OPINION

OPINION
            Sholawat adalah salah satu kewajiban bagi kita untuk memberi salam dan menyanjung sang Baginda Rasulullah SAW. Sholawat bisa kita lakukan dimana saja, sebab ganjaran dari sholawat itu sendiri sangat besar. Sering penulis liat, bahwa pembacaan sholawat dilakukan pada saat saat seperti Maulud Nabi, Isra’Miraj, Haul, dan lain sebagainya. Terkadang pada saat acara itu berlangsung, ada dari sebagian kalangan yang membawa bendera dan mengkibar-kibarkannya. Yang menjadi pertanyaan penulis, bagaimana pendapat masyarakat sekitar mengenai fenomena yang sudah sering kita lihat di Negri ini. Kutipan-kutipan ini penulis ambil langsung dari media sosial yang berani menyuarakan pendapatnya.
Fb.Batubara Pembela Kebenaran : Biar makin meriah aja keliatannya
Fb.Zakiyah Al-Aliy : itu bagi kami melambangkan rasa cinta kepada baginda rasulullah.. Seperti rasa senang nya para sahabat menyambut kelahiran semulia2nya manusia
Fb.Ruzdi : Mngkn bndra ataw surban iy suatu tanda bahwa mreka2 ingin mnymangatkan kta yg blm prnah hdir k shalawatannn
Fb.Naya Fania LA : kami membawa bendera bukan berarti kami menomorduaka atau mengenyampingkan sholawatnya..tapi bendera kami itu kebanggaan kami..dan kami ingin juga bendera itu itu menjadi saksi dan pembela kami nanti.dg harapan bendera atau acsessoris yg kami bawa menjadi saksi dihadapan Allah...
Fb.Prabu Satmata : Untuk membangkitkan semangat mereka semua ...biar semangat sholawatannya ..
Fb.Putra Banjar : klo menurut aku yg penting niat nya. untuk menyenangkan hati baginda rasul.. jika pun menghidup kan kembang api kalau niat menyenangkan hati baginda rasul. gk pp.yg penting tidak mengarah kepda yg di haram.kan...! tapi ter afdal jika shalawat itu khusu.dan khudur.hati kepada allah.! kibaran bendera itu sama dengan gerakan badan kita ketika baca shalawat. dari bendera berkibar mungkin ada org lain yg ngantuk terbangun dan semangat ikut baca shlawat...! yg penting niat memuji bershalawat kepada baginda rasul.meski ada ria nya namun tetap di beri pahala karna pujian dan cinta nya..! kumpulan paling baek adalah yg di mana di tempat itu di sebut nama allah dan rasul nya.afwaan. ro nuro
            Yupz, pendapat orang memang berbeda-beda. Seperti kutipan-kutipan diatas, mereka menyuarakan bahwa hal yang seperti itu merupakan bukti cinta nya kepada sang Baginda. Namun, disisi lain terdapat pendapat yang berbeda pula, seperti yang saya kutip dibawah ini dari media sosial juga yang berani menyuarakan pendapatnya.
Fb.Lani Alghifary : bersholawat dngn Nabi,tpi tdk mngikuti apa"yg anjurkn Nabi itu munafik...ada yg berfikiran bersholawat lh walau pun sombong dll.katanya tetap diterima...itu pemikiran orang"yg kurang 'ilmunya.
Fb. Abdul Ghifar Ghifari : Dalam brsholawat sharusnya tenang,tdk bleh mngibarkan bendera,dalam arti mnghormati,dalam syariat hnya satu jari yg di prbolehkan bergerak/brgoyang slain tu tdak bleh,dan cara orng "hny mmbuat buat sja.
            Lagi-lagi pendapat orang memang berbeda-beda tergantung pengetahuan yang ia miliki. Penulis hanya bisa menyimpulkan, apapun yang kita lakukan apalagi bersholawat niatkan karena Allah dan jangan pernah menyimpang dari ajaranNya.
Seperti yang dikatakan oleh Fb.Mencari Ridho Ilahi,  “Semua amalan ada yang diterima, ada juga yang di tolak kecuali membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam, sesungguhnya membaca sholawat sudah pasti di terima karena kemuliyaan Nabi shollallohu alaihi wasallam. Hal ini sudah menjadi kesepakatan ulama' wallohu a'lam. - Kifayatul Atqiya' , halaman 48 وان جميع الاعمال منها المقبول ومنها المردود الا الصلاة علي النبي صلي الله عليه وسلم فانها مقطوع بقبولها اكراما له صلي الله عليه وسلم وحكي اتفاق العلماء علي ذالك Bahkan panggilan seseorang kepada nabi Muhammad saw akan sampai pada beliau, panggilan yang dimaksud yaitu dengan kalimat " Ya Muhammad " ini kisahnya : حَدَّثَنَا أَبُوْ نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : خَدِرَتْ رِجْلُ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ اُذْكُرْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْكَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ "Telah bercerita kepada kami Abu Nuaim, ia berkata telah bercerita kepada kami Sufyan (al-Tsauri), dari Abu Ishaq, dari Abdurrahman bin Sa'd, ia berkata: "Kaki Ibnu Umar matirasa, lalu seseorang berkata: Sebutlah orang yang paling kau cinta! Ibnu Umar berseru: "Ya Muhammad! " (dalam riwayat lain disebutkan “maka ia sembuh seketika" ) (HR al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad 964)
WALLAHUALAM. J


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan