Iya, harus ku akui. Aku memiliki banyak kisah terutama di
masa yang telah lalu.
Aku pernah merasakan pahitnya berjalan di arah yang salah
Kelamnya kehidupan tanpa tujuan yang pasti
Tersesat, aku tak berdaya.
Aku pernah menganggap yang haram menjadi halal
laranganNya menjadi sebuah perintah
dan itu bagiku, nafsu sebagai manusia yang tak mengingat
sang Maha Pencipta.
Pacaran ?
Iya, aku perrnah.
Mengolok-ngolok yang berpegang teguh pada sunnahNya?
Iya, aku pernah.
Mencela seseorang yang sangat menurut pada aturan dariNya?
Iya, aku pernah.
Ketinggalan jaman, kataku
Terlalu fanatik, pikirku
Jangan ekstrim, jawabku
Aku terlalu akrab pada kemaksiatan, hingga asing pada urusan akhirat.
Kenikmatan dunia yang sesaat, membuatku terlena hingga lupa pada kematian.
Namun tahukah engkau?
Kini aku tertunduk malu atas perbuatanku sendiri, kini aku menyesal atas perkiraanku selama ini.
Asumsi yang selalu ku lontarkan terhadap mereka ternyata salah besar.
Bahkan aku telah mendzolimi mereka yang tidak bersalah.
Sungguh, aku ini adalah seorang pendosa.
Aku ingin kembali pada tugasku yang sesungguhnya.
Walau aku tahu, ini tak mudah. Banyak ujian yang akan menghalangi langkahku.
Mungkin saja itu datang dari temanku, sahabatku, bahkan keluargaku.
Aku memutuskan meninggalkan sedikit demi sedikit hal-hal yang mendekatkan ku pada liang dosa.
Meskipun akan ada yang meninggalkanku sebab aku mulai berbeda.
Sudahlah, kujalani saja ingin ku
Aku tak ingin mati dalam keadaan fasik berkat kemaksiatan yang ku lakukan di dunia.
Meskipun keimanan masih terombang ambing
Aku hanya meminta kepadaNya agar menguatkan hatiku tuk selalu istiqomah dijalanNya
Bagiku, tidak ada kata terlambat.
Tapi ingatlah, ajal tak menunggu kita untuk bertaubat.
Jika niat sudah ada, maka lakukanlah...


Amin, semangat ukhti..
BalasHapus