satu ini mungkin sudah cukup lama aku mengenal nya. Gaya nya yang cukup selembe (cuek), kadang membuat aku dan teman-teman yang lain mikir kalau ni anak agak sombong. Ya begitu lah Devi yang aku kenal, selama KKL ini setiap menjelang tidur malam ia adalah orang yang paling terakhir tidur, begitupun bangun ia adalah orang yang terakhir bangun. Sulit mendeskripsikan anak satu ini, omongannya yang kadang gak terkontrol sering mengeluarkan perkataan aneh-aneh. Walau begitu, Devi merupakan gadis yang memiliki jiwa kepemimpinan di organisasi tapi tidak di posko ini. Kenapa dev ?


8.     Raisa Nabila
Raisa merupakan salah satu kelompok ku yang juga mempunyai anak kecil. Belum apa-apa Raisa ini anaknya suka ketawa. Hobby atau apa ya ? berhubung jarang berjumpa dan berbincang panjang dengannya karena di setiap selesai kegiatan ia harus pulang kerumah nya untuk menyusui anak kecilnya, jadi sulit untuk ku mendeskripsikan lebih lanjut. Pada intinya Raisa adalah ibu muda yang tak kelihatan telah menjadi ibu-ibu.
9.     Novian
Laki-laki ini juga sudah lama ku kenal. Ia teman waktu semester satu. Sama seperti Junhan, karena kami pernah satu kelompok dan tinggal bersama selama satu minggu. Yang kutau dulu itu Novian anaknya suka godain cewe, tapi sekarang sudah berubah. Sekarang Novian sudah tambah alim, walau kadang tangannya suka jail dan omongannya suka ngebully. Itulah Novian, sama seperti laki-laki pada umum nya “normal”.
10.                      M.Haris Munandar
Haris, laki-laki yang memiliki postur tubuh paling besar di kelompok kami. Walau begitu haris memiliki wajah yang imut. Haris adalah laki-laki pendiam tapi kreatif. Saking kreatifnya Sehari suntuk diam dikamar pun mungkin ia betah. Laki-laki ini tidak terlalu banyak omong, dan aku masih ingat kalo aku masih ada hutang uang dengannya 7 ribu. Semoga besok aku ingat untuk membayarnya. Ingetin ya ris...
11.                      Muhammad Zaki
Lelaki berkulit putih ini cukup menjengkelkan. Suka marah gak jelas, suka ngomong gak jelas. Tapi kadang sama aku anak nya baik juga sih. Agak genit juga ni anak, tapi genit nya hanya gurauan kok. Zaki adalah laki-laki yang baru pertama kali aku temui, gara-gara botol air minumnya dipinjam tanpa izin dia bisa marah sebegitu seremnya. Alay banget kan >/? Ya iyalah alay, mending hilang, inikan ada. Gimanasih jek ? jiwa lelakimu mana toh ndook. Walau begitu, zaki memiliki senyuman yang wuaaah manis macam micin kok. Merampoot
12.                      Dadang
Bang Dadang, akotoh jarang ngobrol sama dia. Kalo jumpa pun aku suka nyanyi “bang dadang paling ganteng, saya suka bang dadang suka sekali”. Bang dadang ini tidak pernah tidur di posko,karena ia bekerja hingga larut malam tiap harinya. Jadi harap maklum aja. Selama jumpa, kaya’nya bang dadang ini orang nya pendiem. Kaya’nya ya, aku pun gak tahuuuuu.
13.                      Muchlisin
Kemana kamu sekarang muchlisin ? muchlisin adalah salah satu anggota yang agak menutup diri. Anaknya pendiem, tapi diem nya bikin bingung. Suka senyum sendiri. Yang jelas aku bingung juga mau mendeskripsikan ini anak.
14.                      Suci Nurul Baiti
Beginilah aku, tak perlu di deskripsikan. Cukup kalian mengenal aku selama ini, begitulah aku. Tak mau mengada-ngada dan tetap apa adanya.
~Kurasa hari semakin larut, dan mata mulai mengantuk. Kopi tadi tak mampu menahan kantukku hingga subuh hari. Yang jelas aku salah satu dari kalian yang paling bahagia bisa berkumpul dan bersama dikelompok 11.
Kesan tersirat ini semoga bisa dikenang, makasih atas jamuan semua. Malam ini menjadi malam terakhir aku tidur dirumah Junhan. Semoga lain hari bisa tidur disini lagi, bukan untuk jadi istri ke-2 barangkali aku ingin berteduh dari badai hujan. Haahaa, okey ?
Semoga juga dilain waktu aku bisa merasakan masakan ana yang enak, mendengar gosip-gosip kalian yang kadang aku juga ingin ikut nimbrung meng”ghibah”, turut mendengarkan omongan-omongan dewasa yang kelak bisa dijadikan bekal saat sudah menikah. Haha. Semoga saja Tuhan mendengar do’a ku.
Selamat malam, tulisan ini akan menjadi penghantar tidurku. Love you all. J
 



CARA MUDAH MENULIS OPINI


(UC We Media) 
Buat sebagian besar penulis , menulis konten opini dianggap suatu hal yang sukar, karena dianggap hanya dapat dilakukan oleh para wartawan senior atau akademisi, padahal itu jelas sekali salah.
Karena pada dasarnya siapapun bisa menulis opini, bahkan pelajar SMA ataupun mahasiswa dapat melakukannya.
Tapi sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan menulis opini.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka, Opini disebutkan sebagai ”pendapat; ”pikiran,” atau ”pendirian,”
Tulisan Opini dapat diartikan sebagai tulisan yang berisi pandangan seseorang tentang suatu masalah. Dengan catatan pendapatnya harus bisa dipertanggungjawabkan dan disajikan dalam  bahasa yang lebih  popular. Karena itu, untuk menulis opini juga dibutuhkan riset. Riset merupakan penguat dari argumentasi penulis untuk menekankan gagasannya. Opini inilah yang ditulis dan dituangkan dalam bentuk ”artikel.”
Menulis opini menjadi lebih menarik jika ada topik yang lagi ramai menjadi perbincangan di masyarakat. Ada pro dan kontra atas suatu peristiwa. Penulis yang kreatif akan berupaya mencari data-data penunjang sebagai bahan argumen di dalam menulis  opini.
Karena tulisan opini berisi pendapat pribadi, bukan berita atau fiksi, dan tidak ada interview dalam menulis. Rujukan dari pemberitaan di media atau pendapat dari para ahli boleh ditambahkan ke dalam tulisan sebagai penguat argumen.

Yang perlu diperhatikan dalam menulis opini, adalah tidak perlu takut salah, jangan berisi hujatan kepada pribadi atau kelompok tertentu, dan jangan berisi informasi yang tidak valid, serta buat judul yang atraktif, tapi tidak harus lebay.
Menulis Opini yang Menarik
1. Ada rujukan peristiwa
Seperti berita, opini pun memerlukan rujukan peristiwa agar relevan dengan topik yang sedang hangat dibicarakan masyarakat Misalnya menyambut Asian Games, Pemilihan Presiden dan lainnya.
2. Cari Perspektif yang Menarik
Jika rujukan peristiwa sudah didapat, maka penulis tinggal mencari perspektif: akan menulis topik apa dan dari sudut pandang apa? perspektif penting karena membedakan opini penulis satu dengan penulis lain.
3. Eksplorasi Gagasan dan Argumentasi
Argumentasi harus dibangun dan dimiliki penulis untuk menguatkan opininya. Untuk membangun argumentasi, penulis opini bisa menggunakan data atau contoh-contoh peristiwa.
4. Tidak Menggurui
Isi tulisan opini harus jauh dari kesan menggurui. Salah satu cara agar tulisan opini tidak menggurui, antara lain, jangan terlalu banyak menampilkan kutipan. Lebih baik penulis menampilkan contoh dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Teknik Menulis Opini
1. Judul
Bagian ini harus atraktif dan tidak harus lebay, bisa berisi komentar usil terhadap suatu peristiwa.
2. Pembuka
Rujukan peristiwa dari berita dapat digunakan pada bagian ini.
3. Isi
Pada bagian ini, penulis dapat menyampaikan argumentasinya didukung alasan penunjang
4. Penutup
Ini merupakan bagian kesimpulan


Contoh

Sosial/Politik
Pamer Sukses 10 Tahun Memimpin, SBY Malah Kena Bully Netizen! Hambalang Jadi Cibiran?
Antasari 'Bermain' Politik, Demokrat Kebakaran Jenggot
Vonis Mati Untuk Polisi Narkoba

Sports
2 Pemain Uzur Asal Barcelona yang Jadi Ancaman Timnas U-23 di Asian Games 2018
Juventus Datangkan Bonucci, Apa Sih yang Diharapkan dari Bek Tua Itu Lagi?

 Entertainment
The Spy Who Dumped Me, Petualangan Konyol Dan Aksi Yang Cukup Brutal
Mission: Impossible - Fallout, Tom Cruise Dan Parade Kegilaannya

Auto
Yamaha Lexi S Lebih Baik Dari Honda Vario 150? Jangan Bercanda!



Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan