Selfi Dalam Pandangan Lelaki

Nama  : Suci Nurul Baiti
Nim     : 11531038
Tugas UAS JURNALISTIK

Selfi Dalam Pandangan Lelaki
            Selfi merupakan suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum wanita maupun kaum adam untuk mengambil foto ke arah diri sendiri. Tidak heran jika dizaman sekarang banyak sekali anak muda baik itu dari kalangan anak-anak sampai orang tua yang melakukan selfi hingga di upload ke media sosial.
Fauziah contohnya, warga kelurahan Pal 5 ini mengakui bahwa dirinya sangat gemar berselfie. “Semenjak ada hp canggih, dan ada aplikasi b612 ataupun aplikasi yang ada efek nya saye jadi lebih suka selfie dan di upload ke fb ataupun instagram”, ujarnya.
Hal ini tak bisa dipungkiri lagi, dikarenakan zaman yang semakin modern membuat kehidupan para remaja pun tidak ingin ketinggalan zaman. Namun di sisi lain, ada dari beberapa orang tepatnya kaum adam kurang gemar berselfie. Ketika ditanya lewat via telepon, Lukman kelahiran Kota Banjarmasin salah satunya mengatakan “Ulun kurang suka berselfie, tidak tau kenapa. Ulun juga kurang senang apabila lihat orang berselfi, tapi kita kembalikan kepada orang itu masing-masing. Hak dia lah.”jawabnya
Selain itu, banyak juga tanggapan dari para lelaki tentang selfie. Sebut saja namanya M misalkan, “Selfie anak zaman sekarang ni lebay-lebay, saya kurang suka lihat orang selfi apalagi sampai lidahnya keluar, mulut di monyong2 kan, kaki dimiring-miringkan, ilfiel jadinye.”Ucapnya
Namun, ada juga yang beranggapan bahwa selfie itu hal-hal yang wajar saja. Khairul Tumam contohnya mahasiswa IAIN Pontianak mengatakan bahwa “Selfie itu sesuatu hal yang menyenangkan dalam ranah positif, asalkan kita harus pandai menempatkan pula. Selfie tidak salah, tapi jangan pula kita menyalahkan dalam berselfie.” Ujarnya,
Jadi pada intinya, ketika kita hidup dizaman yang penuh dengan gaya modern. Kita harus bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Takutnya bukan maslahat yang kita raih tapi malah sebaliknya mafsadat yang diperoleh.






PANTUN


A.     Pantun Nasehat
Anak kucing mati berkerah
Mati berkerah mari kuburkan
Kepada Allah kita berserah
Al quran dan hadits jadi tuntunan

Alquran dan hadits jadi tuntunan
Berpegang teguh sangat teliti
Perintah sholat jangan tinggalkan
Itulah tanda muslim sejati

Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang                                

Ibu kota irak adalah baghdad
Kota yang indah juga bermutu
Kalau mengaku umat muhammad
Mari laksanakan sholat lima waktu

Pergi kesawah membawa parang
Ditengah jalan dipatok ular
Jangan ragu janganlah bimbang
Carilah ilmu perbanyak belajar

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan bajunya
Apa guna berwajah cantik
Kalau tidak tutup auratnya

Buah delima jatuh ditaman
Taman bunga banyak yang suka
Jangan bangga berwajah tampan
Tampan rupa buruk hatinya



B.     Pantun untuk MABA
Sianak dare makai selendang
Sianak bujang makai kopiah
Mahasiswa baru sudahlah datang
Mari disambut dengan meriah

Sungguh indah bulan purnama
Baiti cantik duduk melamun
IAIN kampus ternama
Mari bersama kita membangun

Duduk melamun sambil makan
Tidak lupa membeli minuman
Jangan pernah merasa sungkan
Untuk menyapa mencari teman

Dilangkah tulah Dilanggar pantang
Hamba memang tidak berani
Hati kami sangatlah senang
Karena kalian berada disini (Maba)

Buka puasa memakan kurma
Juga memakan kue gabin
Kalau kalian cinta agama
Belajar yang betul dikampus IAIN


Uci cantik pakai selendang
Juga memakai gaun mahkota
Maba muslim telah datang
Ukhuwah terikat saling mencinta



A.     Pantun Cinta
Sungguh indah bermain cinta
Tapi jangan dipermainkan
Hati ini ingin berkata
Selamat malam kekasih pujaan

Beli bunga dikota suriah
Beli bersama dengan si tia
Jatuh cinta memanglah indah
Asal keduanya bisa saling setia

Tancap panah tepat didada
Maka musuh akanlah mati
Jangan dinda permainkan hati kanda
Hati sakit sulit terobati

Telur ayam telur penyu
Enak dimakan campur madu
Wahai gadis berwajah ayu
Izinkan aku mengucap rindu

Hari ini pergi kepasar
Untuk membeli kaca mata
Hari ini kupunya pacar
Kutemukan didalam pantun cinta

B.     Pantun Melayu
Suare adzan telah menggeme
Pegilah kemasjid berbondong bondong
Mari kite jage bersame same
Adat disanjong budaye dijunjong

Bagaimane mencari duit
Bagaimane membayar utang
Kalau idup udahlah sulit
Pasti kepalak mabok kepayang

Sangat mudah mencari duit
Apalagi pandai menata
Jangan pernah merasa sulit
Karena Allah bersama kita

Kain kuning tandenye raje
Kain hijau tandenye melayu
Mari jage adat dan budaye
Agar bise lestari selalu

ASALNYA SEMBILU DARILAH BULUH
JIKA DIANYAM JADIKAN TAMPIAN
SAYE MENYUSUN JARI SEPULUH

SALAH DAN KHILAF MOHON DIMAAFKAN

OPINION

OPINION
            Sholawat adalah salah satu kewajiban bagi kita untuk memberi salam dan menyanjung sang Baginda Rasulullah SAW. Sholawat bisa kita lakukan dimana saja, sebab ganjaran dari sholawat itu sendiri sangat besar. Sering penulis liat, bahwa pembacaan sholawat dilakukan pada saat saat seperti Maulud Nabi, Isra’Miraj, Haul, dan lain sebagainya. Terkadang pada saat acara itu berlangsung, ada dari sebagian kalangan yang membawa bendera dan mengkibar-kibarkannya. Yang menjadi pertanyaan penulis, bagaimana pendapat masyarakat sekitar mengenai fenomena yang sudah sering kita lihat di Negri ini. Kutipan-kutipan ini penulis ambil langsung dari media sosial yang berani menyuarakan pendapatnya.
Fb.Batubara Pembela Kebenaran : Biar makin meriah aja keliatannya
Fb.Zakiyah Al-Aliy : itu bagi kami melambangkan rasa cinta kepada baginda rasulullah.. Seperti rasa senang nya para sahabat menyambut kelahiran semulia2nya manusia
Fb.Ruzdi : Mngkn bndra ataw surban iy suatu tanda bahwa mreka2 ingin mnymangatkan kta yg blm prnah hdir k shalawatannn
Fb.Naya Fania LA : kami membawa bendera bukan berarti kami menomorduaka atau mengenyampingkan sholawatnya..tapi bendera kami itu kebanggaan kami..dan kami ingin juga bendera itu itu menjadi saksi dan pembela kami nanti.dg harapan bendera atau acsessoris yg kami bawa menjadi saksi dihadapan Allah...
Fb.Prabu Satmata : Untuk membangkitkan semangat mereka semua ...biar semangat sholawatannya ..
Fb.Putra Banjar : klo menurut aku yg penting niat nya. untuk menyenangkan hati baginda rasul.. jika pun menghidup kan kembang api kalau niat menyenangkan hati baginda rasul. gk pp.yg penting tidak mengarah kepda yg di haram.kan...! tapi ter afdal jika shalawat itu khusu.dan khudur.hati kepada allah.! kibaran bendera itu sama dengan gerakan badan kita ketika baca shalawat. dari bendera berkibar mungkin ada org lain yg ngantuk terbangun dan semangat ikut baca shlawat...! yg penting niat memuji bershalawat kepada baginda rasul.meski ada ria nya namun tetap di beri pahala karna pujian dan cinta nya..! kumpulan paling baek adalah yg di mana di tempat itu di sebut nama allah dan rasul nya.afwaan. ro nuro
            Yupz, pendapat orang memang berbeda-beda. Seperti kutipan-kutipan diatas, mereka menyuarakan bahwa hal yang seperti itu merupakan bukti cinta nya kepada sang Baginda. Namun, disisi lain terdapat pendapat yang berbeda pula, seperti yang saya kutip dibawah ini dari media sosial juga yang berani menyuarakan pendapatnya.
Fb.Lani Alghifary : bersholawat dngn Nabi,tpi tdk mngikuti apa"yg anjurkn Nabi itu munafik...ada yg berfikiran bersholawat lh walau pun sombong dll.katanya tetap diterima...itu pemikiran orang"yg kurang 'ilmunya.
Fb. Abdul Ghifar Ghifari : Dalam brsholawat sharusnya tenang,tdk bleh mngibarkan bendera,dalam arti mnghormati,dalam syariat hnya satu jari yg di prbolehkan bergerak/brgoyang slain tu tdak bleh,dan cara orng "hny mmbuat buat sja.
            Lagi-lagi pendapat orang memang berbeda-beda tergantung pengetahuan yang ia miliki. Penulis hanya bisa menyimpulkan, apapun yang kita lakukan apalagi bersholawat niatkan karena Allah dan jangan pernah menyimpang dari ajaranNya.
Seperti yang dikatakan oleh Fb.Mencari Ridho Ilahi,  “Semua amalan ada yang diterima, ada juga yang di tolak kecuali membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam, sesungguhnya membaca sholawat sudah pasti di terima karena kemuliyaan Nabi shollallohu alaihi wasallam. Hal ini sudah menjadi kesepakatan ulama' wallohu a'lam. - Kifayatul Atqiya' , halaman 48 وان جميع الاعمال منها المقبول ومنها المردود الا الصلاة علي النبي صلي الله عليه وسلم فانها مقطوع بقبولها اكراما له صلي الله عليه وسلم وحكي اتفاق العلماء علي ذالك Bahkan panggilan seseorang kepada nabi Muhammad saw akan sampai pada beliau, panggilan yang dimaksud yaitu dengan kalimat " Ya Muhammad " ini kisahnya : حَدَّثَنَا أَبُوْ نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : خَدِرَتْ رِجْلُ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ اُذْكُرْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْكَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ "Telah bercerita kepada kami Abu Nuaim, ia berkata telah bercerita kepada kami Sufyan (al-Tsauri), dari Abu Ishaq, dari Abdurrahman bin Sa'd, ia berkata: "Kaki Ibnu Umar matirasa, lalu seseorang berkata: Sebutlah orang yang paling kau cinta! Ibnu Umar berseru: "Ya Muhammad! " (dalam riwayat lain disebutkan “maka ia sembuh seketika" ) (HR al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad 964)
WALLAHUALAM. J


RENUNGAN

Lidah mungkin bisa berbohong, tapi hati siapalah tau selain Allah Swt dan diri kita sendiri. Jika kita berbohong, apakah mungkin hati akan plong mengatakannya ? pasti nya tidak kan ?
Sebagai manusia yang mengerti akan hukum islam, berkatalah yang baik dan jujur. Jikalau kejujuran mendatangkan malapetaka bagimu, maka kebohonganlah yang akan lebih membahayakanmu.
Wahai hati penentram jiwa, beriring dengan berjalannya waktu kebohongan yang selama ini kau tutupi kelak akan terbongkar. Percaya atau tidak, inilah janji Allah Swt. Wallahualam
(Harem Al-Baiti)


Mutiara Hikmah

MUTIARA HIKMAH
“Barangsiapa yang hidup untuk dirinya sendiri, maka ia akan hidup sebagai manusia kecil, dan mati sebagai manusia kecil. Namun barangsiapa yang hidup untuk orang lain, maka ia akan hidup sebagai manusia besar, dan tidak akan pernah mati selamanya.

KOLOM DAKWAH
Sesungguhnya hakikat hidup ini adalah ujian.baik itu yang merasa hidup nyaman, tenang, dan berkecukupan, maupun yang diberi hidup dengan kesulitan dan kesengsaraan. Kedua kondisi tersebut merupakan ujian untuk kita. Justru ujian kesenangan dan kemudahan itu lebih sulit daripada ujian berupa kesengsaraan. Namun banyak orang yang memiliki persepsi dan pandangan yang salah apabila diberi nikmat oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam (Q.S al-Fajr : 15-16), yang artinya
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata : ‘Tuhanku telah memuliakanku’. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata: ‘Tuhanku mengkhianatiku.”
Persepsi orang yang Allah sebutkan didalam ayat tersebut adalah persepsi yang salah. Mengapa bisa demikian ? karena pada hakekatnya hal yang menyenangkan maupun menyedihkan merupakan ujian ataupun pelajaran untuk kita. Sampai dimana batas kita untuk selalu bersyukur dan taat kepada-Nya dalam kondisi senang maupun sedih.
Namun dibalik ujian itu semua, tersirat hikmah yang dapat kita ambil pelajarannya.yakni :
*Tanda Cinta dari Allah SWT
*Mendapat pahala besar
*Menghapus dosa dan kesalahan
*Agar tidak melupakan Allah dan tertipu dengan kenikmatan

*Mendatangkan banyak kebaikan

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan