MUTIARA
HIKMAH
“Barangsiapa
yang hidup untuk dirinya sendiri, maka ia akan hidup sebagai manusia kecil, dan
mati sebagai manusia kecil. Namun barangsiapa yang hidup untuk orang lain, maka
ia akan hidup sebagai manusia besar, dan tidak akan pernah mati selamanya.
KOLOM
DAKWAH
Sesungguhnya
hakikat hidup ini adalah ujian.baik itu yang merasa hidup nyaman, tenang, dan
berkecukupan, maupun yang diberi hidup dengan kesulitan dan kesengsaraan. Kedua
kondisi tersebut merupakan ujian untuk kita. Justru ujian kesenangan dan
kemudahan itu lebih sulit daripada ujian berupa kesengsaraan. Namun banyak
orang yang memiliki persepsi dan pandangan yang salah apabila diberi nikmat
oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam (Q.S al-Fajr : 15-16), yang artinya
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu
dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata : ‘Tuhanku
telah memuliakanku’. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya,
maka dia berkata: ‘Tuhanku mengkhianatiku.”
Persepsi orang yang Allah sebutkan didalam ayat
tersebut adalah persepsi yang salah. Mengapa bisa demikian ? karena pada
hakekatnya hal yang menyenangkan maupun menyedihkan merupakan ujian ataupun
pelajaran untuk kita. Sampai dimana batas kita untuk selalu bersyukur dan taat
kepada-Nya dalam kondisi senang maupun sedih.
Namun dibalik ujian itu semua, tersirat hikmah
yang dapat kita ambil pelajarannya.yakni :
*Tanda Cinta dari Allah SWT
*Mendapat pahala besar
*Menghapus dosa dan kesalahan
*Agar tidak melupakan Allah dan tertipu dengan
kenikmatan
*Mendatangkan banyak kebaikan

ROMANTIS
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus