Surat MABA Untuk Panitia

26-30 Agustus kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kepada mahasiswa baru. Di hari ke-3 kegiatan itu berlangsung, para protokoler yang sedang memberikan arahan kepada mahasiswa baru, menyuruh para maba untuk membuat surat/ kesan pesan untuk panitia atau teman kelompok. 
Berbicara kesan pesan, kali ini penulis akan mempublish salah satu tulisan dari seorang maba. Penulis tak begitu mengenalnya, sebagai sekretaris panitia penulis hanya memberi jawaban ketika ia bertanya tentang kampus. 



Langsung aja baca tulisannya yuks :

Aprilla Asmarani, 29 Agustus 2017

Teruntuk kakak Suci Nurul Baiti
Pelangi sore muncul di langit yang orange
Berwarna lembut dan menyejukkan hati
Burung-burung pun seakan berkicau
Menyambut cahaya senja
          Rembulan datang
          Menyinari malam yang gelap
          Wajahmu tak seindah rembulan
          Tetapi, hari dan jiwa penolongmulah
          Yang membuatmu seperti rembulan
Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Dari aku yang sering bertanya kepadamu
Selalu kau jawab dengan ramah dan senyuman
Manis madu, tak semanis senyummu
          Teruntuk kak Suci
          Tetaplah menjadi rembulan yang bercahaya lembut
          Walaupun, banyak orang tidak menyukaimu
          Tetaplah kau tebarkan cahaya lembutmu itu
          Tebarkanlah senyum manis yang tak seindah manis madu itu
Teruntuk kak  Suci
Jadilah sebagai kupu-kupu
Yang tampak indah dilihat
Yang selalu mengukir senyuman
Bagi yang melihat keindahan sayapmu
Kepakkan sayapmu walaupun engkau terluka.


Hahaha, tulisan ini memang tertuju untuk penulis. bukan bermaksud apa, penulis hanya ingin menghargai tulisan tersebut dengan mempublish di blog penulis.
terimakasih dek Aprillia.
Terimakasih juga untuk pembaca. :)

Empat Tips Menghadapi Kenakalan Remaja

Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik, yaitu sekitar usia 20 tahun. Usia remaja berada dalam usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Ketika seorang anak baru saja menginjak masa remaja, maka ia akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Karena Masa remaja itu dapat dikatakan sebagai masa di mana remaja dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial mereka, yang mana perubahan tersebut akan berbenturan dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Di usia remaja akan banyak masalah dan tekanan yang akan dialami berkaitan dengan perubahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang kerap muncul, permasalahan itu menjadi sangat kompleks dan memiliki dampak yang sangat buruk. Kita ambil contoh di Indonesia, banyak berita-berita negatif mengenai remaja yang beredar. Sangat jelas bahwasanya permasalahan remaja di Indonesia semakin hari semakin meningkat, hal ini membawa remaja ke hal-hal yang tidak baik seperti narkoba, tawuran, free sex, bahkan hingga menyebabkan HIV/AIDS dan suicide.
Sudah saat nya kita menjadi remaja yang berfikir. Berfikir untuk maju, berfikir untuk sukses, dan berfikir untuk masa depan yang baik. Kesenangan yang dirasa melalui hal-hal yang dilarang, merupakan kesenangan yang membawa pada kehancuran. Ingat masih ada hari esok untuk dilalui. Nah agar kita terhindar dari kenakalan remaja yang mungkin sudah meluas di negeri ini, penulis punya beberapa tips ni guys :

(https://analisah.files.wordpress.com/2014/01/katakan-tidak-pada-kenakalan-remaja.jpg)
·       Tanamkan Nilai Moral dan Agama
Penanaman nilai moral dan agama menjadi sangat penting bagi setiap insan, karena ini merupakan suatu pondasi yang bisa membentengi seseorang dari perbuatan buruk. Jika saat ini kita merasa bahwa agama kita masih dangkal, mulai lah belajar. Karena tidak ada kata terlambat bagi seseorang yang mau belajar. Bukan kah didalam 8 fungsi keluarga, Fungsi Agama itu yang nomor satu ?
·       Jadilah Diri Sendiri
Masa remaja adalah masa kita untuk menunjukkan jati diri , ingin menunjukkan eksitensi diri dan ingin mencari hal-hal yang baru. Sehingga banyak remaja yang salah menunjukkannya. Adapun Salah satu bentuk faktor munculnya kenakalan remaja adalah dari hal yang “ikut-ikutan” “gengsi” dsb, sehingga ia tidak mau menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri bukan bearti kita tidak mau mendengar atau mengikuti orang lain. Akan tetapi, menjadi diri sendiri hendaknya kita mempunyai prinsip untuk hidup ini. Ketika mengikuti orang lain, kita harus tau pula kemana arah tujuan itu. Merusak kah ? atau membawa ke hal-hal positive ?
·       Memilih Teman yang Baik
 ‘Adi bin Zaid, seorang penyair Arab, berkata:
عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِي
إِذَا كُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ وَلاَ تُصَاحِبِ الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدِي

Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya
Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka
Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina
Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.
Jadi jelas, bahwa “Kita adalah Siapa Teman Kita”
         Agar kita tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negative, kita harus menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi diri kita guys. Namun bukan bearti kita tidak punya hak untuk mempengaruhi orang lain menuju ke hal yang positive. Penulis jadi ingat kalimat yang mengatakan “jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka ? berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka berkilaulah”
So, mempengaruhi lah dan jangan terpengaruh.
·       Berfikir Sebelum Bertindak
Kebanyakan orang yang terjerumus kedalam kenakalan remaja biasanya adalah orang yang sedang banyak pikiran. Mulai dari broken home, broken heart, masalah keuangan dan masih banyak lainnya. Disinilah peran penting dari berfikir kedepan sebelum bertindak. Sebelum kita melakukan sesuatu, hendaknya kita harus berfikir dahulu, ini salah atau tidak, menyimpang dari ajaran agama atau tidak, dampaknya kedepan apa dan lain-lain.

Itulah beberapa tips yang dapat penulis share, pada intinya kita harus tau dampak dari kenakalan remaja itu sendiri guys. Dengan mengetahui dampak negatif nya, maka kita akan berfikir 2x untuk terjun dalam dunia kenakalan remaja. Memang kadang tak mudah melakukan sesuatu yang benar, tapi remaja kuat pasti mampu berbuat yang benar dan membenarkan yang salah.

“Cukup menjadi remaja genre dengan mengatakan tidak pada nikahmuda, seks bebas, dan Napza.”

Keuntungan Ikut PBAK di IAIN Pontianak

Hai budak-budak, Ape kabar ni? Semoge yak kabar tu baek ye. J hehe
Nah, dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai salah satu informasi yang mungkin dicari oleh mahasiswa baru. Yapz, salah satunya adalah mengenai ospek di kampus. Untuk lebih detailnya, penulis akan membahas ospek/pbak di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Mau tau seperti apa? So, check this out yaa...


IAIN - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang dikenal juga sebagai kampus islam satu-satu nya di Kalimantan Barat juga melaksanakan pengenalan budaya akademik kemahasiswaan (PBAK)  kepada mahasiswa baru. Hal ini ditujukan agar nantinya mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan kampus, mengenal UKM UKK yang ada, menambah wawasan dalam penggunaan sarana pendidikan, mengajak mahasiswa untuk mematuhi norma-norma dan peraturan yang berlaku agar selama pendidikan mahasiswa tetap lancar sesuai dengan yang diimpikan. Bagi kalian mahasiswa baru IAIN, pasti bakal kepikiran seperti ini :
“PBAK di IAIN ITU SEPERTI APA YA ?”
Kalo dibilang seperti apa? Ya seperti itu lah kawan. Yang pada intinya mendidik kawan-kawan agar bisa menjadi mahasiswa yang terdidik. Lantas, apa saja keuntungan jika kita ikut PBAK ?
Disini penulis akan memberitahukan keuntungan ikut PBAK, ini menurut pengalaman penulis 2 tahun lalu ya..
1.   Tahu Budaya Kampus dan Fasilitas Studi
Dengan ikut PBAK kita akan tahu budaya akademik kemahasiswaan yang ada di kampus IAIN. Karena nantinya, akan ada pemateri-pemateri yang menjelaskan tentang budaya di kampus kita. So next, ketika udah masuk kuliah kalian tidak akan menjadi mahasiswa yang kuper.
2.   Punya Banyak Teman
Penulis rasa ini sudah jelas ya. Sudah dipastikan kalian punya banyak teman baik di dalam jurusan mapun di luar jurusan kalian. Fakta lapangan membuktikan, kalian akan di kelompokkan dengan jurusan bahkan fakultas yang berbeda-beda, dengan ini kalian akan lebih banyak kenal teman-teman yang lain.
3.   Tahu berbagai Unit kegiatan Mahasiswa
Saat PBAK nanti kalian tidak hanya monoton diberi materi aja kawan. Ada waktu nya kalian akan dikenali berbagai macam Unit kegiatan mahasiswa (UKM/UKK). Nah disitu, kalian akan melihat keunggulan di masing-masing UKM/UKK tersebut. Sehingga ketika udah masuk kuliah nanti, kalian bebas mau milih organisasi intern kampus yang mana.
4.   Kenal Abang/Kakak tingkat yang Kece Badai
Yuhuuu, ini ni yang penulis suka. Ikut PBAK kita bisa jauh lebih tahu dan kenal sama abang/kakak tingkat yang kece nya pake badai. Selain itu nanti kalian juga akan didampingi mentor yang ganteng”/cantik”. Bukan kenal sembarang kenal, kalian yang ikut PBAK akan menjadi salah satu mahasiswa baru yang beruntung karena bisa jauh lebih mengenal abang/kakak panitia.
5.   Merasakan Kebersamaan
Yang terakhir, dengan ikut PBAK kalian akan merasakan kebersamaan yang amat luar biasa hangat nya. Jarang-jarang loh bisa kumpul bareng rame-rame kaya gitu. Iya kan ?hehe



Oke kawan, mungkin hanya ini yang dapat penulis kasi tau apa saja sih keuntungan ikut PBAK. Mungkin kawan-kawan MABA nantinya akan punya keuntungan yang lain. Ingat, Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman penulis 2 tahun lalu ya.

Setelah mengetahui banyak banget keuntungan dari ikut PBAK di IAIN Pontianak, harapannya sih kita bisa memanfaatkan baik-baik kesempatan ini. Jangan sampai kita hanya jadi orang pintar yang tidak punya karakter bahkan menghindarkan diri dari nilai luhur. Namun pesan penulis, jangan jadi air yang mengalir terus! Apabila kalian merasa kalau ada yang tidak beres dan tidak benar, silakan berpendapat. Dan pesan penulis, bawa keprofesian kalian terus dan tanamkan. Jangan mau digusur oleh sekumpulan orang-orang yang tidak berpengalaman guys! Keep SMART dan DO YOUR BEST!

"FORMADIKSI" Study Tour ke Pare

Siapa sih yang tak ingin ke Pare ?, salah satu kampung yang berada di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.
Tahun ini mahasiswa IAIN Pontianak berkesempatan menyelenggarakan study tour ke Pare. Kegiatan yang diselenggarakan oleh forum mahasiswa bidikmisi (FORMADIKSI) IAIN Pontianak berhasil membawa 22 mahasiwa dari 3 fakultas yang berbeda. Yakni dari Fakultas Tarbiyah (FTIK), Fakultas Syariah (FSEI), dan Fakultas Dakwah (FUAD).



Kampung Pare biasa disebut kampung inggris, tempat dimana orang-orang belajar bahasa Inggris. Jadi, 22 mahasiswa dari 3 fakultas tersebut belajar bahasa Inggris di Pare.
Study tour tersebut berlangsung selama satu bulan. Bukan hanya belajar saja yang mereka lakukan, akan tetapi mereka juga berkesempatan untuk praktek dengan para turis di Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Mahrozi salah satu Mahasiswa yang ikut studi tour ke Pare.
“Kami study tour ke Pare mengambil paket satu bulan dan ujian praktek di Bali berbicara bahasa inggris sama turis-turis yang ada di Bali.”
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan basic bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Setelah tahun lalu kegiatan tersebut berjalan dengan suskes, maka tahun ini Formadiksi juga telah mensukseskannya kegiatan tersebut.


Harapan bagi para peyelenggara studi tour ke Pare ialah berharap agar para mahasiswa lebih baik dalam berbahasa inggris dan dapat meningkatkan prestasi akademik. Selain itu juga,  pengalaman yang telah didapat dari tanah Jawa Timur, bisa dibawa ke Pontianak khususnya kampus tercinta.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahun oleh formadiksi agar Mahasiswa iain dapat mengembangkan basic bahasanya dan meningkatkan prestasi akademiknya.” Tutur Rozi. (end)

Antara Merdeka dan Kehancuran

Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Sangatlah menarik perhatian dalam melukiskan jalannya sejarah duniawi dalam pembelaan dari kemerdekaan silam.
Merdeka, bagi Indonesia merupakan hak segala bangsa. Hal itu sudah termakhtub dalam pembukaan UUD 1945. Negara Indonesia menentang segala bentuk penjajahan, karena pada dasarnya hal itu melanggar asas kemanusiaan dan keadilan.


Berbicara kemerdekaan sama hal nya kita berbicara tentang hukum. Why I say the Law ? Banyak orang yang mengatakan bahwa Negara kita sudah merdeka, ya merdeka dari penjajah. Namun jika ditinjau dari kesejahteraan masyarakat, apakah sudah merdeka ?
Masih banyak kesenjangan hukum yang terjadi di Indonesia, maka dari itu saya berpendapat bahwasanya Indonesia belumlah sepenuh nya merdeka. Kesejahteraan masyarakat masih banyak belum terpenuhi. Banyak para petinggi bermain dibelakang. Bahkan bentuk penjajahan pun merajalela di negara kita, meski sedikit yang memahami hal tersebut.
Hukum dan Pemerintah tidak seperti Pahlawan. Jika Pahlawan bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya membela Negara ini, lantas hukum apakah sudah sepenuhnya menjalankan ketentuan hukum yang berlaku ?
Pemerintahan yang berkonstitusi dalam suatu negara juga erat hubungannya dengan persoalan apakah negara itu sebaiknya diperintah oleh orang yang terbaik ataupun oleh hukum yang terbaik ?, karena suatu pemerintahan yang memperhatikan kesejahteraan kaulanya adalah pula suatu pemerintahan yang berdasarkan hukum.
Merebut kata merdeka tak semudah membalikkan telapak tangan, konon para pejuang harus menumpahkan darah dan airmata. Dengan merdeka nya beberapa tahun lalu, membuat hal itu dimuat dalam pasal 28A-28 J tentang Hak Asasi Manusia. Dimana setiap manusia ber hak mendapatkan perlindungan dari negara, karena keberadaan negara tidak terlepas dari upaya menjaga, menjamin, dan melindungi hak-hak warganya.
Ketika negara menjadi penjamin terlaksananya hak-hak warga negara, apakah saat ini sudah terpenuhi ?
Come on guys, berfikir yang jernih.
Bukan kah kita juga sering berpendapat bahwa hukum tajam dibawah dan tumpul di atas. Itu artinya Negara belum lah sepenuh nya memberikan hak yang seutuhnya kepada warga negara itu sendiri. Yang salah dibenarkan, yang benar di salahkan. Seharusnya negara lah yang memberikan pemberdayaan kepada rakyat, agar rakyat mampu memberikan partisipasi yang positif. Bukan malah sebaliknya.
Membentuk karakter pahlawan dalam diri kita memang lah sulit, namun hal itu bisa kita lakukan. Menurut salah satu mahasiswa IPB, M labib Naufaldi mengatakan bahwasanya ada 3 kekuatan super pahlawan untuk masa kini yaitu : Daya Magic Hati Nurani, Akal Sehat yang Anti Sesat, dan The Power of Berani-Jujur.
-      Setiap insan pastinya memiliki hati nurani. Kehebatan hati yang tanpa kita sadari, mampu mendatangkan daya dorong yang amat luar biasa yang secara ajaib mampu menggerakkan untuk mengubah keadaan. Meski secara profesi, finansial, bahkan usia banyak diremehkan namun dengan kekuatan nurani lah akan membantu kita untuk melakukan perubahan hal yang besar.
-      Kita bisa menjadi pahlawan sejak di dalam fikiran. Akal fikir yang sehat akan menciptakan gerakan yang positive. Memelihara akal sehat perlu keteguhan dalam memegang idealisme dan pedoman hidup agar otak mampu tetap bekerja meski godaan nafsu menghantui. Akal sehat adalah suatu pemikiran manusia di alam sadar, yang berfikir jauh tentang dampak yang akan muncul jika melakukan sesuatu.
-      Orang yang berani mengeluarkan suara/pendapat bisa kita hitung berapa banyak. Banyak masyarakat diam, menutup mulut tak mau menyampaikan kebenaran. Entahlah apa yang membuat mulut nya bungkam dan enggan untuk berbicara. Sudah saat nya lah kita membuka mulut dan bersuara. Dengan kunci berani-jujur, maka kita akan mampu menghancurkan pemikiran para petinggi-petinggi yang curang.
Dari ketiga kekuatan super tersebut, siapa pun bisa jadi pahlawan. Bahkan kita bisa mewujudkan kemerdekaan yang di impikan banyak orang. Merdeka dari kejahatan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari ketidakadilan, merdeka dari pemerintah yang kejam, merdeka dari hukum yang curang, merdeka dari penjajah bermuka 2, merdeka dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Bangkitlah wahai pemuda/pemudi Indonesia, perjuangan tidak boleh berhenti. Dan ini haruslah diteruskan untuk dapat mempertahankan kemerdekaan Tanah Air tercinta ini.
Sekali lagi saya tegaskan, kemerdekaan bukan hanya sekedar merayakan akan tetapi awal meluruskan niat membangkitkan semangat untuk terus mengkobarkan bendera merah putih. Jangan sampai Negeri kita hancur di tangan-tangan para penghancur, jadikanlah negara kita sebagai negara yang betul-betul merangkul dan mengayomi rakyatnya.

Langkah Masa Peralihan Remaja ke Masa Dewasa



Pemerintah mewajibkan anak belajar 12 tahun, namun fakta dilapangan tak sesuai harap pemerintah.
Tak perlu jauh-jauh, penulis mengamati dilingkungan sekitar bahwasanya masih ada remaja yang hanya lulusan SD bahkan tidak sekolah.  Mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah, faktor ekonomi. Sehingga para orang tua enggan untuk menyekolahkan anaknya.
Banyak yang mengatakan mengemban ilmu tak mesti disekolah formal. Hal itu bisa didapatkan dimana saja, misalnya di forum diskusi, majlis ta’lim, atau lain semacamnya.
Gini guys,  kita perlu tahu juga masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya.
Masa’ iya , tanpa pendidikan tanpa informasi tanpa pengetahuan seorang remaja yang beranjak dewasa akan bisa mendapatkan kehidupan yang  lebih baik. ?
Nah, disini penulis akan kasi tau kalian 5 transisi kehidupan remaja.
1.   Melanjutkan Pendidikan
Seorang anak yang mungkin baru lulus TK sudah seharusnya melanjutkan pendidikan. Misalnya masuk SD atau MI. Begitu pula kalo tamat SMP/SMA kita harus melanjutkan pendidikan dan mencari ilmu. Bukan kah didalam agama islam mencari ilmu itu suatu hal yang diwajibkan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan”.
So,kita harus terus menuntut ilmu ya dengan melanjutkan pendidikan. Don’t stop, okay.
2.   Mencari Pekerjaan
Usai melanjutkan pendidikan, selanjutnya kita harus mencari pekerjaan. Tentunya pekerjaan yang halal ya guys, agar hidup lebih barokah. Apabila kita sudah memiliki pekerjaan, otomatis juga dapat menunjag kehidupan yang lebih baik. Memang rezki itu sudah ada yang ngatur, tapi sebagai manusia kita harus berusaha dan selalu berusaha. Seorang remaja yang beranjak dewasa, wajib ni mencari pekerjaan agar kebutuhan ekonomi ketika bekeluarga akan mencukupi. J
3.   Mempersiapkan Diri Untuk Hidup Berkeluarga
Kita harus ingat guys bahwasanya Status kita setelah menikah/berkeluarga bukan lagi sebagai lajang. Kita harus mampu merencanakan kehidupan keluarga kita untuk masa depan. So, Mulailah dengan merencanakan kondisi financial setelah menikah, merencanakan kapan mempunyai anak, dan belajar mengenai kewajiban sebagai seorang istri/suami.
4.   Melibatkan Diri Untuk Terjun ke Masyarakat
Manusia itu makhluk sosial, bagaimanapun pasti membutuhkan orang lain. Kita harus mampu terjun ke masyarakat, menjalin silaturahmi, bersosial, dan menebar kebaikan. Saat kita terjun langsung ke masyarakat itu artinya rasa kepedulian pada masyarakat sudah tertanam di diri kita.
5.   Mempraktikkan Hidup Bersih dan Sehat
Dengan mempraktekkan hidup bersih dan sehat, artinya kita lagi menjaga kesehatan keluarga. Hal tersebut merupakan karakter yang harus dibiasakan oleh siapapun itu. Sehingga terbentuk paradigma sehat dalam diri kita yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Oke guys, mungkin hanya itu yang dapat penulis paparkan. Semoga bermanfaat , jadilah Remaja Yang Cerdas, Kreatif, Percaya Diri, dan Berpotensi.

Umur berapa sih ideal nya laki-laki dan wanita menikah ?

Salam !

Umur seseorang ketika wisuda itu, rata-rata dari umur 21 sampai 25 tahun ? Betul gak ? Sehingga banyak yang bingung, mau lanjut belajar ? Nikah ? Atau kerja ?
Menyinggung kata nikah , mayoritas orang lebih memilih untuk menikah di usia tua. Berbagai macam alasan seperti meniti karier, meneruskan pendidikan atau memantapkan diri agar bisa optimal mengurus keluarga.
Padahal, menikah di usia antara 21 hingga 25 tahun terbukti bisa mendatangkan beberapa keuntungan.
Apalagi bagi mereka yang sudah tak tahan untuk menahan "gejolak" yang sudah membara dalam hati.
Nah, berikut adalah 5 keuntungan yang akan kamu dapatkan jika berani menikah di usia muda antara 21 hingga 25 tahun.
1. Mengeksplor hidup di usia muda bersama pasangan.
2. Lebih semangat mencari nafkah.
3. Mempunyai energi lebih banyak untuk membesarkan buah hati.
4. Organ kewanitaan berada dalam puncak produktif.
5. Kehidupan pernikahan yang lebih dinamis.
.
Selain itu, di usia 21 (wanita) 25 (pria) merupakan ideal usia pernikahan guys !!!
Why ? Karena aspek yang mendukung dari Pendewasaan Usia Pernikahan ini ialah..
1. Kesehatan/kematangan alat Reproduksi
2. Kesiapan pendidikan oleh remaja
3. Kesiapan mental/psikologis
4. Kesiapan ekonomi

"Rencanakan waktu nikahmu seperti kamu merencanakan nasib hidupmu" 😊😊😊

Saya mah 2020 aja, kalo ditanya pasti jawab nya 2020. Karena bagaimanapun kita harus punya target guys, ya meskipun calon nya masih samar samar 😯 banyak2 doa aja semoga yang di harap itu lah jodohnya 😊.
Jadi ingat kata ustad, kalo ada orang nanya kapan nikah jangan jawab "weleeh masih lama" "weleeh, nanti nanti-nanti lah" eh giliran jodoh nya gak dateng dateng, malah berdoa (ya Allah berilah hamba jodoh) ntar malaikat juga bilang "welehh nanti2 saja lah".
Haha makanya guys, ucapan tu adalah do'a...
Jadi ingat kata wirda manyur, ngomong tu yang baek2 , ape yang kite omong bakal jadi do'a. Kalo pengen nikah tahun segini, yaudah klo ada orang nanya bilang aja segitu. Siapa tau doa nya di kabulin kan yak ? Masalah itu siapa, semoga aja orang baek 😁..
#persiapkanmentalmu 😂😃😃

@forumgenrekalbar  @berbaginasehat   @berbagisemangatcom

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan