RRI GOES TO CAMPUS Pontianak

Pontianak –Selamat siang para pemirsa setia, Saya akan menyampaikan berita paling hangat dan teraktual hari ini. Bersama saya Baiti di sekilas info. RRI Pontianak mengadakan siaran langsung Goes To Campus di Universitas Muhammadiyah (UMP). Kegiatan yang berlangusng pada kamis, 16 November 2017 ini bekerjasam dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Barat. Tercatat ada 78 peserta yang turut hadir untuk melihat secara live.
Kegiatan yang berlangsung di UMP ini, dihadirkan oleh tiga narasumber. Yaitu, Heriansyah SH, SHI, M.pd , Ir. Aulia Arfiansyah Arief, M.Si,  dan pemuda berprestasi Nordianto Hartoyo Sanan. Ke tiga narasumber tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang wakil rektor 1, kepala bidang keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga, dan ketua forum GenRe Indonesia.
Kegiatan yang bertemakan “Menikah dini atau menggapai mimpi dan prestasi” tersebut, mengundang banyak perhatian bagi para peserta dan pendengar. Ir. Aulia Arfiansyah Arief selaku Kabid KSPK menjelaskan, remaja yang menikah dini akan menghadapi beberapa resiko kedepannya. Salah satu nya, adalah kesehatan.  
Disamping itu, Heriansya Hartoyo juga menambahkan remaja yang menikah dini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Seperti, hamil diluar nikah, keadaan ekonomi, dan tuntutan orang tua.
Berdasarkan data yang disampaikan Kabid KSPK, bahwa Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan nilai tertinggi terhadap kasus Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Ini menunjukkan bahwa sudah saat nya remaja masa kini untuk terus berfikir positif dan menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan menikah dini.
Nordianto selaku Ketua Generasi Berencana (GenRe) Indonesia, mengajak para peserta dan pendengar untuk terus mengukir prestasi dan menggapai mimpi. Dengan begitu, kehidupan kedepaannya akan lebih terencana. Bukan bencana yang didapat.
Sementara, itulah berita yang dapat saya sampaikan. Sekilas info akan kembali dalam 60 menit berikutnya untuk memberikan berita dan perkembangan terbaru lainnya. saya Baiti mengucapkan banyak terimakasih.


Selembar Kertas Untuk DEMA

Siapa sih yang tak ingin menjadi bagian dari pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA).

 Setiap mahasiswa yang suka bergelut dibidang keorganisasian pastinya sangat menginginkan hal tersebut.
Sekitar satu tahun yang lalu, sebelum aku menjabat sebagai Sekretaris II di Dema IAIN Pontianak. Aku sangat memimpikan agar bisa turut serta menjadi bagian dari Dema, namun aku bingung bagaimana cara masuk nya. (masihlugu)
Tuhan punya rencana lain, melalui teman baikku yang saat itu diajak gabung ke Dema IAIN  oleh Presiden Mahasiswa kita yakni M.Wawan Gunawan, aku yang cuma melihat pun akhirnya di ajak.
Entahlah, akan dibagian mana aku menjabat. (fikirku)
Hari-hari berlalu, aku pun mulai mengikuti rapat. Saat perbincangan hangat berlangsung., Presma yang kerap di sapa bg Wawan memberitahukan kepadaku, bahwa aku menjabat sebagai Staf sekretaris/ Sekretaris II. Wah, semester 3 sudah berada di jabatan yang begitu di pentingkan. Mulanya aku bingung, bagaimana membuat surat, apa yang akan aku lakukan. Tapi untungnya, Sekretaris I yang biasa kupanggil kak Indah begitu baik orang nya. Dia lah yang mengajariku.
Hari hari mulai berlalu, aku mulai terbiasa dengan surat-surat. Walau terkadang aku kurang teliti dalam mengetiknya, dan selalu salah satu atau dua kata. Pernah, sesekali aku dimarah oleh presma karena kurang teliti nya aku. Tapi tak apa, itu akan menjadi suatu pelajaran untukku.
Tanpa terasa, kepengurusan satu tahun telah berlalu. Perasaan, baru saja kemarin aku menari-nari dengan surat. Dan kini, harus ku susun rapi.
Perasaan baru kemarin, kami melakukan kegiatan-kegiatan. dan kini, harus berakhir.
Pengalaman, teman, bahkan pelajaran yang sangat bearti bagiku. Karena Dema, aku bisa kenal dengan mahasiswa/i dari Fakultas lain. Karena Dema pula, aku bisa berkesempatan menjadi panitia saat kegiatan PBAK dan karena Dema aku bisa menjadi Sekretaris saat PBAK berlangsung.
Sungguh beruntung, bisa ikut berkontribusi demi kampus ini walau hanya berupa selembar kertas.



GenRe- Cari Tahu, Baru Sok Tahu

Tulisan ini berangkat dari perbincangan penulis dengan masyarakat sekitar.

                                             (https://mckeestory.com/seminars/genre/)
Saat penulis sedang asik mengobrol dan sedikit membuka bicara tentang GenRe. Ternyata masih banyak yang belum tahu apa itu GenRe. Dalam fikir ku, apakah ini kurang nya sosialisasi ? atau mereka nya yang kudet ?
Ku coba jelaskan apa itu GenRe, baru saja aku menyebutkan singkatan dari GenRe (Generasi Berencana), salah satu dari mereka malah berkoar “Saya tak mau kawen tue” , “Saya bukan GenRe”, “Saya mau punya anak lebih dari 2”.
Seketika aku tertawa kecil dan berkata “Kebanyakan manusia sekarang, belum tau apa-apa tapi sudah berani nyodor-nyodor omongan orang, Jangan sempit dalam memaknai kata GenRe. Program genre bukan hanya 2 anak lebih baik , bukan hanya tadak kawen mude.”
Suasana pun mulai hening,
Aku mulai membicarakan dari hal yang dasar, menjelas kan apa itu GenRe, apa saja program Genre, siapa yang menjadi sasaran nya, dan apa maksud salam genre.
Dengan menggunakan bahasa sederhana, dan sambil senda gurau. Bagiku ini cara yang efektif dalam menyampaikan sesuatu dengan orang yang memiliki pandangan berbeda. Meskipun demikian, kita juga harus bisa meyakinkan orang tersebut.
Kataku singkat,
“Kamu tau gak genre tu apa, genre itu singkatan dari generasi berencana. Program genre pun bukan hanya satu, tadinya delapan, eh berubah enam,  namun sekarang ada empat. Yaitu
1.    Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)
2.    Kesehatan Reproduksi Remaja
3.    Keterampilan Hidup (Life skill)
4.    Perencanaan Kehidupan Berkeluarga
Bukan hanya tadak kawen mude yang GenRe bicarakan, tapi ada hal yang lebih penting dari pada itu. Yaitu, makna dari salam genre, dimana saat kita tahu apa maksud salam genre, kita harus bisa menerapkan dalam kehidupan kita.
Salam Genre dengan mengacungkan tiga jari (jari tengah, jari manis, jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan makna besar.
Makna lingkaran dari telunjuk dan jempul adalah zero atau nol yang menggambarkan tidak melakukan tiga hal. Pertama adalah tidak menikah di usia muda karena pernikahan di usia muda akan menyebabkan banyak masalah.
Remaja disarankan serius belajar mulai jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dan meningkatkan kariernya. Setelah usianya matang baru dianjurkan menikah sehingga secara mental dan reproduksi juga siap membina rumah tangga agar memiliki keturunan.
“Zero kedua adalah tidak melakukan seks bebas (zero free sex). Konseling di bidang ini untuk membangun pusat informasi antar remaja baik antar pelajar maupun antar mahasiswa, atau antarteman sebaya,” sebutnya.
Dalam penekanan konseling zero free sex, kegiatannya berupa penyuluhan dan melatih remaja memiliki kemampuan, dapat memecahkan solusi, dan mencegah remaja dari pergaulan bebas, sehingga ketika ada remaja yang punya masalah, maka bisa diselesaikan melalui bimbingan dan konseling sebaya.
Sedangkan untuk zero narkoba, maka remaja juga diberikan wawasan tentang apa itu narkoba dan bagimana bahayanya jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sehingga melalui bimbingan ini maka para remaja bisa menjauhi narkoba.
Jadi jelas, ketika kita baru mengetahui sesuatu kita harus terlebih dahulu mengulasnya. Selain itu, sebelum kita menginformasikan kepada orang lain, cobalah pahami  dulu pemikirannya agar terjadi timbal balik antar komunikan dan komunikator.
Nah, Saat aku tutup bicara, timbul pertanyaan-pertanyaan baru dari mereka. Padahal mula nya bukan membahas tentang itu, tapi karena ada rasa ingin tahu dari mereka terjadilah timbal balik antar kami.

Ini ceritaku.... mana cerita kalian ?



Dari Presma Untuk Presma





(Foto M.Wawan Gunawan - Menyampaikan Sambutan)
IAIN PontianakM. Wawan Gunawan selaku Presiden mahasiswa (Presma) IAIN Pontianak memberikan sambutan saat penyampaian visi dan misi Calon Presma 2017-2018.  Penyampaian tersebut dilaksanakan di tempat terbuka yakni Gazebo. Kamis, (9/11).
Saat itu, beliau menceritakan bahwa sekitar satu tahun yang lalu tepat nya tanggal 20 Oktober 2016 beliau lah yang menyampaikan Visi dan Misi. Namun sekarang, jabatan yang ia emban akan berakhir.
“Satu tahun yang lalu kita jalani bersama, sudah sepatutnya kali ini kita melakukan pembaharuan menggantikan yang telah lalu”, tuturnya.
Beliau juga menyampaikan selama menjabat sebagai Presma periode 2016-2017, ada 5 kegiatan besar yang terlaksana. Seperti Pekan Bakti Mahasiswa (PBM), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Seminar Nasional, dan yang terakhir kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 November nanti.
“Untuk kegiatan yang ke 5, akan dilaksanakan pada tanggal 18 November. Ini akan menjadi acara penutup dari Dema IAIN Periode 2016-2017. Kita akan menghadirkan Gubernur dari NTB”, Jelasnya.
Selain itu beliau juga menghimbau kepada mahasasiswa IAIN, khususnya Calon Presma yang akan datang agar bisa menjadi pemimpin yang bijak.
“Politik adalah tempat kawan-kawan memimpin, bukan mencari kekuasaan. Demokrasi menjaring pemimpin-pemimping baru, bukan menjatuhkan yang ingin menjadi pemimpin”, terangnya.
Dipenghujung penyampaiannya, Lelaki yang baru saja menggelar sarjana ekonomi ini menyampaikan harapannya agar presma yang akan datang dapat memberikan wadah baru bagi mahasiswa.  
“Meski calon presma periode ini hanya tunggal, saya berharap untuk kedepannya calon tunggal ini bisa memberikan wadah baru untuk mahasiswa IAIN agar menjadi mahasiswa yang berwawasan global”, tekannya.
Saat akhir sambutan yang beliau sampaikan, salah satu teman akrabnya sebut saja Farhan Juniardi mengatakan bahwa kinerja presma dan wapresma periode 2016-2017 ini memiliki sisi baik dan sisi kurang baik.
“Kalo menurut saye, kinerja Presma dan Wapresma 2016-2017 ada sisi baik dan kurangnya. Dari sisi baiknya, pada tahun ini kepengurusannya sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi, dari sisi kurangnya yaitu kurang merangkul antar sesama organisasi intra kampus”, Ungkapnya.

Tentang Aku dan Kota Padang

Aku lelah...

Kata itu yang setiap hari nya aku ucapkan. Pagi siang sore malam, aku harus menguras fikiran dan tenaga. Di balik kata lelah, aku juga melalaikan tugas kuliah. Ya tuhan, kuatkan aku. Aku harus semangat aku pasti bisa (ucap hati kecilku)
Tibalah hari yang dinanti, 22 Oktober aku beserta teman-teman yang lain berangkat menuju bandara Spadio Pontianak. Sebelum sampai di Kota Padang, kami transit dulu di Jakarta. Tepat pukul 2 siang kami sampai di Bandara Kota Padang. Namun untuk menuju lokasi, perjalanan kami masih panjang. Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Padang Panjang.
Saat tiba di Bandara Padang, kami di sambut oleh beberapa panitia. Yang aku ingat Cuma satu orang, yaitu Bang Yogi. Si Abang kecil kecil imut manis :D. Hehe
Well, saat di perjalanan menuju lokasi kami disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Hijau nya kota padang, masih sangat asri. Udara sejuk nya pun bisa menusuk sampai ke pori-pori kulit. Waw luar biasa.
Seketika roda empat yang kami kendarai berhenti di salah satu rumah makan padang. Mengingat kami belum makan siang, kami pun singgah untuk mengganjal perut. Mula nya aku bingung, kenapa semua menu di sajikan diatas meja ? siapa yang mesan semua ini ? ternyata praduga ku salah, tradisi rumah makan padang memang begini. Untung nya aku bukan orang spok, tapi spok diam diam lah.
Usai makan, kami kenyang. Eh .. maksudnya melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 5 kami sampai di Mifan (location), ku lihat kanan kiri ada gunung dan kolam renang, lebih tepatnya sudah ramai peserta dari provinsi lain. Aku beserta ke 3 teman ku (Rahmat, Rezki, dan Tari) bergegas menuju ruang registrasi. Setelah mendapatkan segala atribut dan kamar, kami segera menuju tempat yang ditujukan panitia.
Hari pertama, ya pertama. Saat di depan rumah penginapan, (aku lupa nama rumahnya) ternyata teman-teman yang lain sudah ramai. Sapa kami pada peserta lain, disambut hangat. Terutama salah satu peserta yang berasal dari Papua “Yunita” namanya, ia lah yang membantu kami menaikkan koper yang beratnya gak ketulungan. (thanksyooo)
Malam pertama di Padang Panjang, dingin. Namun dingin itu hilang saat kami harus latihan koreo dan melakukan perbincangan yang hangat. Menyenangkan, bertemu teman-teman baru yang hebat. Ada yang dari kalangan SMA, Kuliah, bahkan Kerja. Waw amazing.
Malam mulai berlalu, azan subuh membangunkanku dari mata yang terlelap. Ku lihat kanan kiri, teman-teman masih tampak tidur pulas. Aku pun melelapkan mata kembali. Tepat pukul 5, aku terjaga lagi dari tidurku, kembali ku lihat kanan kiri teman-teman mulai bersiap-siap untuk senam pagi. Aku pun segera mandi, dan bersiap-siap.
Hari kedua, diawali senam pagi.
Usai senam, kami sarapan dan bergegas untuk penilaian pertama. Yakni penilaian poster. Berbicara poster, aku ingin flashback dikit, teruntuk bang  Arif thank you so much, karena kamu akhirnya aku punya poster. Dan maaf kalo aku sering banget minta refisiin poster. Meski poster nya tak sebagus yang lain, setidak nya di mataku itu udah sesusai banget dengan pandangan mataku. Hahaha
Oke lanjut,, setelah penilaian poster kami akan melakukan presentasi dan wawancara. Aku dapat urutan awal. No problem, i like it.. tak perlu banyak aku cerita. Intinya seharian full hingga tengah malam sesi wawancara baru usai semua.
Hari ketiga, dan ke empat begitu lah adanya. Banyak sisi menarik, namun sulit untuk aku ceritakan. Inti nya hingga hari ke empat, lidahku masih belum bisa menyesuaikan masakan padang. Teciduk sekali diriku ini :’(
Singkat cerita, sampai lah di malam final.
Menurut terawangan ku, aku gak bakal masuk 5 besar. Dan nyata nya, yupzz benar. Aku gak masuk 5 besar. Sedih sih, rasa nya apa yang aku lakuin akhir-akhir ini sia-sia. Rasanya lelah yang aku rasain itu tak terbalas menyenangkan. Tapi, semua aku bawa happy. Kalo rezki gak bakal lari kemana, berada ditengah-tengah orang hebat aja aku sudah bahagia. Mungkin akan ada hal yang lebih indah dan beharga dibanding ini (ucap tenang ku dalam hati).
Sebenar nya aku juga malu, karena aku gak bisa membawa kemenangan untuk Provinsi Kal-Bar. Tapi syukurnya, salah satu teman ku berhasil meraih juara II, setidaknya bawa naik daun Provinsi kami. Hemmm
Satu kata bijak yang membuat ku tetap semangat “KEBAHAGIAAN SEJATI AKAN KITA DAPATKAN KETIKA KITA MENGABDIKAN DIRI PADA TUJUAN YANG LUHUR.”
Tetap semangat ya guys, jangan hanya mengejar selempang. Jadilah duta yang terus menginspirasi banyak orang, meski tanpa mengenakan selempang. Semoga kita terkenal bukan karena selempang, akan tetapi karena apa yang udah kita lakuin untuk orang sekitar.
Senang bisa bertemu dan mengenal kalian, selanjutnya sampai jumpa di lain tempat ya. J


Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan