Aku dan Jelajah Toleransi


Mari kita bercerita,

Malam ini perut ku sungguh kenyang maklum beberapa menit yang lalu baru saja ku habiskan satu porsi Sushi, Takoyaki, dan Ramen. Hehe.
Ada banyak hal ingin kuceritakan di sisa-sisa malam ini, cerita perjalanan ku beberapa minggu yang lalu. Perjalanan yang membawaku pada pengalaman baru, keluarga baru, bahkan hal-hal yang belum pernah ku temui. Perjalanan singkat namun penuh makna, bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda.
Cerita ini dimulai saat aku lagi duduk santai di sore hari, saat itu aku lagi main instagram. Dengan iseng aku membuka beranda, melihat berbagai foto dan caption yang menarik. Tanpa sengaja aku melihat temanku meng-upload foto poster kegiatan Jelajah Toeleransi, aku mencoba cari tahu dan ternyata hari itu adalah hari terakhir daftar untuk ikut kegiatan tersebut.
Ku ikuti langkah-langkah persyaratannya, mengisi biodata, cv, mengirim karya, scan ktp, ktm, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilotarkan. Setelah selesai mendaftar aku hanya berdoa agar aku lolos. Selang beberapa minggu kemudian , salah satu teman ku memberitahu bahwa aku lolos. Kucoba cek, ternyata benar aku lolos.
“Ya Allah, senangnya aku”
Ku coba beritahu orangtua dan teman sekitarku, mereka juga turut senang. Lalu, aku konfirmasi kepada panitia bahwa aku bersedia untuk mengikuti serangakian kegiatan tersebut, dari pembekalan , jelajah, hingga pasca jelajah.
27 September 2019
Singkat cerita aku berangkat bersama salah satu teman yang juga lolos dalam kegiatan ini, panggil saja Feli. Meski pesawat kami sempat delay beberapa jam. Akhirnya kami sampai dilokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Perjalanan panjang yang melelahkan, tapi kami menikmatinya. Setelah sampai dilokasi kami disuruh masuk ke ruangan, dimana teman-teman dari Provinsi lain sudah berkumpul untuk menunggu kedatangan kami. Haha , seneng sih tapi malu juga. Aku dan feli memperkenalkan diri secara singkat, setelah itu kami ikut berbaur dengan yang lainnya. Ternyata tepat malam itu, kita semua di bagi kelompok. Setiap kelompok terdiri 10 orang. Karena masing-masing kelompok akan pergi ketempat yang berbeda, ada yang pergi ke Poso, Ambon,Batu Malang, Pengandaran, dan Wonosobo.

Alhamdulillah, aku masuk di kelompok Batu Malang. Selain aku, ada juga Nisa, Devi, Aulia, Ira, Kornel, Dodi, Dohew, Ridwan, dan Romi. Tadi nya aku gak kenal mereka, tapi kami kenalan kembali. Mereka asik, heboh, dan baik. Ditambah pendamping kami yang juga imut-imut manis,  yaitu kak Faqih. Wkwk

Di hari pembekalan ke 2 dan 3, kami dikasi materi yang cukup banyak. Ilmu baru dan pengalaman baru tentunya. Entah kenapa, saat disana aku menjadi sosok yang pendiem. Sosok yang gak terlalu pengen tau, atau banyak tanya. Aku saja bingung, haha.

30 September 2019 (Penjelajahan dimulai)
Angin yang dingin dan terasa segar segera mengusap wajah begitu aku membuka kaca mobil yang hendak menuju ke bandara. Jalanan pada hari itu Senin (30/10) tepat pukul 03.00 dini hari tampak sudah ramai dilalui kendaraan roda 2 dan 4. Suara kendaraan lalu lalang, serta suara hiruk pikuknya masyarakat yang sedang beraktivitas dapat ku lihat dan ku dengar dari baliknya kaca mobil yang baru saja ditutup oleh pak supir.
Setiba dibandara, ternyata ramai sekali orang yang hendak pergi. Sembari menunggu keberangkatan, aku dan teman-teman menyempatkan diri untuk sarapan nasi kuning yang sudah disiapkan oleh panitia dari tempat penginapan. Yaash, akhirnya kami pun berangkat ke Malang. Kurang lebih 2 jam kami berada di pesawat, tepat pukul 09.00 kami tiba di bandara kota Malang.
Di balik pintu sana, tampak 2 gadis ayu dan 2 lelaki gagah yang sedang menunggu kedatangan kami. Siapalagi kalo bukan fasilitator dan mahasiswa lokal yang akan menemani kami selama menjalankan projek disini. Panggil saja mbak lilis, Mita, mas Anto , dan bg Azizi.

Baru saja beberapa menit di Kota Malang banyak hal baru yang aku temui di sini, salah satu nya kami mengunjungi kampong warna-warni. Kampong warna-warni memiliki sejarah yang unik, ada cerita dibalik semuanya. Dulu nya kampong ini kumuh, hingga muncul inisiatif dari beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Malang dan masyarakat sekitar untuk mengecat kampong ini. Hingga sekarang kampong ini menjadi  salah satu tempat wisata, tidak hanya masyarakat lokal yang mengunjungi nya banyak turis yang turut serta mengabadikan foto ditempat yang menarik ini.
Setelah dari sana, kami pergi untuk makan siang dan menuju ke penginapan. Hari pertama di Malang kami habiskan untuk istirahat dan brafing untuk hari esok. Di penginapan aku sekamar sama Mita, kami sama-sama baru kenal jadi agak sedikit canggung. Mau bicara banyak juga gak enak, hehe jadi sore itu kami habiskan untuk tidur.
Malam nya kami breafing, mulai dari evaluasi, menceritakan hal baru apa saja yang ditemui hari ini, dan sebaiknya melakukan apa di hari esok. Malam itu diwarnai dengan suasana yang riyuh, ditambah dingin angin malam yang semakin mencekam. Akhirnya Kita sudahi perbincangan dimalam itu dan masing-maising menuju kamar untuk beristirahat..

Bersambung.





Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan