Tentang Aku dan Kota Padang

Aku lelah...

Kata itu yang setiap hari nya aku ucapkan. Pagi siang sore malam, aku harus menguras fikiran dan tenaga. Di balik kata lelah, aku juga melalaikan tugas kuliah. Ya tuhan, kuatkan aku. Aku harus semangat aku pasti bisa (ucap hati kecilku)
Tibalah hari yang dinanti, 22 Oktober aku beserta teman-teman yang lain berangkat menuju bandara Spadio Pontianak. Sebelum sampai di Kota Padang, kami transit dulu di Jakarta. Tepat pukul 2 siang kami sampai di Bandara Kota Padang. Namun untuk menuju lokasi, perjalanan kami masih panjang. Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Padang Panjang.
Saat tiba di Bandara Padang, kami di sambut oleh beberapa panitia. Yang aku ingat Cuma satu orang, yaitu Bang Yogi. Si Abang kecil kecil imut manis :D. Hehe
Well, saat di perjalanan menuju lokasi kami disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Hijau nya kota padang, masih sangat asri. Udara sejuk nya pun bisa menusuk sampai ke pori-pori kulit. Waw luar biasa.
Seketika roda empat yang kami kendarai berhenti di salah satu rumah makan padang. Mengingat kami belum makan siang, kami pun singgah untuk mengganjal perut. Mula nya aku bingung, kenapa semua menu di sajikan diatas meja ? siapa yang mesan semua ini ? ternyata praduga ku salah, tradisi rumah makan padang memang begini. Untung nya aku bukan orang spok, tapi spok diam diam lah.
Usai makan, kami kenyang. Eh .. maksudnya melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 5 kami sampai di Mifan (location), ku lihat kanan kiri ada gunung dan kolam renang, lebih tepatnya sudah ramai peserta dari provinsi lain. Aku beserta ke 3 teman ku (Rahmat, Rezki, dan Tari) bergegas menuju ruang registrasi. Setelah mendapatkan segala atribut dan kamar, kami segera menuju tempat yang ditujukan panitia.
Hari pertama, ya pertama. Saat di depan rumah penginapan, (aku lupa nama rumahnya) ternyata teman-teman yang lain sudah ramai. Sapa kami pada peserta lain, disambut hangat. Terutama salah satu peserta yang berasal dari Papua “Yunita” namanya, ia lah yang membantu kami menaikkan koper yang beratnya gak ketulungan. (thanksyooo)
Malam pertama di Padang Panjang, dingin. Namun dingin itu hilang saat kami harus latihan koreo dan melakukan perbincangan yang hangat. Menyenangkan, bertemu teman-teman baru yang hebat. Ada yang dari kalangan SMA, Kuliah, bahkan Kerja. Waw amazing.
Malam mulai berlalu, azan subuh membangunkanku dari mata yang terlelap. Ku lihat kanan kiri, teman-teman masih tampak tidur pulas. Aku pun melelapkan mata kembali. Tepat pukul 5, aku terjaga lagi dari tidurku, kembali ku lihat kanan kiri teman-teman mulai bersiap-siap untuk senam pagi. Aku pun segera mandi, dan bersiap-siap.
Hari kedua, diawali senam pagi.
Usai senam, kami sarapan dan bergegas untuk penilaian pertama. Yakni penilaian poster. Berbicara poster, aku ingin flashback dikit, teruntuk bang  Arif thank you so much, karena kamu akhirnya aku punya poster. Dan maaf kalo aku sering banget minta refisiin poster. Meski poster nya tak sebagus yang lain, setidak nya di mataku itu udah sesusai banget dengan pandangan mataku. Hahaha
Oke lanjut,, setelah penilaian poster kami akan melakukan presentasi dan wawancara. Aku dapat urutan awal. No problem, i like it.. tak perlu banyak aku cerita. Intinya seharian full hingga tengah malam sesi wawancara baru usai semua.
Hari ketiga, dan ke empat begitu lah adanya. Banyak sisi menarik, namun sulit untuk aku ceritakan. Inti nya hingga hari ke empat, lidahku masih belum bisa menyesuaikan masakan padang. Teciduk sekali diriku ini :’(
Singkat cerita, sampai lah di malam final.
Menurut terawangan ku, aku gak bakal masuk 5 besar. Dan nyata nya, yupzz benar. Aku gak masuk 5 besar. Sedih sih, rasa nya apa yang aku lakuin akhir-akhir ini sia-sia. Rasanya lelah yang aku rasain itu tak terbalas menyenangkan. Tapi, semua aku bawa happy. Kalo rezki gak bakal lari kemana, berada ditengah-tengah orang hebat aja aku sudah bahagia. Mungkin akan ada hal yang lebih indah dan beharga dibanding ini (ucap tenang ku dalam hati).
Sebenar nya aku juga malu, karena aku gak bisa membawa kemenangan untuk Provinsi Kal-Bar. Tapi syukurnya, salah satu teman ku berhasil meraih juara II, setidaknya bawa naik daun Provinsi kami. Hemmm
Satu kata bijak yang membuat ku tetap semangat “KEBAHAGIAAN SEJATI AKAN KITA DAPATKAN KETIKA KITA MENGABDIKAN DIRI PADA TUJUAN YANG LUHUR.”
Tetap semangat ya guys, jangan hanya mengejar selempang. Jadilah duta yang terus menginspirasi banyak orang, meski tanpa mengenakan selempang. Semoga kita terkenal bukan karena selempang, akan tetapi karena apa yang udah kita lakuin untuk orang sekitar.
Senang bisa bertemu dan mengenal kalian, selanjutnya sampai jumpa di lain tempat ya. J


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan