12 Jam Sebelum Melahirkan


Sejak muncul flek dari pagi hari tadi, perutku mulai terasa sakit. Ya walau sakitnya hilang datang , kata orang *biasalah* itu namanya kontraksi palsu.

Entah kenapa feeling ku mengatakan bahwa 1×24 jam aku akan melahirkan, kenapa ? Karena sejak ba'da sholat magrib perut ku mulai bertambah rasa sakitnya dan kali ini membutuhkan waktu yang cepat untuk merasakan hilang datang sakitnya.

Untuk meredakan rasa sakit itu, aku berinisiatif untuk berbelanja baju dan makan sushi. Lalu ku ajak salah satu sahabatku ,panggil saja hepa untuk pergi menemaniku.

Sesampai di warung sushi perut ku lagi lagi terasa sakit, ya walau masih bisa ku tahan. Tapi sakit kali ini sungguh berbeda dari sakit perut biasanya. Hepa mulai kebingungan karena melihatku makan sambil menahan rasa sakit.

"Cii, kau kuat yak?", Tanya hepa

"InsyaAllah kuat, kalo aku tak mampu kau langsung Jak bawa aku ke klinik ye." Ucapku.


1 jam berlalu, 

Makanan yang kami pesan masih tersisa, satu porsi Takoyaki yang masih utuhpun akhirnya kami bungkus. Selanjutnya kami pergi ke rumah makan, karena ada titipan dari orangtuaku.

Lagi lagi sakit perut ini membuatku emosi, sakit tapi bingung harus bagaimana. Kucoba untuk mengatur nafas agar bisa sampai dirumah. Sesampai di rumah aku cepat masuk ke kamar, merebah kan diri sembari mencari posisi ternyaman.

Tapi, semua sia-sia. Sakit ini semakin menjadi.

Aku bingung , kucoba cari mama tapi mamaku lagi keluar. Kucoba hubungi suami, tapi suamiku lagi ngajar di pondok pesantren. Kebetulan hepa masih ada didepan rumah , dan saat itu rumahku lagi ramai teman bapakku karena ada rapat.

Ku telfon hepa untuk membantuku mengemaskan sisa-sisa barang yang belum sempat ku masukkan ke dalam tas.

Ternyata hepa juga bingung harus berbuat apa, tanpa pikir panjang hepa langsung memanggil bapakku yang lagi rapat di ruang tamu. Akhirnya aku dibawa ke klinik Annisa bersama bapak, hepa, dan teman bapakku.

Sesampai di sana, ternyata suami beserta mertua sudah menunggu. Aku pun di periksa.

Masih sangat jelas terasa ketika jari tangan bidan mulai memeriksa ku, ternyata belum ada pembukaan.

Aku pun disuruh pulang, malam itu aku pulang kerumah mertua, karena jarak tempuh ke klinik tidaklah terlalu jauh.

Sakit semakin menjadi,

Hingga pukul 2 dini hari aku pergi ke klinik lagi, setelah diperiksa ternyata baru pembukaan 1.

Aku benar-benar tidak tahan , baru kali ini aku tidak bisa menahan rasa sakit.

Tepat pukul 3 lewat akhirnya sudah pembukaan 8, dan ketika pukul 4 aku merasakan ada yang meletus didalam perut ku. Yaaa itu air ketuban yang pecah. Air mulai mengalir, keluar secara perlahan. Para bidan dll pun mulai menyiapkan peralatan , untuk membantuku persalinan.

Rasanya aku mau meninggal, pasrah antara hidup atau mati. Namun aku harus tetap berjuang agar aku bisa melihat bayi mungilku. Berulang kali aku berteran , tapi sungguh sangat sangat susah. Sakit mulai tak terbendung, aku mulai angkat tangan kala itu. Tapi suami mengatakan bahwa aku pasti bisa, kucoba lagi lagi lagi lagi dan lagi. Tepat pukul 05.40 , bayi mungil yang sudah berbulan-bulan didalam perutku akhirnya keluar. 

Oweek , suara tangisnya pecah dan dengan sekejap mata rasa sakit yang kurasapun hilang. Bagai pasir disapu ombak.

Alhamdulillah, ucapku.



Akhirnya Telah lahir dengan selamat bayi mungil ku pada hari Rabu, 24 Februari 2021 dengan BB 2,8 kg dan P 49 cm.


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan