Sejak zaman
dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini
tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi
tetap satu. Begitulah kalimat yang sering
dilotarkan oleh masyarakat Indonesia. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku
bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa. Sehingga semboyan ini dapat
memperkuat persaudaraan yang ada di Indonesia, meskipun banyak terdapat
perbedaan.
Salah satu perbedaan yang sering dijumpai dalam keseharian adalah
bahasa. Karena bahasa adalah cerminan dari budaya seseorang. Dengan adanya
perbedaan ini, tentu saja akan membentuk pola pikir dan cara komunikasi yang
dibangun.
(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghd1Df_1XDJ0oSDY4ue7B3oQ-p5MoTzy5vwH_it7RRtLATCgwxZm_w2FsPZ4eS7MG_4MD4VZ8wzrx7nMjRRWSaiaiPyzxMmJjisz5l1NmhrijvFbMkRNhTWbC1fq_VPlYtkNBQJwZ_LTNu/s1600/Ensiklopedia-Indonesia2.jpg)
Well, Pasti nya kita memiliki teman yang mungkin memiliki bahasa
dan budaya yang berbeda bukan?... Nah disini, baiti akan share sedikit resuman
yang dapat baiti pahami dari materi Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya yang
sudah dijelaskan oleh Dosen Tercinta Bpk. Dr.Ibrahim (Selasa,6/6)
Kebanyakan dari kita berharap bahwa apa yang kita sampaikan itu
harus dapat diterima oleh setiap khalayak, pada nyata nya hal itu salah. Komunikasi
yang kita bangun pada seseorang yang dikenal maupun tidak adalah salah satu cara
untuk kita beradaptasi dengan orang tersebut dengan kata lain membangun
keakraban.
“Berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk
mendekatkan keinginan kita dengan orang lain, bukan harus memaksakan keinginan tersebut
untuk diterima oleh orang lain.” (Aksioma Komunikasi)
Yuhuu... Sekali lagi
berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk mendekatkan keinginan kita
dengan orang lain.
Next, adapun
Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya ialah
- Pahami Diri dan
Orang Lain
Seseorang mungkin
sulit dalam memahami diri sendiri apalagi memahami orang lain. Pemahaman yang baik terhadap diri akan menentukan keberhasilan
mengerahkan segala potensi komunikasi yang ada dalam diri seseorang. Kemampuan
mengenal diri sendiri, juga merupakan kunci untuk mengatasi kekurangan dan
kelemahan yang ada dalam diri seseorang.
Hal ini tak bisa dielakkan, bahwa dasar yang paling utama adalah
dari persepsi dan konsepsi dari orang itu sendiri. Apabila persepsi dan
konsepsi yang dilakukan seseorang itu baik dan positive, maka komunikasi yang
dibangun akan menghasilkan baik dan positive pula. Sebaliknya persepsi dan
konsepsi yang jelek dan negatif terhadap diri dan orang lain, maka akan
menghasilkan komunikasi yang jelek dan negatif pula.
Jadi pada intinya, Kemampuan memahami diri dan orang lain sangat
menentukan dalam membangun komunikasi yang baik, apa lagi dalam kajian komunikasi
antarbudaya. Untuk itulah, ada baiknya kembali dilihat persepsi dan konsepsi
dalam komunikasi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
- Sikapi perbedaan
secara wajar
Manusia diciptakan
berbeda-beda, baik itu jenis kelamin, rupa, suku, agama, dsb. Sebagai manusia
yang memiliki aal, sudah seharusnya kita menyikapi secara wajar tentang adanya
perbedaan tersebut, seperti :
-
Hakikat perbedaan sebagai
Sunnatullah/Keniscayaan
-
Meningkatkan kesadaran/
cermin diri
Dan , yang paling
penting hal tersebut sudah jelas adanya di dalam Kitab suci Al-Qur’an
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal.” (QS Al-Hujurat : 13)
- Pelajari mengapa
mereka-kita berbeda?
Setiap insan
tidak ada yang sama. Memilik perpedaan bisa juga terjadi karena faktor didikan
orang tua. Seandainya, anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Namun, jika anak dibesarkan
dengan cemoohan, maka ia belajar untuk memaki.
Jelas, bahwasanya
mengapa mereka-kita berbeda itu tergantung dari didikan orang tua. Jadi sudah
seharusnya kita mempelajari tingkah dari mereka.
- Hindari evaluasi
terhadap perbedaan
Ada sebagian
orang, yang selalu menilai dengan mudah tentang perbedaan yang ada. Tanpa mau
dikaji, dipelajari, dimaknai, dan dipahami. Dalam rambu-rambu komunikasi
antarbudaya, ini sangat harus dihindari seperi menilai perbedaan dari sudut
pandang positif/negatif. Karena hal ini dapat memicu komunikasi yang kurang
baik.
- Mulailah dari
yang terkecil
Mulailah dari
sekarang dengan tulus untuk memahami, mempelajari, menghargai, dan menghormati
setiap perbedaan. Karena dengan memulai dari diri sendiri dan dari yang
terkecil itu akan dapat mengatasi gejolak diri, dan dapat menentukan prioritas
pilihan, dan dapat berdamai dengan pertentangan dalam diri.
- Perbaiki sikap
Antar Budaya
Mempelajari dan
menghargai setiap perbedaan yang ada antara kita dengan oranglain, sembari juga
membuka diri untuk dikenali. Siapa yang tidak ingin dikenali oleh setiap orang?
Bukankah Dipelajari dan dipahami oleh orang lain, termasuk kelebihan dan
kekurangan yang ada ? bukankah hal tersebut dapat mendatangkan energi positif
pada kita ?
Maka dari itu,
kita tidak boleh antipati dengan perbedaan, dan jangan pernah menghakimi
setiap mereka yang berbeda-cara hidup nya dengan kita.
Nah guys, apabila
kita sudah paham mengenai Rambu-Rambu Komunikasi Antar Budaya diatas. Maka akan
sulit pula terjadinya konflik antar etnis,budaya, suku, dll.
Bersyukurlah kita
yang saat ini dihadapi dengan banyak budaya, dengan adanya komunikasi antarbudaya
itu merupakan salah satu jembatan untuk kita memahami setiap perbedaan dengan
baik dan benar. Jika kita menolak perbedaan yang ada, berarti kita melawan
kehendak Allah yang menciptakan keberagaman itu sendiri.
Perbedaan lah
yang menyempurnakan dalam hidup, so Jadikan Perbedaan itu sebagai Pemandangan. Pemandangan
akan terlihat indah, jika banyak faktor-faktor yang mempengaruhi. Begitupula perbedaan......


0 komentar:
Posting Komentar