Siapa sih yang tak ingin menjadi bagian dari pengurus Dewan
Mahasiswa (DEMA).
Setiap mahasiswa yang suka bergelut dibidang keorganisasian
pastinya sangat menginginkan hal tersebut.
Sekitar satu tahun yang lalu, sebelum aku menjabat sebagai
Sekretaris II di Dema IAIN Pontianak. Aku sangat memimpikan agar bisa turut
serta menjadi bagian dari Dema, namun aku bingung bagaimana cara masuk nya.
(masihlugu)
Tuhan punya rencana lain, melalui teman baikku yang saat itu diajak
gabung ke Dema IAIN oleh Presiden
Mahasiswa kita yakni M.Wawan Gunawan, aku yang cuma melihat pun akhirnya
di ajak.
Entahlah, akan dibagian mana aku menjabat. (fikirku)
Hari-hari berlalu, aku pun mulai mengikuti rapat. Saat perbincangan
hangat berlangsung., Presma yang kerap di sapa bg Wawan memberitahukan
kepadaku, bahwa aku menjabat sebagai Staf sekretaris/ Sekretaris II. Wah,
semester 3 sudah berada di jabatan yang begitu di pentingkan. Mulanya aku
bingung, bagaimana membuat surat, apa yang akan aku lakukan. Tapi untungnya,
Sekretaris I yang biasa kupanggil kak Indah begitu baik orang nya. Dia lah yang
mengajariku.
Hari hari mulai berlalu, aku mulai terbiasa dengan surat-surat. Walau
terkadang aku kurang teliti dalam mengetiknya, dan selalu salah satu atau dua
kata. Pernah, sesekali aku dimarah oleh presma karena kurang teliti nya aku. Tapi
tak apa, itu akan menjadi suatu pelajaran untukku.
Tanpa terasa, kepengurusan satu tahun telah berlalu. Perasaan, baru
saja kemarin aku menari-nari dengan surat. Dan kini, harus ku susun rapi.
Perasaan baru kemarin, kami melakukan kegiatan-kegiatan. dan kini, harus berakhir.
Pengalaman, teman, bahkan pelajaran yang sangat bearti bagiku. Karena
Dema, aku bisa kenal dengan mahasiswa/i dari Fakultas lain. Karena Dema pula,
aku bisa berkesempatan menjadi panitia saat kegiatan PBAK dan karena Dema aku
bisa menjadi Sekretaris saat PBAK berlangsung.
Sungguh beruntung, bisa ikut berkontribusi demi kampus ini walau
hanya berupa selembar kertas.


0 komentar:
Posting Komentar