Resume Buku Komunikasi Islam

Nama              : SUCI NURUL BAITI
Nim                 :  11531038
Judul Buku     : Komunikasi Islam
Penulis            : Dr. Harjani hefni, lc., m. A.
Penerbit          : PRENADAMEDIA GROUP

BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIASI ISLAM
A.    Pendahuluan
          Banyak Orang berbicara tentang komunikasi dan mengaitkan kejadian baik dan buruk dengannya. Jika kita bertanya kepada seseorang tentang faktor melejitnya karier orang tertentu dalam waktu relatif cepat, hampir bisa dipastikan bahwa di antara jawabannya adalah karena orang tersbut memiliki kecakapan dalam berkomunikasi. Jika ada dua mahasiswa tidak bertegur sapa, setiap bertemu dengan temannya selalu mengalihkan wajahnya dan membelakangi temannya, pasti kita akan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kesalahan dalam komunikasi.
B.  Definisi komunikasi islam
1.   Definisi komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara indvidu  melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Dalam bahasa Arab, Komunikasi sering menggunakan istilah tawashul dan ittishal. Kalau merujuk kepada kata dasar ”washala” yang artinya sampai, tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak yang berkomunikasi. Adapun kata ittishal secara bahasa lebih menekankan pada aspek ketersambungan pesan, tidak harus terjadi komunikasi dua arah. Jika salah satu pihak menyampaikan pesan dan pesan itu sampai dan tersambung dengan pihak yang dimaksud, maka pada saat itu sudah terjadi komunikasi dalam istilah ittishal.
Dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja yang berjudul Pngantara Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi tersebut adalah sebagai berikut
1.     Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuna mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lain (khalayak).
2.     Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain.
3.     Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? ( Who? Syas What? In which Channel? To Whom? With what effect? ).
4.     Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang ( monopoli seseorang ) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
5.     Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
6.     Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungakan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
7.     Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
“Jadi dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses berbagi dan membagi pengalaman dengan tujuan saling memengaruhi.”

2.     Definisi Islam
          Kata Islam dalam buku al-Ta’rifat karya al-Jurjani diartikan sebagai kerendahan dan ketundukan terhadap apa yang kabarkan oleh Rasulullah SAW. Abdul Karim Zaidan dalam Ushul al-Dakwah memaparkan banyak sekali definisi tetang islam. Di antara definisi Islam menurut beliau:
1.     Islam adalah bersyahadat bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan menunaikan ibadah haji, sebagaimana yang terdapat dalam hadis Jibril.
2.      Islam adalah kerendahan, penyerahan diri, dan ketundukan kepada Allah Rabbul Alamin. Di jelaskan dalam firman Nya: “Sesunguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam”.
3.      Islam adalah sistem umum dan peraturan lengkap tentang urusan kehidupan, serta panduan meniti kehidupan dan segala konsekuensi dari penerimaan atau penolakan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT. Definisi islam seperti ini hasil pemahaman yang mendalam tentang firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

4.     Islam adalah kumpulan seluruh nilai yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh manusia, baik hukum akidah, akhlak, ibadah, muamalat, serta berita-berita yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
5.     Islam adalah jawaban yang benar dan tepat untuk menjawab tiga pertanyaan prinsip yang selalu menyibukkan akal manusia dan selalu muncul dalam pikiran mereka sepanjang masa: dari mana kita berasal, untuk apa kita hadir di muka bumi ini, dan ke mana tempat kembali? Untuk pertanyaan pertama, dari mana kita berasal, Islam menjawab bahwa manusia berasal dari dari Allah yang menciptakan manusia dari dua perpaduan utama yaitu jasad dan ruh
6.     Islam adalah roh yang sebenarnya bagi manusia, cahaya dalam meniti jalan, obat segala penyakit, dan jalan yang lurus yang akan memberikan keselamatan bagi penggunanya.

3.     Makna komunikasi islam
Komunikasi Islam adalah komunikasi yang di bangun di atas prinsip-prinsip Islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan.
          Objek kajian ilmu komunikasi Islam terdiri dari tiga paket yaitu komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal.
Kehadiran ilmu komunikasi Islam bertujuan untuk membimbing kaum Muslimin secara Khusus dan Manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Dengan panduan agama, maka komunikasi akan berjalan sesuai dengan alur yang di tentukan oleh Allah.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi Islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat Islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.

BAB II
SUMBER KOMUNIKASI ISLAM

A.    PENDAHULUAN
Komunikasi islam sebagai sebuah ilmu memiliki sumber utama yang sangat potensial untuk digali yakni AL Quran dan Sunnah. Meskipun tidak terkumpul dalam satu tempat, Al Quran dan sunnah sangat memungkinkan untuk menformat ilmu komunikasi islam secara sistematis sehingga menjadi menjadi ilmu yang mudah dimanfaatkan oleh akademisi dan masyarakat umum. Selain al quran dan as sunnah dengan ilmu – ilmu pendukung untuk memahaminya, kitab – kitab para ulama baik kontemporer  yang dapat menjadi bahan baku untuk ilmu komunikasi islam. Sumebr lain yang dapat menformat komunikasi islam adalah ilmu komunikasi yang telah berkembang cukup lama.

B.     SUMBER – SUMBER KOMUNIKASI ISLAM
1. AL QUR’AN
Definisi Al Quran
Secara etimologis, Al Quran merupakan bentuk mashdar dari qara’a , yaqra’u , qira’atan , wa quranan. Kata Qara’a berarti menghimpun dan menyatukan. Menurut bahasa, Al Qur’an adalah himpunan huruf – huruf dan kata – kata yang menjadi satu ayat, himpunan ayat – ayat menjadi surat, himpunan surat menjadi mushaf al quran. Al Quran adalah mukjizat terbesar dan abadi yang di anugerahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Al Quran didefinsikan sebagai Firman Allah SWT yang menjadi mukjizat abadi kepada Rasulullah yang tidak mungkin bisa ditandingi oleh manusia, diturunkan kepada Rasulullah SAW yang tertulis dalam mushaf diturunkan ke generasi berikutnya secara mutawatir ketika dibaca bernilai ibadah dab berpahala besar.
Definisi di atas mengnadung lima makna penting :
·       Al Quran adalah firman Allah SWT yang Maha Mulia dan Maha Agung (Q.S an-Najm (53) : 4)
·        Al Quran adalah mukjizat yang tidak ada kata dan bacaan yang menandinginya.
·       Al Quran itu diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu kedalam hatinya melalui malaikat Jibril . (Q.S 26: 192)
·       Al Quran disampaikan secara mutawatir.
·       Membaca Al Quran bernilai ibadah, bahkan setiap huruf diganjar oleh Allah dengan sepuluh kebaikan.
Fungsi Al Quran
1.      Al Qur’an sebagai Huda ( Petunjuk )
Manusia disiapkan oleh Allah utnuk hidup didunia dalam tempo relatif lama. Usia rata – rata umat Nabi Muhammad berkisar antara 60 – 70 tahun dan tidka ada yang melampaui betas tersebut. Karena rentang waktu yang cukup lama tersebut maka Dia Yang Maha Tahu, Maha Bijak dan Maha Kasih menurunkan Al Quran sebagai pemandu dan penunjuk. Al Quran sebagai petunjuk disebutkan banyak sekali didalam Al Quran seperti : “ Sesungguhnya al quran ini memeberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang – orang mukmin dan mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yag besar “. (Q.S al-Israa’:9)
            Al-Qur’an seolah-olah GPS yang berfungsi memandu manusia dalam perjalanan mengarungi kehidupan agar sampai ke tujuan dengan selamat.

2.      Al Quran sebagai Furqan (Pembeda)
Selain sebagai petunjuk, Al Quran juga memiliki sifat Al Furqan ( pembeda ). Al Quran sebagai pembeda diturunkan untuk mempertegas hal – hal yang tidak disepakati oleh manusia yaitu penentuan mana yang baik dan  buruk. Sifat Al Quran sebagai furqan menegaskan ada hal yang menjadi ciri khas kaum muslimin yang membedakannya dengan selain mereka. Ciri khas itu akan menjadi pembeda sekaligus tanda pengenal bahwa seseorang adalah seorang muslim. Di natar kekhasan islam dlaam komunikasi islam adalah meyakini bahwa komunikasi adalah bagian dari ibadah kepada Allah bukan sekedar untuk kepuasan diri dan menyenangkan orang lain. Dan diantara bentuk kekhasan komunikasi islam adalah mewujudkan rasa selalu diawasi oleh malaikat saat berucap.

3.      Al Quran sebagai As Syifa (obat)
Syifa’ berarti obat. Sakit biasanya disebabkan oleh bertemunya dua faktor pada diri seseorang yakni faktor melemahnya kondisi tubuh dan adanya faktor pemicu dari luar diri. Rasulullah SAWmenjamin bahwa Allah tidak menurunkan satu penyakitpun dimuka bumi ini keculi menurunkan juga obatnya. Salah satu obat yang Allah persiapkan untuk manusia adalah Al Quran. Fungsi Al Quran sebagai obat sesuai dengan firman Allah yang artinya : “ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit – penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang – orang yang beriman “ (QS Yunus : 57 )

4.      Al Quran sebagai Rahmat
Diantara bentuk kasih sayang Allah yang paling besar kepada manusia adalah diturunkannya Al Quran. Firman Allah yang artinya :
“ Tuhan yang Maha Pemurah , yang telah mengajarkan Al Quran “ ( QS Ar Rahman : 1 – 2)
Seluruh bentuk kebaikan dan segala hal yang bermanfaat untuk manusia didunia ini maupun nanti di akhirat masuk dalam kategori rahmat. Rahmat adalah salah satu sifat Allah yang paling menonjol. Komunikasi yang mampu menghubungkan apa yang kita maksud dengan apa yang ditangkap oleh orang lain adalah rahmat besar Allah terhadap manusia.
2.      SUNNAH
Definisi Sunnah
              Ulama Hadis sepakat bahwa arti dasar kata as-Sunnah yang berkaitan erat dengan Hadits berkisar pada dua makna berikut :
1.     Al-Sirah au al-Thariqah, Hasanah am Sayyiah. Sirah dan thariqah yang berartijalan kehidupan atau metode, yang baik ataupun yang buruk.
2.     Al-thariqah al-mahmudah al-mustaqimah , yaitu jalan kehidupan atau metode yang lurus dan terpuji.
Dalam terminologi Muhadditsin As-Sunnah didefinisikan sebagai berikut :
“Sesuatu yang didapat dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat jasmani atau perilaku, serta sirah beliau sebelum atau sesudah di utus.”
Fungsi Sunnah
            Fungsi sunnah adalah sebagai tafsir bagi Al Quran mengungkap rahasia yang dikandungnya, dan menjelaskan kehendak Allah SWT dalam perintah – perintahnya atau larangan – larangnya.
Rasulullah adalah peretas jalan dan pemandu bagaimana menerapkan nilai – nilai Al Quran dalam kehidupan nyata. Dalam konteks komunikasi, Rasulullah adalah peretas jalan dan pemandu yang menjadi contoh orang setelahnya untuk menerapkan nilai – nilai Al Quran dalam kehidupan sehari – hari.  Komunikasi yang dibangun oleh Nabi dengan keluarganya, teman dekatnya dan dnegan seluruh manusiaadalah bahan baku yang sangat kaya untuk dikembangkan menjadi kajian ilmu komunikasi dalam islam. Nabi Muhammad SAW juga secara tegas mneyatakan bahwa manusia yang akan selamat dalam mengarungi kehidupan adalah mereka yang selalu menjadi Al Qura’an dan sunnah sebagai pedoman.

3.      KITAB – KITAB PARA ULAMA
Selain Al Quran dan Hadits , ilmu pengetahuan islam secara umum dan lmu tentang akhlak dan adab secara khusus sangat kaya dengan bahan yang bisa dikembangkan untuk memperkaya bangunan ilmu komunikasi islam.
Diantara kitab – kitab yang sangat bermanfaat utnuk dijadikan sumber dan refrensi adalah :
·       Kitab Ihya’ Ulumuddin
Kitab karya Imam Abu Hamid Al Ghazali ini membahas banyak hal. Diantaranya terkait dengan komunikasi islam adalah tentang Afat al Lisan ( penyakit lisan )
·       Minhaj Al Qashidin
Kitab karya Al Maqdisi juga ada yang membahas tentang afat al lisan .
·       Riyadusshalihin
Kitab karya imam nawawi membahas banyak masalah.Diantaranya terkait dengan masalah komunikasi adalah bab tentang al shidq ( kejujuran ) nasehat, memperbanyak jalan berbuat kebaikan, dan lain lain.
·       Kitab Afat Al Lisan fi Dhau Al Quran wa al sunnah,
Karya said bin ali bin wahf qahthani. Kitab ini membahas tentang gossip dan adu domba tentang lisan yang kotor dan lain sebagainya.
·       Adab al lisan karya abu anas Majib al Nabkani
Kitab ini membahas etika manusia dalam menggunakan lidah.

4.      ILMU KOMUNIKASI
Ilmu komunikasi pada dasarnya mempunyai ciri yang sama denga penegrtian ilmu secara umum. Yang membedakan hanya dari objek kajian diman perhatian difokuskan pada peristiwa – peristiwa komunikasi antar manusia. Secara umum ilmu komunikasi adalah pengetahuan tentang peristiwa komunikasi yang diperoleh melalui suatu penelitian tentang sistem, proses dan pengaruh yang dapat dilakukan secara rasional dan sistematis kebenarannya dapat di ujikan dan digeneralisasikan. Ilmu komunikasi dengan karakteristiknya sangat bermanfaat dalam membangun ilmu komunikasi islam.






BAB III
KONSEP DASAR
1.     Komunikasi Ada Sejak Manusia Ada
Usia komunikasi berbanding lurus dengan usia manusia. Berdasarkan informasi yang bersumber dari al-quran dan hadts, diketahui bahwa adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dimuka bumi. Sejak awal keberadaannya, Allah telah menyiapkan untuk adam perangkat-perangkat yang memungkinkannya untuk berkomunikasi. Perangkat itu adalah lidah dan segala pendukungnya, pendengaran, penglihatan dan hati. Allah menciptakan telinga agar manusia mendengar. Allah menciptakan mata agar manusia melihat. Dan Allah menciptakan hati agar manusia bisa berpikir dan merasa serta bisa berkomunikasi dengan-Nya Allah Swt.
2.     Komunikasi terkait dengar pandangan islam terhadap manusia
Dalam pandangan islam, manusia adalah makhluk  empat dimensi, sebagai makhluk Allah, sebagai diri sendiri, sebagai makhluk yang hidup dengan sesame, dan sebagai makhluk yang hidup di alam semesta.
a.      Sebagai makhluk Allah, manusia memeliki ketergantungan dengan penciptanya, harus mengabdi dan melaksanakan segala perintahnya. Dalam hal ini manusia sangat memerlukan saluran untuk berkomunikasi langsung dangan peciptanya. Dengan adanya saluran komunikasi dengan pencipta ini manusia bisa meminta, mengadu, dan menyurahkan segala rasa dan keinginan.
b.     Sebagai diri (nafs), manusia adalah makhluk yang memililki dua dimensi, baik dan jahat, dan mereka bergulat dengan dua kekuatan ini. Dimensi baik didkukung oleh malaikat dan dimensi jahat dibisikan oleh para iblis.
c.      Sebagai makhluk sosial manusia tidak mungkin hidup menyendiri dan memisahkan diri dari komunitasnya. Aspek inilah yang menjadi bidang garap terluas ilmu komunikasi secara umum.
d.     Manusia tidak bisa mengelak untuk berinteraksi dengan makhluk selain manusia yang ada di muka bumi. Dalam pandangan islam, seluruh makhluk hiduo itu memiliki kesamaan, yaitu sebagai makhluk Allah  yang diciptakan dengan system yang sama dengan mansuai.

3.     Komunikasi adalah kebutuhan dasar hidup manusia
Dalam bukunya “motivation and personality”, Maslow mengatakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yang berjenjang. Lima jenjang kebutuhan pokok manusia menurut beliau sebagai berikut :
a.      Kebutuhan mempertahankan hidup
b.     Kebutuhan rasa aman
c.      Kebutuhan sosial
d.     Kebutuhan akan penghargaan
e.      Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja

4.     Komunikasi adalah wujud dari kasih sayang Allah terhadap manusia
Seluruh bentuk kebaikan dan segala hal yang bermanfaat untuk manusia didunia ini maupun nanti di akhirat masuk dalam kategori rahmat. Rahmat adalah lawan kata dari mudharat dengan segala macam bentuknya dan merupakan salah satu sifat Allah yang paling menonjol. Dia selalu mengedepankan sifat ini dari sifat lainnya dalam memilih, menetapkan, dan memprioritaskan semua perkara. Tentang hakikat ini Allah berfirman dalam Al-quran QS. Al-an’am : 12 yang artinya :
“katakanlah : kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi. Katakanlah kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas dirinya kasih sayang.”

5.     Komunikasi bertujuan untuk saling mengenal antar manusia buat mewujudkan semangat taqwa
Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai macam latarbelakang, baik bahasa, adat, suku, bangsa, dan agama. Maksud dari keberagaman itu adalah agar manusia salimg ta’aruf atau saling mengenal. Fenomena keberagaman dan tujuan dari keberagaman ini disebutkan oleh Allah dalam firman-nya QS. Hujarat :13 yang artinya :
“hai manusia, sesungguhnya kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling mulia diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan lagi maha mengenal.”

6.     Komunikasi bertujuan untuk menebar semangat slim( kedamaian dan kenyamanan)
Dalam perspektif islam, akhir dari proses komunikasi adalah mengantarkan manusia untuk merasakan kehidupan yang damai dan nyaman (slim).
Di antara bukti menyatunya prinsip slim dalam komunikasi adalah celaan Allah swt terhadap setiap orang yang suka mengumpat dan mencela baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan. Allaah berfirman dalam QS. Al- Humazah : 1 yang artinya :

“ kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”
Meskipun para ulama tafsir berbeda dalam menafsirkan kata humazah dan lumazah, tetapi secara  umum, makna kedua kata ini adalah menghina dan merendahkan orang lain dengan kata maupun perbuatan.
Selain itu Rasullah saw juga menyatakan bahwa tidak beriman orang yang tetangganya tidak nyaman dengan gangguan. Dalam haditsnya Rasullah bersabda:
“tidak masuk surge orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya”
Semangat slim inilah yang bisa mengantarkan islam maupun merealisasikan cita-citanya untuk menjadi rahmatan lil’alamin. Sedangkan saling merendahkan, menfitnah orang, melakukan adu domba serta berbagi perbuatan negative lainnya tidak sejalan dengan semangat dasar komunikasi islam.
7.     Komunikasi adalah paket
Pesan yang diucapkan oleh lisan atau yang digoreskan oleh pena atau yang diisyaratkan oleh anggota tubuh merupakan terjemahan dari keinginan hati. Lisan atau goresan pena atau gerak tubuh adalah juru bicara dari hati. Hati yang berkehendak diungkapkan oleh lisan dan dilakukan oleh anggota tubuh. Rasullah bersabda yang artinya :
“…. Ketahuilah bahwa dalam jasad itu ada mudghah ( segumpal daging ), apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati.”
Ketiga komponen tersebut harus dalam satu paket. Ketika hati sedih, lisan normalnya tidak kuasa untuk tidak mengungkapkan rasa, lalu diikuti oleh mata yang berbinar dan akhirnya menangis, karena sumber pesan adalah hati dan hati merupakan sumber berkehendak, maka pesan yang dikeluarkan oleh lisan atau tulisan adalah merupakan terjemahan dari kehendak hati. Hati yang baik akan memproduksi pesan-pesan yang indah dan menyejukkan, sedangkan hati yang busuk akan menebarkan aroma tidak sedap kepada orang yang menerimanya ataupun orang lain yang tekait dengannya.
8.     Komunikasi memiliki efek dunia dan akhirat.
Komunikasi antar manusia merupakan aktivitas menyampaikan dan menerima pesan dari dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, proses pengaruh mempengaruhi terjadi. Di samping itu, komunikasi bertujuan untuk saling mengenal, berhubungan, bermain, saling membantu, berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah dan meciptakan rasa persatuan. Dan komunikasi juga dapat dipakai untuk adu domba, melemahkan semangat, meruntuhkan status membuat orang lain sedih, dan membuat orang terjerumus kedunia kesesatan atau dunai hitam.
Jika komunikasi mampu menarik perhatian orang dengan tujuan menunjukkan jalan hidayah dan orang mendapatkan hidayah lewat perantaraannya maka perbuatan tersebut sangat terpuji. Rasullah saw bersabda:
“…. Dari Anas bin Malik berkata, Rasullah Saw bersabda : tidak ada seorangpun yang mengefektifkan lisannya untuk kebenaran, lalu apa yang dia katakana diamalkan oleh orang setelahnya, kecuali Allah akan mengalirkan pahalanya sampai hari kiamat, kemudian Allah akan sempurnakan pahalanya pada hari kiamat.”




BAB IV
ISTILAH-ISTILAH KOMUNIKASI DALAM AL-QURAN DAN HADITS
A.    Jenis Pesan
Pesan adalah seperangkat lambing bermakna ynag disampaikan oleh komunikator. Deddy Mulyana mengatakan bahwa pesan adalah seperangkat symbol verbal ataupun non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan. Pesan terbagi dua pesan verbal dan pesan non verbal. Pesan verbal adalah tiga istilah dalm al-quran. Tiga istilah tersebut adalah lafadz, qaul, dan kalimat. Dan qaul dalam al-quran ada delapan diantaranya:
a.      Qaulan Ma’rufan
b.     Qaulan kariman
c.      Qaulan maysuran
d.     Qaulan balighan
e.      Qaulan layyinan
f.      Qaulan sadidan
g.     Qaulan tsaqilan
h.     Qaulan ‘adziman
Begitu juga kalimat dalam al-quran dibagi tujuh kalimat diantaranya:
a.      Kalimatullah
b.     Kalimat alladzina kafaru
c.       Kalimatun sawa’
d.     Kalimat al-kufr
e.       Kalimat al-taqwa
f.      Kalimat al-thayyibah
g.     Kalimat al-khabitsah.

B.    Kekutan pesan
Pesan yang dikirim oleh seseorang memiliki pengaruh yang berbeda anatara satu dengan yang lain, baik pengaruh positif maupun negative. Ada pesan yang memiliki kekuatan serta berdampak luas, dan ada pesan yang biasa saja, tidak teerlalu berdampak besar, dan kadang-kadang dianggap oleh pendengar atau pembacanya seperti angin lalu saja.
Selain itu, secara substansi, ada pesan yang akurat dan ada yang asal-asalan, ada yang benar dan ada yang dusta atau salah. Dalam kategori ini pesan tidak selalu mengandung kebenaran.
Di antara jenis pesan dalam al-quran yang memiliki pengaruh luas adalah pesan yang disebut dengan istilah naba’, apakah berita itu benar atau salah. Sedangkan pesan yang mengandunng pengaruh yang biasa saja, mengandung kemungkinan benar atau salah, salah atau benar, yang keduanya memungkinkan disebut khabar. Kekuatan pesan itu dibagi dalam tiga bagian diantaranya naba’, khabar, dan hadits.

C.    Metode menyampaikan pesan
a.      Hiwar ( perbedaan pendapat )
b.     Jidal ( memintal benang )
c.      Bayan ( jelas tau terang )
d.     Tadzkir ( mengingat )
e.      Tabligh ( selesai )
f.      Tabsyir (bahagia dan gembira )
g.     Indzar
h.     Ta’aruf ( tahu atau kenal )
i.       Tawashi ( bersambung)
j.       Nasihat (murni, jernih, bersih, tanpa noda)
k.     Irsyad (mencari petunjuk kejalan yang benar)
l.       Wa’dz atau mau’idzah (mengingatkan tentang kebaikan yang membuat hati menjadi lembut)
m.   Idkhal al surur ( membahagiakan orang lain)




BAB V
FUNGSI – FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM

A.          PENDAHULUAN
Fungsi informasi diambil dari istilah naba’ dan khabar. Fungsi meyakinkan diambil dari metode hiwar dan jidal. Fungsi mengingatkkan diambil dari metode tadzkir dan indzar. Fungsi memotivasi di peroleh dari metode tabligh dan tabsyir, fungsi sosial di dapat dari metode ta’aruf. Fungsi bimbingan didapat dari metode irsyad dan wasiat, fungsi kepuasan spiritual didapat dapat dari mau’idzah dan nasihat, dan terakhir fungsi hiburan didapat dari istilah idkhalal al-surur.
B.          FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI

1.           Fungsi Informasi
Informasi adalah kehidupan, karena sejak lahir seluruh perangkat untuk menyerap informasi seperti mata, telinga, dan hati sebagai perangkat utama kehidupan sudah terpasang dan siap di fungsikan. Informasi adalah kunci utama terjadinya perubahan sikap dan perilaku  pada manusia. Mengingat pentingnya informasi dalam kehidupan manusia mala islam, melarang keras umatnya untuk berdusta. Karena dusta itu akan menciptakan fasad al tashawwur (rusaknya persepsi) seseorang terhadap orang lain atau terhadap sesuatu yang menyeret pelakunya untuk masuk neraka.
2.           Fungsi Meyakinkan
Fungsi penting komunikasi Islam adalah fungsi meyakinkan. Fungsi meyakinkan artinya membuat ide, pendapat dan gagasan yang kita miliki bisa di terima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Fungsi meyakinkan dalam komunikasi Islam bisa dicapai di antaranya dengan metode Hiwar dan Jidal. Hiwar adalah dialog, dan jidal adalah debat.
3.           Fungsi Mengingatkan
Lupa adalah siifat yang tidak bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak adanya banpaknya manusia pertama, Adam a.s. Ibnu Mandzur dalam Lisan al-Arab mengatakan bahwa diantara penanaman manusia dengan istilah insan karena manusia memiliki sifat pelupa. Diantara penyebab lipa adalah:
1.     Tidak kuatnya informasi menempel di otak
2.     Informasi yang terlalu banyak dan tidak di simpan dengan rapi di tambah lagi karena suntuk dan terlalu banyak pekerjaan yang harus di tuntaskan.
3.     Informasi tidak disusun berdasarkan kronologisnya.
4.     Tidak mengikat informasi dengan tulisan
5.     Diantara faktor yang membuat orang orang menjadi mudah lupa adalah faktor gizi buruk dan kesehatan yang tidak baik
6.     Suasana tidak nyaman dan tidak aman juga membantu orang untuk cepat lupa
7.     Tidak ada waktu istirahat dan kerja terus menerus
8.     Banyaknya benturan baik dari dalam maupun luar diri
9.     Tergesa-gesa
10.  Menganggap remeh suatu masalah
11.  Faktor keturunan
12.  Faktor usia
13.  Faktor godaan setan.
Dan diantara metode untuk memperkuat ingatan diantaranya adalah:
1.     Menghubungkan akal dengan objek tertentu
2.     Mencatat dan menulis informasi
3.     Memperhatikan makanan yang sehat
4.     Menjaga kesehatan tubuh
5.     Sering mengulang-ulang materi dan pekerjaan yang kita perlukan
6.     Tidak terlalu banyak menanggung bebad dan tanggung jawab
7.     Hidup yang tertata
8.     Mencari suasana yang nyaman, aman, dan tenang
9.     Tidak berburu-buru dalam melakukan pekerjaan
10.  Selalu membaca dan melakukan kajian
11.   Menghindari makanan-makanan yang merusak tubuh
12.  Selalu membaca dan menghafal Al-Qur’an, doa, dan hal-hal yang memuaskan suasana batin.

4.               Fungsi Memotivasi
Manusia dalam hidupnya memerlukan charge karena semangat hidup manusia tidak stabil. Chaege itu di sebut dengan motivasi. Faktor-faktor penyebab manusia kehilangan motivasi di bagi menjadi tiga, yaitu: akal, fisik,dan eksternal.
5.               Fungsi Sosialisasi
Dalam Al-Qur’an fungsi sosialisasi sering di sebut dengan  ta’aruf, dalam hadis Rasulullah menyebutnya dengan mukhalathah. Ta’aruf adalah salah satu metode komunikasi yang sangat efektif. Dengan ta’ruf hubungan antara manusia tersambung. Ta’aruf yang baik akan melahirka keinginan untuk saling membantu bahkan sampai ke tingkat saling mengayomi.
6.               Fungsi Bimbingan
Disinilah manusia membutuhkan orang lain untuk membimbingnya mencari solusi atau mengarahkannya ke tempat yang tepat. Fungsi ini sering di sebut irsyad. Empat fokus utama dalam aktivitas komunikasi dalam membimbing seseorang; pertama, membimbing seseorang untuk melakukan perbuatan baik, dan mencegah melakukan perbuatan negative. Kedua, memperbaiki kondisi mereka yang sudah rusak. Ketiga, mengarahkan orang untuk menemukan potensi yang mereka miliki. Dan yang keempat, mengembangkan potensi manusia agar lebih maksimal.
7.               Fungsi Kepuasan Spiritual
Diantara metode memuaskan spiritual adalah dengan memberikan mau’idzah dan nasehat kepada mereka.
8.           Fungsi Hiburan
Kita pasti merasa lelah, kadang harus berhadapan dengan kesulitan di uji dengan berbagai kasus bahkan tidak jarang harus menderita. Dalam kondisi seperti itu, hati kita sangat perlu dengan hiburan. Hati yang terhibur akan membuat rasa takut menjadi hilang, lelah akan hilang, derita terpbati, dan kondisi kita menjadi fress kembali.
Kata bisa membuat kita menjadi temtram, meskipun tidak jarang kata itu melukai. Memasukkan kebahagiaan hati kedalam hati orang lain, di dalam hadis di debut dengan idkhal al surur.
BAB VI
BENTUK – BENTUK KOMUNIKASI ISLAM

A.     PENDAHULUAN
Objek kajian ilmu komunikasi islam terdiri dari tiga bentuk komunikasi yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Tiga bentuk komunikasi itu adalah komunikasi manusia dengan ALLAH, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya.

B.      BENTUK – BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
1.      KOMUNIKASI ILAHIYAH
Di antara bentuk komunikasi dalam islam adalah komunikasi antar manusia dengan Tuhannya. Bentuk komunikasi ini bersifat alami dan wujud dari adanya ruh kehidupan yang ditiupkan ALLAH kepada makhluknya. Komunikasi antar manusia dan penciptanya sudah terjadi sejak ALLAH meniupkan ruh_Nya kepada manusia. Sejak itulah kehidupan bermula, dan sejak itu juga komunikasi sudah terjalin. Pada saat komunikasi awal itu, Allah mengenalkan Diri_Nya kepada manusia dan meminta mereka untuk bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan mereka.


POLA KOMUNIKASI MANUSIA DAN PENCIPTA
1.      Pola komunikasi dengan manusia pilihan
a.      Komunikasi Langsung
Komunikasi Allah dan manusia yang terjadi secara langsung pernah terjadi pada Nabi Musa as. Sedangkan dengan Nabi yang lain , ALLAH berkomunikasi dengan mereka melewati wahyu, baik yang disampaikan kedalam hati mereka tanpa perantara malaikat atau dengan perantara malaikat. Itulah sebabnya Musa diberi gelar Kalimullah ( orang yang berkomunikasi langsung dengan ALLAH ). Komunikasi langsung antara Musa dan penciptaNya pertama kali terjadi ketika musa menerima wahyu pertama di bukit Thursina.
Meskipun AL  Quran menyatakan bahwa Musa diberikan keistimewaan bisa berkomunikasi langsung dnegan ALLAH, tetapi al quran tidak mengabarkan kepada kita bagaiamana komunikasi itu berlangsung,apakan dengan suara atau lainnya? Nabi Muhammad sendiri pernah berkomunikasi langsung dengan ALLAH di sidratul Muntaha saat dipanggil untuk menerima perintah sholat. Bentuk komunikasi seperti ini tidka akan terjadi lagi kepada manusia biasa, meskipun pintu komunikasi dengan ALLAH tetap dibuka dengan cara dan media lain.
b.      Komunikasi dengan Wahyu
Komunikasi melalui wahyu merupakan jenis komunikasi yang paling lazim pada semua Nabi. Diantara bentuk komunikasi jenis ini terjadi pada Nabi Ibrahim ketika dia meminta ALLAH agar membuktikan kekuasaannya dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah meninggal dunia.
Diantara komunikasi jenis ini yang dicatat dalam al quran adalah komunikasi antara Nabi Zakaria dengan penciptanya. Komunikasi juga terjadi antara Nbai Isa dengan penciptanya. Al quran merekam komunikasi ini dlama surah al maidah 116 – 118. Tema besar komunikais itu adalah tentang ketuhanan Yesus dan Bunda Maria, apakah ajaran itu bersumber dari isa atau bukan. Pola komunikasi dengan perantara wahyu terhenti dengan di utusnya Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yang di utus ke muka bumi.

2.      Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa
Setelah manusia lahir ke dunia, ALLAH sudah menyiapkan berbagai media yang memungkinan mereka untuk tetap bersambung dnegan ALLAH diantaranya dengan :

a.      Sholat
Sholat adalah ajaran islam yang mengajarkan kepada penganutnya untuk berkomunikasi secara intensif dnegan ALLAH.

b.      Dzikir
Dzikir adalah salah satu bentuk komunikasi manusia kepada ALLAH ,dengan cara menghadirkanNya dalam hati, menyebutnya dnegna Lisan mempelajari dan mengajarkan ajarannya , mengajak orang lain untuk melakukan apa yang diperintahkannya dan mencegah orang dari hal – hal yang dilarang olehnya.

c.       Istighfar dan Taubat
Istighfar dan taubat adalah komunikasi seorang hamba dnegan Tuhannya untuk melepas segala beban yang ada didalam dirinya dengan cara mengakui kesalahan dan berjanji untuk menggantikan kesalahan tersebut dengan perbuatan yang lebih baik.

d.      Tilawah Al Quran
Al quran merupakan kitab yang diturunkan oleh ALLAH sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan hambanya. Di antara bentuk komuniksi itu adalah :
·         Komunikasi antara ALLAH dengan Malaikat
·         Komunikasi ALLAh dengan para Nabi
·         Komunikasi ALLAH dengan Iblis
·         Komunikasi ALLAH dengan manusia lewat perantara Rasul.
·         Komunikasi Allah dengan manusia

C.      KOMUNIKASI INTRA PERSONAL
Komunikasi intra personal adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Dalam hal ini orang berperan sebagai komunikator sekaligus komunikan. Komunikasi Intrapersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang saat menerima informasi, mengolahnya, menyimpannya dan menghasilkan kembali.
D.     KOMUNIKASI ANTAR MANUSIA
1.      Komunikasi Antar Personal
Komunikasi antar personal itu komunikasi antar dua orang. Komunikasi antar pribadi berdasarkan komponen artinya penyampaian pesan oleh satu orang dan penerima pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang dnegan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Berdasarkan hubungan, komunikasi antarpribadi diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung diantra dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Komunikasi antar pribadi memainan peranan penting dalam kehidupan.
2.      Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok merupakan bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
3.      Komunikasi Massa
Gerberner menyatakan bahwa komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.

BAB VII
PRINSIP – PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM
A.   PRINSIP – PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM
1.     Prinsip Ikhlas
Suatu pesan tidak akan berdampak positif kepada komunikan jika diterima dengan hati yang tidak ikhlas. Ikhlas adalah kerja hati.  Ikhlas menurut istilah adalah kerja yang dilakukan oleh hati untuk mensucikan dirinya dari berbagi motif yang tidak benar. Tidak ikhlas menyampaikan atau menerima pesan artinya tidak sucinya keinginan untuk menyampaikan atau menerima pesan.
2.      Prinsip Pahala dan Dosa
Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap pesan atau pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah mengantar kepada kesuksesan atau kehancuran. Agar lisan tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka islam membimbing manusia terutama umatnya untuk melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
a.      Islam melarang berkata kotor dan kasar
b.      Memberikan motivasi agar selalu berkata yang baik
3.     Prnsip Kejujuran
4.     Prinsip Kebersihan
Islam sangat menekankan prinsip kebersihan dalam segala hal, termasuk dalam menyampaikan pesan. Pesan yang baik akan mendatang kenyamanan psikologis  bagi yang menerimanya, sedangkan pesan yang jorok, sarkatis, berdarah – berdarah, pertengkaran, perselingkuhan akan berdampak pada keruhnya hati. Menyampaikan kata – kata yang memberikan harapan kepada seseorang adalah lebih baik daripada kata – kata yang membuat seseorang pesimis. Di antara tujuan komunikasi adalah memberi kenyamanan psikologis kepada orang yang mendengarkan.
5.     Prinsip Berkata Positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagiaan seseorang dalam kondisi apapun dia berada. seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
6.     Prinsip Paket ( Hati, Lisan dan Perbuatan )
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkap. Ada unsur jiwa dan raga. Gerak raga dalam konsep islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisan akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan tidak akan mampu berbicara dengan baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar. Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
“ ketahuilah, bahwa ditubuh itu ada satu gumpalan daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad , dan apabila ia rusak, maka rusak lah jasad, ketahuilah itu adalah hati “
Konsistensi antara hati kata dan perbuatan adalah ciri manusia sukses. Allah tidak menyukai inkonsistensi. Tidak hanya Allah, manusia secara umum juga memandang bahwa inkonsistensi adalah cacat yang membuat nilai seseorang menjadi kurang.

7.     Prinsip Dua Telinga Satu Mulut
Menceritakan kembali semua yang didengar adalah tanda kecerobohan seseorang. Tidak semua informasi yang sampai kepada seseorang dipahami secara benar, atau dipahami secara benar tapi beritanya tidak benar, atau beritanya benar tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. isyarat agar kita berhati – hati dalam berbicara dan banyak mendengar adalah pada struktur fisik kita yang diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut.
8.     Prinsip Pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang meyakini bahwa Allah maha Mendengar, Maha Meliat dan Maha Mengetahui. Prinsip pengawasan ini akan membuat orang lain selalu merasa diperhatikan dan dipantau. Orang yang selau merasa dipantau biasanya lebih berhati – hati dalam mengeluarkan statement.
9.     Prinsip Selektifitas dan Validitas
Prinsip selektivitas dan validitas dalam komunikasi islam bukan hanya bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi komunikan didunia ini, tetapi tujuan utama mereka adalah agar bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka kemukakan pada saat diminta pertanggungjawaban diakhirat.
10.   Prinsip Saling mempengaruhi          
Komunikasi antar manusia merupakan aktivitas menyampaikan dan menerima pesan dari dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, proses pengaruh mempengaruhi terjadi. Karena muara semua tujuan komunikasi adalah saling mempengaruhi, maka membangun komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang sehat adalah bagian yang tidka terpisahkan dari islam.
Diantara bentuk pengaruh strategis komunikasi adalah :
·         Dapat merubah pendapat orang lain
·         Menjadi faktor yang menentukan baik buruknya manusia
11.  Prinsip Keseimbangan
Informais yang seimbang akan membuat keputusan menjadi akurat. Prinsip keseimbangan dalam emnyerap informasi sebelum memberikan sikap adalah keharusan. Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yangs edang berselisih kadang – kadang memebrikan informasi secara emosional dan berlebihan.
12.  Prinsip Privasi

Setiap orang memiliki ruang privasi yang tidak boleh diungkap dipentas publik , begitu juga dnegna organisasi, lembaga dan seterusnya. Allah melarang orang beriman untuk mencari – cari informasi tentang masalah – masalah yang masuk dalam ruang privaci. Diantara indikator sebuah informasi tidak untuk dikonsumsi publik adalah bahasa tubuh dari orang yang menyampaikan pesan. Melanggar masalah privasi seperti ini di dalam islam masuk dalam status pelanggaran hak – hak asasi manusia yaitu melakukan pencemaran nama baik.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan