Keterbatasan berbuah Kemandirian


Desa Sumber Agung merupakan desa yang dikunjungi oleh peserta dan panitia Qureta dalam Ekspedisi Kubu. Kegiatan ini merupakan bagian dari Workshop & Kelas Menulis yang dilakukan selama 1 hari 1 malam pada 28-29 April 2017. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengobservasi berbagai potensi yang ada, seperti mengamati potensi kopi, nipah, dan karet.
Desa Sumber Agung menjadi pilihan karena di lokasi tersebut banyak potensi yang sudah di kembangkan. Desa ini terletak di kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia. Desa ini dihuni dari tahun 1989 dan mayoritas penduduknya adalah transmigran dari Pulau Jawa.
            Jum’at (28/4) peserta dan panitia siap berangkat menuju dermaga Rasau. Sampai disana mereka pun menaiki Speed yang akan menghantar ke Desa Sumber Agung. Speed yang digunakan begitu kencang meninggalkan dermaga Rasau. Pemandangan indah terbentang luas, hamparan sungai yang panjang, hutan yang hijau, dan langit yang biru seolah membuat mata tak bosan untuk melihatnya.
            Satu jam berlalu, dari kejauhan mata memandang tampak awan hitam yang siap siaga menjatuhkan airnya ke Bumi. Hujan deras mulai mengguyur, begitu pula ombak yang siap menghantam. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi peserta qureta untuk menuju lokasi. Selang beberapa jam tim Ekspedisi Kubu akhirnya sampai di dermaga tepat depan rumah Kepala Desa. Kedatangan disambut hangat oleh warga, dengan makanan yang siap disantap.
Ketika tim ekspedisi kubu hendak melihat hasil potensi yang ada didaerah sekitar. Salah satu warga sebut saja bapak Abdul, beliau mengatakan bahwa didaerah desa sumber agung potensi yang lebih besar untuk menunjang kehidupan ialah potensi Kopi, nipah, dan karet. Kopi yang terdapat di Desa Sumber Agung beraneka jenis macam, yakni kopi jenis Arabika, Robusta, dan Liberia. Menurut Abdul kopi yang paling enak ialah kopi jenis Arabika, meskipun ukuran nya lebih kecil dari jenis kopi yang lain namun kopi jenis arabika memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Petani kopi sudah berhasil memproduksi kopi yang diberi nama kopi “Cap Layar”. Meskipun sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat setempat, untuk memperkenalkan lebih jauh ke masyarakat luar fasilitas yang ada kurang memadai.
Berbicara fasilitas yang merupakan penunjang keberhasilan ekonomi dalam proses pekerjaan, berarti menyangkut sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota maupun desa. Dengan tujuan mencapai perekonomian yang lebih baik. Fasilitas merupakan hal yang fundamental di dalam suatu proses. Karena suatu keberhasilan proses sangat ditentukan oleh manusia, yang berarti sumber daya manusia yang handal akan menentukan sebuah rencana.
Fasilitas yang terdapat di Desa sumber agung sangat minim adanya. Karena jarak untuk ke kota membutuhkan waktu minimal 3 jam. Meskipun Desa Sumber Agung bersebrangan langsung dengan Kabupaten Kayong Utara, hal itu tak memungkinkan bagi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas yang lebih maximal. Untuk lampu saja, pemakaian dibatasi dengan waktu.
Keterbatasan akan fasilitas yang dihadapi masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Batu Ampar menuntut mereka untuk mandiri. Jauh nya dari Kota tidak membuat mereka lemah dan malas, akan tetapi semakin membuat mereka belajar untuk semangat dalam menjalani hidup. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, dan aku percaya suatu saat Kecamatan Batu Ampar tepat nya di Desa Sumber Agung akan menjadi lokasi yang maju. Karena jalur perairan mereka merupakan jalur transportasi yang dilalui oleh banyak kapal. Hal itu pula lah yang akan membuat orang-orang akan menoleh sedikit bahkan mencari tau akan kekayaan yang tersembunyi didaerah tersebut.


1 komentar:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan