RRI GOES TO CAMPUS Pontianak

Pontianak –Selamat siang para pemirsa setia, Saya akan menyampaikan berita paling hangat dan teraktual hari ini. Bersama saya Baiti di sekilas info. RRI Pontianak mengadakan siaran langsung Goes To Campus di Universitas Muhammadiyah (UMP). Kegiatan yang berlangusng pada kamis, 16 November 2017 ini bekerjasam dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Barat. Tercatat ada 78 peserta yang turut hadir untuk melihat secara live.
Kegiatan yang berlangsung di UMP ini, dihadirkan oleh tiga narasumber. Yaitu, Heriansyah SH, SHI, M.pd , Ir. Aulia Arfiansyah Arief, M.Si,  dan pemuda berprestasi Nordianto Hartoyo Sanan. Ke tiga narasumber tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang wakil rektor 1, kepala bidang keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga, dan ketua forum GenRe Indonesia.
Kegiatan yang bertemakan “Menikah dini atau menggapai mimpi dan prestasi” tersebut, mengundang banyak perhatian bagi para peserta dan pendengar. Ir. Aulia Arfiansyah Arief selaku Kabid KSPK menjelaskan, remaja yang menikah dini akan menghadapi beberapa resiko kedepannya. Salah satu nya, adalah kesehatan.  
Disamping itu, Heriansya Hartoyo juga menambahkan remaja yang menikah dini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Seperti, hamil diluar nikah, keadaan ekonomi, dan tuntutan orang tua.
Berdasarkan data yang disampaikan Kabid KSPK, bahwa Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan nilai tertinggi terhadap kasus Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Ini menunjukkan bahwa sudah saat nya remaja masa kini untuk terus berfikir positif dan menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan menikah dini.
Nordianto selaku Ketua Generasi Berencana (GenRe) Indonesia, mengajak para peserta dan pendengar untuk terus mengukir prestasi dan menggapai mimpi. Dengan begitu, kehidupan kedepaannya akan lebih terencana. Bukan bencana yang didapat.
Sementara, itulah berita yang dapat saya sampaikan. Sekilas info akan kembali dalam 60 menit berikutnya untuk memberikan berita dan perkembangan terbaru lainnya. saya Baiti mengucapkan banyak terimakasih.


Selembar Kertas Untuk DEMA

Siapa sih yang tak ingin menjadi bagian dari pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA).

 Setiap mahasiswa yang suka bergelut dibidang keorganisasian pastinya sangat menginginkan hal tersebut.
Sekitar satu tahun yang lalu, sebelum aku menjabat sebagai Sekretaris II di Dema IAIN Pontianak. Aku sangat memimpikan agar bisa turut serta menjadi bagian dari Dema, namun aku bingung bagaimana cara masuk nya. (masihlugu)
Tuhan punya rencana lain, melalui teman baikku yang saat itu diajak gabung ke Dema IAIN  oleh Presiden Mahasiswa kita yakni M.Wawan Gunawan, aku yang cuma melihat pun akhirnya di ajak.
Entahlah, akan dibagian mana aku menjabat. (fikirku)
Hari-hari berlalu, aku pun mulai mengikuti rapat. Saat perbincangan hangat berlangsung., Presma yang kerap di sapa bg Wawan memberitahukan kepadaku, bahwa aku menjabat sebagai Staf sekretaris/ Sekretaris II. Wah, semester 3 sudah berada di jabatan yang begitu di pentingkan. Mulanya aku bingung, bagaimana membuat surat, apa yang akan aku lakukan. Tapi untungnya, Sekretaris I yang biasa kupanggil kak Indah begitu baik orang nya. Dia lah yang mengajariku.
Hari hari mulai berlalu, aku mulai terbiasa dengan surat-surat. Walau terkadang aku kurang teliti dalam mengetiknya, dan selalu salah satu atau dua kata. Pernah, sesekali aku dimarah oleh presma karena kurang teliti nya aku. Tapi tak apa, itu akan menjadi suatu pelajaran untukku.
Tanpa terasa, kepengurusan satu tahun telah berlalu. Perasaan, baru saja kemarin aku menari-nari dengan surat. Dan kini, harus ku susun rapi.
Perasaan baru kemarin, kami melakukan kegiatan-kegiatan. dan kini, harus berakhir.
Pengalaman, teman, bahkan pelajaran yang sangat bearti bagiku. Karena Dema, aku bisa kenal dengan mahasiswa/i dari Fakultas lain. Karena Dema pula, aku bisa berkesempatan menjadi panitia saat kegiatan PBAK dan karena Dema aku bisa menjadi Sekretaris saat PBAK berlangsung.
Sungguh beruntung, bisa ikut berkontribusi demi kampus ini walau hanya berupa selembar kertas.



GenRe- Cari Tahu, Baru Sok Tahu

Tulisan ini berangkat dari perbincangan penulis dengan masyarakat sekitar.

                                             (https://mckeestory.com/seminars/genre/)
Saat penulis sedang asik mengobrol dan sedikit membuka bicara tentang GenRe. Ternyata masih banyak yang belum tahu apa itu GenRe. Dalam fikir ku, apakah ini kurang nya sosialisasi ? atau mereka nya yang kudet ?
Ku coba jelaskan apa itu GenRe, baru saja aku menyebutkan singkatan dari GenRe (Generasi Berencana), salah satu dari mereka malah berkoar “Saya tak mau kawen tue” , “Saya bukan GenRe”, “Saya mau punya anak lebih dari 2”.
Seketika aku tertawa kecil dan berkata “Kebanyakan manusia sekarang, belum tau apa-apa tapi sudah berani nyodor-nyodor omongan orang, Jangan sempit dalam memaknai kata GenRe. Program genre bukan hanya 2 anak lebih baik , bukan hanya tadak kawen mude.”
Suasana pun mulai hening,
Aku mulai membicarakan dari hal yang dasar, menjelas kan apa itu GenRe, apa saja program Genre, siapa yang menjadi sasaran nya, dan apa maksud salam genre.
Dengan menggunakan bahasa sederhana, dan sambil senda gurau. Bagiku ini cara yang efektif dalam menyampaikan sesuatu dengan orang yang memiliki pandangan berbeda. Meskipun demikian, kita juga harus bisa meyakinkan orang tersebut.
Kataku singkat,
“Kamu tau gak genre tu apa, genre itu singkatan dari generasi berencana. Program genre pun bukan hanya satu, tadinya delapan, eh berubah enam,  namun sekarang ada empat. Yaitu
1.    Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)
2.    Kesehatan Reproduksi Remaja
3.    Keterampilan Hidup (Life skill)
4.    Perencanaan Kehidupan Berkeluarga
Bukan hanya tadak kawen mude yang GenRe bicarakan, tapi ada hal yang lebih penting dari pada itu. Yaitu, makna dari salam genre, dimana saat kita tahu apa maksud salam genre, kita harus bisa menerapkan dalam kehidupan kita.
Salam Genre dengan mengacungkan tiga jari (jari tengah, jari manis, jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan makna besar.
Makna lingkaran dari telunjuk dan jempul adalah zero atau nol yang menggambarkan tidak melakukan tiga hal. Pertama adalah tidak menikah di usia muda karena pernikahan di usia muda akan menyebabkan banyak masalah.
Remaja disarankan serius belajar mulai jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dan meningkatkan kariernya. Setelah usianya matang baru dianjurkan menikah sehingga secara mental dan reproduksi juga siap membina rumah tangga agar memiliki keturunan.
“Zero kedua adalah tidak melakukan seks bebas (zero free sex). Konseling di bidang ini untuk membangun pusat informasi antar remaja baik antar pelajar maupun antar mahasiswa, atau antarteman sebaya,” sebutnya.
Dalam penekanan konseling zero free sex, kegiatannya berupa penyuluhan dan melatih remaja memiliki kemampuan, dapat memecahkan solusi, dan mencegah remaja dari pergaulan bebas, sehingga ketika ada remaja yang punya masalah, maka bisa diselesaikan melalui bimbingan dan konseling sebaya.
Sedangkan untuk zero narkoba, maka remaja juga diberikan wawasan tentang apa itu narkoba dan bagimana bahayanya jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sehingga melalui bimbingan ini maka para remaja bisa menjauhi narkoba.
Jadi jelas, ketika kita baru mengetahui sesuatu kita harus terlebih dahulu mengulasnya. Selain itu, sebelum kita menginformasikan kepada orang lain, cobalah pahami  dulu pemikirannya agar terjadi timbal balik antar komunikan dan komunikator.
Nah, Saat aku tutup bicara, timbul pertanyaan-pertanyaan baru dari mereka. Padahal mula nya bukan membahas tentang itu, tapi karena ada rasa ingin tahu dari mereka terjadilah timbal balik antar kami.

Ini ceritaku.... mana cerita kalian ?



Dari Presma Untuk Presma





(Foto M.Wawan Gunawan - Menyampaikan Sambutan)
IAIN PontianakM. Wawan Gunawan selaku Presiden mahasiswa (Presma) IAIN Pontianak memberikan sambutan saat penyampaian visi dan misi Calon Presma 2017-2018.  Penyampaian tersebut dilaksanakan di tempat terbuka yakni Gazebo. Kamis, (9/11).
Saat itu, beliau menceritakan bahwa sekitar satu tahun yang lalu tepat nya tanggal 20 Oktober 2016 beliau lah yang menyampaikan Visi dan Misi. Namun sekarang, jabatan yang ia emban akan berakhir.
“Satu tahun yang lalu kita jalani bersama, sudah sepatutnya kali ini kita melakukan pembaharuan menggantikan yang telah lalu”, tuturnya.
Beliau juga menyampaikan selama menjabat sebagai Presma periode 2016-2017, ada 5 kegiatan besar yang terlaksana. Seperti Pekan Bakti Mahasiswa (PBM), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Seminar Nasional, dan yang terakhir kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 November nanti.
“Untuk kegiatan yang ke 5, akan dilaksanakan pada tanggal 18 November. Ini akan menjadi acara penutup dari Dema IAIN Periode 2016-2017. Kita akan menghadirkan Gubernur dari NTB”, Jelasnya.
Selain itu beliau juga menghimbau kepada mahasasiswa IAIN, khususnya Calon Presma yang akan datang agar bisa menjadi pemimpin yang bijak.
“Politik adalah tempat kawan-kawan memimpin, bukan mencari kekuasaan. Demokrasi menjaring pemimpin-pemimping baru, bukan menjatuhkan yang ingin menjadi pemimpin”, terangnya.
Dipenghujung penyampaiannya, Lelaki yang baru saja menggelar sarjana ekonomi ini menyampaikan harapannya agar presma yang akan datang dapat memberikan wadah baru bagi mahasiswa.  
“Meski calon presma periode ini hanya tunggal, saya berharap untuk kedepannya calon tunggal ini bisa memberikan wadah baru untuk mahasiswa IAIN agar menjadi mahasiswa yang berwawasan global”, tekannya.
Saat akhir sambutan yang beliau sampaikan, salah satu teman akrabnya sebut saja Farhan Juniardi mengatakan bahwa kinerja presma dan wapresma periode 2016-2017 ini memiliki sisi baik dan sisi kurang baik.
“Kalo menurut saye, kinerja Presma dan Wapresma 2016-2017 ada sisi baik dan kurangnya. Dari sisi baiknya, pada tahun ini kepengurusannya sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi, dari sisi kurangnya yaitu kurang merangkul antar sesama organisasi intra kampus”, Ungkapnya.

Tentang Aku dan Kota Padang

Aku lelah...

Kata itu yang setiap hari nya aku ucapkan. Pagi siang sore malam, aku harus menguras fikiran dan tenaga. Di balik kata lelah, aku juga melalaikan tugas kuliah. Ya tuhan, kuatkan aku. Aku harus semangat aku pasti bisa (ucap hati kecilku)
Tibalah hari yang dinanti, 22 Oktober aku beserta teman-teman yang lain berangkat menuju bandara Spadio Pontianak. Sebelum sampai di Kota Padang, kami transit dulu di Jakarta. Tepat pukul 2 siang kami sampai di Bandara Kota Padang. Namun untuk menuju lokasi, perjalanan kami masih panjang. Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Padang Panjang.
Saat tiba di Bandara Padang, kami di sambut oleh beberapa panitia. Yang aku ingat Cuma satu orang, yaitu Bang Yogi. Si Abang kecil kecil imut manis :D. Hehe
Well, saat di perjalanan menuju lokasi kami disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Hijau nya kota padang, masih sangat asri. Udara sejuk nya pun bisa menusuk sampai ke pori-pori kulit. Waw luar biasa.
Seketika roda empat yang kami kendarai berhenti di salah satu rumah makan padang. Mengingat kami belum makan siang, kami pun singgah untuk mengganjal perut. Mula nya aku bingung, kenapa semua menu di sajikan diatas meja ? siapa yang mesan semua ini ? ternyata praduga ku salah, tradisi rumah makan padang memang begini. Untung nya aku bukan orang spok, tapi spok diam diam lah.
Usai makan, kami kenyang. Eh .. maksudnya melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 5 kami sampai di Mifan (location), ku lihat kanan kiri ada gunung dan kolam renang, lebih tepatnya sudah ramai peserta dari provinsi lain. Aku beserta ke 3 teman ku (Rahmat, Rezki, dan Tari) bergegas menuju ruang registrasi. Setelah mendapatkan segala atribut dan kamar, kami segera menuju tempat yang ditujukan panitia.
Hari pertama, ya pertama. Saat di depan rumah penginapan, (aku lupa nama rumahnya) ternyata teman-teman yang lain sudah ramai. Sapa kami pada peserta lain, disambut hangat. Terutama salah satu peserta yang berasal dari Papua “Yunita” namanya, ia lah yang membantu kami menaikkan koper yang beratnya gak ketulungan. (thanksyooo)
Malam pertama di Padang Panjang, dingin. Namun dingin itu hilang saat kami harus latihan koreo dan melakukan perbincangan yang hangat. Menyenangkan, bertemu teman-teman baru yang hebat. Ada yang dari kalangan SMA, Kuliah, bahkan Kerja. Waw amazing.
Malam mulai berlalu, azan subuh membangunkanku dari mata yang terlelap. Ku lihat kanan kiri, teman-teman masih tampak tidur pulas. Aku pun melelapkan mata kembali. Tepat pukul 5, aku terjaga lagi dari tidurku, kembali ku lihat kanan kiri teman-teman mulai bersiap-siap untuk senam pagi. Aku pun segera mandi, dan bersiap-siap.
Hari kedua, diawali senam pagi.
Usai senam, kami sarapan dan bergegas untuk penilaian pertama. Yakni penilaian poster. Berbicara poster, aku ingin flashback dikit, teruntuk bang  Arif thank you so much, karena kamu akhirnya aku punya poster. Dan maaf kalo aku sering banget minta refisiin poster. Meski poster nya tak sebagus yang lain, setidak nya di mataku itu udah sesusai banget dengan pandangan mataku. Hahaha
Oke lanjut,, setelah penilaian poster kami akan melakukan presentasi dan wawancara. Aku dapat urutan awal. No problem, i like it.. tak perlu banyak aku cerita. Intinya seharian full hingga tengah malam sesi wawancara baru usai semua.
Hari ketiga, dan ke empat begitu lah adanya. Banyak sisi menarik, namun sulit untuk aku ceritakan. Inti nya hingga hari ke empat, lidahku masih belum bisa menyesuaikan masakan padang. Teciduk sekali diriku ini :’(
Singkat cerita, sampai lah di malam final.
Menurut terawangan ku, aku gak bakal masuk 5 besar. Dan nyata nya, yupzz benar. Aku gak masuk 5 besar. Sedih sih, rasa nya apa yang aku lakuin akhir-akhir ini sia-sia. Rasanya lelah yang aku rasain itu tak terbalas menyenangkan. Tapi, semua aku bawa happy. Kalo rezki gak bakal lari kemana, berada ditengah-tengah orang hebat aja aku sudah bahagia. Mungkin akan ada hal yang lebih indah dan beharga dibanding ini (ucap tenang ku dalam hati).
Sebenar nya aku juga malu, karena aku gak bisa membawa kemenangan untuk Provinsi Kal-Bar. Tapi syukurnya, salah satu teman ku berhasil meraih juara II, setidaknya bawa naik daun Provinsi kami. Hemmm
Satu kata bijak yang membuat ku tetap semangat “KEBAHAGIAAN SEJATI AKAN KITA DAPATKAN KETIKA KITA MENGABDIKAN DIRI PADA TUJUAN YANG LUHUR.”
Tetap semangat ya guys, jangan hanya mengejar selempang. Jadilah duta yang terus menginspirasi banyak orang, meski tanpa mengenakan selempang. Semoga kita terkenal bukan karena selempang, akan tetapi karena apa yang udah kita lakuin untuk orang sekitar.
Senang bisa bertemu dan mengenal kalian, selanjutnya sampai jumpa di lain tempat ya. J


Demi PCC, Remaja Untuk Remaja

Ketika Indonesia sedang gencar-gencarnya PCC, aku fikir bahwa gedung PCC yang ada di Kota Pontianak lah yang sedang buming di Negeri ini.
Ternyata aku salah PCC yang dimaksud adalah gabungan dari 3 obat, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Di kebanyakan negara, obat kombinasi ini tidak dijual secara bebas karena termasuk obat keras. Oleh sebab itu, menjualnya secara sembarangan termasuk hal yang ilegal.
Beberapa hari lalu, Indonesia dikejutkan dengan berita puluhan remaja yang dilarikan ke rumah sakit akibat berperilaku aneh setelah mengonsumsi obat ilegal, PCC. Korban-korban tersebut mengalami gangguan mental, sehingga harus berada dalam pengawasan medis.
Kasian banget kan ya ?
Iyalah, so ini salah siapa ? Si anak ? Orangtua ? atau Negara ?
Menyudutkan salah satu dari ketiga hal diatas gak mungkin juga, setiap manusia mempunyai hak untuk apa dan mengapa. Tinggal memikirkan saja dampak kedepannya seperti apa. Orang yang berfikir rasional akan mampu berfikir positif. Selanjutnya, orangtua harus lebih berhati-hati dan memperhatikan anak-anak nya dalam bergaul.
Jika hal ini terus berlangsung dan memakan banyak korban. Akan jadi apa Negeri ini ? Guys, Penyalahgunaan obat PCC telah banyak membawa korban yang mayoritas usia muda dan pelajar. Generasi bangsa perlahan akan hancur, Negeri ini akan luluh lantah berantakan.
Ingat, Kita adalah satu dari banyak remaja yang ada di Negeri ini. Apa kita hanya diam saja ? apa kita hanya cukup merasakan takut didalam selimut ? It’s no true...
Bagaimana kondisi adik-adik kita yang tidak mempunyai sanak keluarga ? bagaimana nasib teman-teman kita yang kurang dalam pengetahuan ? siapa yang akan membantu mereka agar terhindar dari hal-hal seperti itu.
Kita harus aktif guys, kita harus menjalin komunikasi dan memberikan pemahaman pada mereka tentang efek negatif pemakaian obat terlarang. Jika mereka merasa sakit atau tidak enak badan, pastikan kita memberikan pengetahuan kepada mereka, agar mereka mengonsumsi obat yang benar. Selain itu, ajari juga mereka untuk tidak mudah menerima makanan dari orang asing, apalagi jika diiming-imingi kesehatan, kepintaran.
Kita memang tidak bisa membantu banyak, namun dari hal kecil dan dilakukan oleh banyak orang. Hal itu akan menjadi suatu keajaiban yang besar. Percayalah itu.


Sambut Masa ABG, MENTAL Harus Sip..

                         
ABG alias anak baru gede, barangkali masa-masa ABG adalah saat yang cukup kamu nantikan. Umumnya, istilah itu disandang kamu-kamu yang duduk di bangku akhir SD, SLTP, atau awal-awal SMU. Yang baru selesai SD, udah ngebayangin enaknya jadi anal SLTP, dan yang baru lulus SLTP, mimpiin asyiknya pake putih abu-abu. Lantas, seharusnya bagaimana cara menyambut masa ABG ?

(http://www.harapanrakyat.com/wp-content/uploads/2012/09/abg-hilang-ciamis-harapanrakyat.jpg)

Masa ABG adalah istilah lain bagi datangnya masa pubertas. Bagi seorang gadis, masa puber ditandai dengan menstruasi. Dan bagi laki-laki biasanya ditandai dengan mimpi basah. Ketika sudah memasuki masa masa tersebut, maka akan banyak perubahan yang terjadi. Baik itu perubahan fisik maupun mental. Setiap perubahan, kadang ada yang menyenangkan, kadang pula ada yang tidak menyenangkan.
Saat kita akan menghadapi perubahan, ada satu keterampilan yang pengen penulis kasi tau dan yang harus kalian persiapkan, yaitu:
-      Keterampilan Mental
“Kamu kudu siap mental menghadapi perubahan tubuhmu. Dan yang terpenting menyiapkan bekal kamu untuk jadi dewasa.”
Memasuki fase yang berbeda, menuntut kita untuk berfikir kedepan alias maju. Jangan seperti anak-anak lagi, karena banyak orang bilang bahwasanya itu tidak sesuai. Keterampilan mental disini, maksudnya adalah keterampilan mempercayai dan menghargai diri sendiri sehingga kita mampu mengevaluasi diri sendiri serta dapat mengukur suatu perbuatan dari segi baik atau buruknya.

Selain itu kita juga harus berfikir positif mengenai suatu hal, peristiwa, kejadian atau pengalaman. Dan yang terpenting ketika kita dihadapi suatu masalah, keterampilan yang harus ada ialah “Mengambil keputusan dan Memecahkan masalah”. Tidak sedikit orang ketika mental belum siap, dan disuguhkan berbagai macam permasalahan tanpa fikir panjang ia akan mengakhiri hidupnya tanpa mau berfikir panjang. (end)

Surat MABA Untuk Panitia

26-30 Agustus kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kepada mahasiswa baru. Di hari ke-3 kegiatan itu berlangsung, para protokoler yang sedang memberikan arahan kepada mahasiswa baru, menyuruh para maba untuk membuat surat/ kesan pesan untuk panitia atau teman kelompok. 
Berbicara kesan pesan, kali ini penulis akan mempublish salah satu tulisan dari seorang maba. Penulis tak begitu mengenalnya, sebagai sekretaris panitia penulis hanya memberi jawaban ketika ia bertanya tentang kampus. 



Langsung aja baca tulisannya yuks :

Aprilla Asmarani, 29 Agustus 2017

Teruntuk kakak Suci Nurul Baiti
Pelangi sore muncul di langit yang orange
Berwarna lembut dan menyejukkan hati
Burung-burung pun seakan berkicau
Menyambut cahaya senja
          Rembulan datang
          Menyinari malam yang gelap
          Wajahmu tak seindah rembulan
          Tetapi, hari dan jiwa penolongmulah
          Yang membuatmu seperti rembulan
Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Dari aku yang sering bertanya kepadamu
Selalu kau jawab dengan ramah dan senyuman
Manis madu, tak semanis senyummu
          Teruntuk kak Suci
          Tetaplah menjadi rembulan yang bercahaya lembut
          Walaupun, banyak orang tidak menyukaimu
          Tetaplah kau tebarkan cahaya lembutmu itu
          Tebarkanlah senyum manis yang tak seindah manis madu itu
Teruntuk kak  Suci
Jadilah sebagai kupu-kupu
Yang tampak indah dilihat
Yang selalu mengukir senyuman
Bagi yang melihat keindahan sayapmu
Kepakkan sayapmu walaupun engkau terluka.


Hahaha, tulisan ini memang tertuju untuk penulis. bukan bermaksud apa, penulis hanya ingin menghargai tulisan tersebut dengan mempublish di blog penulis.
terimakasih dek Aprillia.
Terimakasih juga untuk pembaca. :)

Empat Tips Menghadapi Kenakalan Remaja

Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik, yaitu sekitar usia 20 tahun. Usia remaja berada dalam usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Ketika seorang anak baru saja menginjak masa remaja, maka ia akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Karena Masa remaja itu dapat dikatakan sebagai masa di mana remaja dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial mereka, yang mana perubahan tersebut akan berbenturan dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Di usia remaja akan banyak masalah dan tekanan yang akan dialami berkaitan dengan perubahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang kerap muncul, permasalahan itu menjadi sangat kompleks dan memiliki dampak yang sangat buruk. Kita ambil contoh di Indonesia, banyak berita-berita negatif mengenai remaja yang beredar. Sangat jelas bahwasanya permasalahan remaja di Indonesia semakin hari semakin meningkat, hal ini membawa remaja ke hal-hal yang tidak baik seperti narkoba, tawuran, free sex, bahkan hingga menyebabkan HIV/AIDS dan suicide.
Sudah saat nya kita menjadi remaja yang berfikir. Berfikir untuk maju, berfikir untuk sukses, dan berfikir untuk masa depan yang baik. Kesenangan yang dirasa melalui hal-hal yang dilarang, merupakan kesenangan yang membawa pada kehancuran. Ingat masih ada hari esok untuk dilalui. Nah agar kita terhindar dari kenakalan remaja yang mungkin sudah meluas di negeri ini, penulis punya beberapa tips ni guys :

(https://analisah.files.wordpress.com/2014/01/katakan-tidak-pada-kenakalan-remaja.jpg)
·       Tanamkan Nilai Moral dan Agama
Penanaman nilai moral dan agama menjadi sangat penting bagi setiap insan, karena ini merupakan suatu pondasi yang bisa membentengi seseorang dari perbuatan buruk. Jika saat ini kita merasa bahwa agama kita masih dangkal, mulai lah belajar. Karena tidak ada kata terlambat bagi seseorang yang mau belajar. Bukan kah didalam 8 fungsi keluarga, Fungsi Agama itu yang nomor satu ?
·       Jadilah Diri Sendiri
Masa remaja adalah masa kita untuk menunjukkan jati diri , ingin menunjukkan eksitensi diri dan ingin mencari hal-hal yang baru. Sehingga banyak remaja yang salah menunjukkannya. Adapun Salah satu bentuk faktor munculnya kenakalan remaja adalah dari hal yang “ikut-ikutan” “gengsi” dsb, sehingga ia tidak mau menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri bukan bearti kita tidak mau mendengar atau mengikuti orang lain. Akan tetapi, menjadi diri sendiri hendaknya kita mempunyai prinsip untuk hidup ini. Ketika mengikuti orang lain, kita harus tau pula kemana arah tujuan itu. Merusak kah ? atau membawa ke hal-hal positive ?
·       Memilih Teman yang Baik
 ‘Adi bin Zaid, seorang penyair Arab, berkata:
عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِي
إِذَا كُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ وَلاَ تُصَاحِبِ الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدِي

Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya
Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka
Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina
Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.
Jadi jelas, bahwa “Kita adalah Siapa Teman Kita”
         Agar kita tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negative, kita harus menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi diri kita guys. Namun bukan bearti kita tidak punya hak untuk mempengaruhi orang lain menuju ke hal yang positive. Penulis jadi ingat kalimat yang mengatakan “jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka ? berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka berkilaulah”
So, mempengaruhi lah dan jangan terpengaruh.
·       Berfikir Sebelum Bertindak
Kebanyakan orang yang terjerumus kedalam kenakalan remaja biasanya adalah orang yang sedang banyak pikiran. Mulai dari broken home, broken heart, masalah keuangan dan masih banyak lainnya. Disinilah peran penting dari berfikir kedepan sebelum bertindak. Sebelum kita melakukan sesuatu, hendaknya kita harus berfikir dahulu, ini salah atau tidak, menyimpang dari ajaran agama atau tidak, dampaknya kedepan apa dan lain-lain.

Itulah beberapa tips yang dapat penulis share, pada intinya kita harus tau dampak dari kenakalan remaja itu sendiri guys. Dengan mengetahui dampak negatif nya, maka kita akan berfikir 2x untuk terjun dalam dunia kenakalan remaja. Memang kadang tak mudah melakukan sesuatu yang benar, tapi remaja kuat pasti mampu berbuat yang benar dan membenarkan yang salah.

“Cukup menjadi remaja genre dengan mengatakan tidak pada nikahmuda, seks bebas, dan Napza.”

Keuntungan Ikut PBAK di IAIN Pontianak

Hai budak-budak, Ape kabar ni? Semoge yak kabar tu baek ye. J hehe
Nah, dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai salah satu informasi yang mungkin dicari oleh mahasiswa baru. Yapz, salah satunya adalah mengenai ospek di kampus. Untuk lebih detailnya, penulis akan membahas ospek/pbak di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Mau tau seperti apa? So, check this out yaa...


IAIN - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang dikenal juga sebagai kampus islam satu-satu nya di Kalimantan Barat juga melaksanakan pengenalan budaya akademik kemahasiswaan (PBAK)  kepada mahasiswa baru. Hal ini ditujukan agar nantinya mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan kampus, mengenal UKM UKK yang ada, menambah wawasan dalam penggunaan sarana pendidikan, mengajak mahasiswa untuk mematuhi norma-norma dan peraturan yang berlaku agar selama pendidikan mahasiswa tetap lancar sesuai dengan yang diimpikan. Bagi kalian mahasiswa baru IAIN, pasti bakal kepikiran seperti ini :
“PBAK di IAIN ITU SEPERTI APA YA ?”
Kalo dibilang seperti apa? Ya seperti itu lah kawan. Yang pada intinya mendidik kawan-kawan agar bisa menjadi mahasiswa yang terdidik. Lantas, apa saja keuntungan jika kita ikut PBAK ?
Disini penulis akan memberitahukan keuntungan ikut PBAK, ini menurut pengalaman penulis 2 tahun lalu ya..
1.   Tahu Budaya Kampus dan Fasilitas Studi
Dengan ikut PBAK kita akan tahu budaya akademik kemahasiswaan yang ada di kampus IAIN. Karena nantinya, akan ada pemateri-pemateri yang menjelaskan tentang budaya di kampus kita. So next, ketika udah masuk kuliah kalian tidak akan menjadi mahasiswa yang kuper.
2.   Punya Banyak Teman
Penulis rasa ini sudah jelas ya. Sudah dipastikan kalian punya banyak teman baik di dalam jurusan mapun di luar jurusan kalian. Fakta lapangan membuktikan, kalian akan di kelompokkan dengan jurusan bahkan fakultas yang berbeda-beda, dengan ini kalian akan lebih banyak kenal teman-teman yang lain.
3.   Tahu berbagai Unit kegiatan Mahasiswa
Saat PBAK nanti kalian tidak hanya monoton diberi materi aja kawan. Ada waktu nya kalian akan dikenali berbagai macam Unit kegiatan mahasiswa (UKM/UKK). Nah disitu, kalian akan melihat keunggulan di masing-masing UKM/UKK tersebut. Sehingga ketika udah masuk kuliah nanti, kalian bebas mau milih organisasi intern kampus yang mana.
4.   Kenal Abang/Kakak tingkat yang Kece Badai
Yuhuuu, ini ni yang penulis suka. Ikut PBAK kita bisa jauh lebih tahu dan kenal sama abang/kakak tingkat yang kece nya pake badai. Selain itu nanti kalian juga akan didampingi mentor yang ganteng”/cantik”. Bukan kenal sembarang kenal, kalian yang ikut PBAK akan menjadi salah satu mahasiswa baru yang beruntung karena bisa jauh lebih mengenal abang/kakak panitia.
5.   Merasakan Kebersamaan
Yang terakhir, dengan ikut PBAK kalian akan merasakan kebersamaan yang amat luar biasa hangat nya. Jarang-jarang loh bisa kumpul bareng rame-rame kaya gitu. Iya kan ?hehe



Oke kawan, mungkin hanya ini yang dapat penulis kasi tau apa saja sih keuntungan ikut PBAK. Mungkin kawan-kawan MABA nantinya akan punya keuntungan yang lain. Ingat, Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman penulis 2 tahun lalu ya.

Setelah mengetahui banyak banget keuntungan dari ikut PBAK di IAIN Pontianak, harapannya sih kita bisa memanfaatkan baik-baik kesempatan ini. Jangan sampai kita hanya jadi orang pintar yang tidak punya karakter bahkan menghindarkan diri dari nilai luhur. Namun pesan penulis, jangan jadi air yang mengalir terus! Apabila kalian merasa kalau ada yang tidak beres dan tidak benar, silakan berpendapat. Dan pesan penulis, bawa keprofesian kalian terus dan tanamkan. Jangan mau digusur oleh sekumpulan orang-orang yang tidak berpengalaman guys! Keep SMART dan DO YOUR BEST!

"FORMADIKSI" Study Tour ke Pare

Siapa sih yang tak ingin ke Pare ?, salah satu kampung yang berada di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.
Tahun ini mahasiswa IAIN Pontianak berkesempatan menyelenggarakan study tour ke Pare. Kegiatan yang diselenggarakan oleh forum mahasiswa bidikmisi (FORMADIKSI) IAIN Pontianak berhasil membawa 22 mahasiwa dari 3 fakultas yang berbeda. Yakni dari Fakultas Tarbiyah (FTIK), Fakultas Syariah (FSEI), dan Fakultas Dakwah (FUAD).



Kampung Pare biasa disebut kampung inggris, tempat dimana orang-orang belajar bahasa Inggris. Jadi, 22 mahasiswa dari 3 fakultas tersebut belajar bahasa Inggris di Pare.
Study tour tersebut berlangsung selama satu bulan. Bukan hanya belajar saja yang mereka lakukan, akan tetapi mereka juga berkesempatan untuk praktek dengan para turis di Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Mahrozi salah satu Mahasiswa yang ikut studi tour ke Pare.
“Kami study tour ke Pare mengambil paket satu bulan dan ujian praktek di Bali berbicara bahasa inggris sama turis-turis yang ada di Bali.”
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan basic bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Setelah tahun lalu kegiatan tersebut berjalan dengan suskes, maka tahun ini Formadiksi juga telah mensukseskannya kegiatan tersebut.


Harapan bagi para peyelenggara studi tour ke Pare ialah berharap agar para mahasiswa lebih baik dalam berbahasa inggris dan dapat meningkatkan prestasi akademik. Selain itu juga,  pengalaman yang telah didapat dari tanah Jawa Timur, bisa dibawa ke Pontianak khususnya kampus tercinta.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahun oleh formadiksi agar Mahasiswa iain dapat mengembangkan basic bahasanya dan meningkatkan prestasi akademiknya.” Tutur Rozi. (end)

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan