Lahan Sawit Subur, Rakyat Kalbar Makmur. (Hari Keanekaragaman Hayati 2019)


“Dari tahun ke tahun, permintaan kelapa sawit terus meroket. Tak ayal, tanaman berjuta manfaat ini pun menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat, termasuk rakyat Kalimantan Barat.”

Selama masyarakat Indonesia suka masakan yang digoreng, selama itu pula industri kelapa sawit akan berjaya. Ya, minyak goreng tidak terpisahkan dari konsumsi manusia sehari-hari. Tidak hanya minyak goreng, masih banyak benda-benda di sekitar kita yang berasal dari minyak kelapa sawit. Negeri ini pun beruntung, karena dianugerahi oleh Tuhan minyak nabati yang amat banyak nilai gunanya.
Crude Palm Oil (CPO), minyak kelapa sawit mentah yang sedang “mekar-mekarnya” di Indonesia tengah menebar benihnya tidak hanya di negeri ini, tetapi juga sudah harum di pasar mancanegara. Tingginya angka ekspor CPO Indonesia pun menobatkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit nomor satu dunia. Terlepas dari problematika yang meliputinya, kita tidak bisa menyangkal bahwa bangsa ini sangat terbantu dengan hijaunya kelapa sawit berhektar-hektar di perkebunan kita.
Ternyata berseminya ranah agribisnis tanah air tidak hanya membawa angin segar bagi perekonomian petani, tetapi lebih jauh lagi, merambah ke sektor pembangunan daerah tertinggal di pelosok negeri. Provinsi dengan indeks pembangunan manusia yang rendah di pelosok negeri umumnya memiliki potensi dalam hal sumberdaya alam dan sumberdaya lahan. Oleh karena itu, potensi pertanian memberi harapan besar bagi daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan. Hal ini pun sejalan dengan salah satu butir nawa cita, yaitu desentralisasi pembangunan. 
 Kalimantan Barat adalah salah satu pilar dari semesta agraria nusantara yang perekonomiannya ditunjang oleh sektor perkebunan. Berdasarkan hasil ST2013 mencapai 631.281 rumah tangga, yang mana sebanyak 497.489 rumah tangga (79,26 persen) berusaha di sektor perkebunan. Provinsi ini juga merupakan contoh dari beberapa daerah yang merasakan cerahnya prospek berkebun kelapa sawit, bagaikan menemukan ladang mutiara. Disamping perkebunan karet, kelapa, dan nipah, kelapa sawit sangat diandalkan.
Pernah suatu hari aku mencoba turun lapang meninjau luasnya kebun sawit di daerah Sungai Arus Deras, Kecamatan Teluk Pakedai Kalimantan Barat. Di sebuah menara tinggi, menara api namanya, aku mengamati indahnya bentangan kelapa sawit yang tersusun rapi. Indahnya bumi cakrawala yang dihiasi hijaunya kebun sawit tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi majunya tanah kelahiranku ini. 
Industri kelapa sawit yang terus tumbuh setiap tahunnya dapat dilihat dari bertambahnya jumlah luas areal, jumlah produksi, serta tenaga kerja yang dibutuhkan. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Indonesia, pada tahun 2016 jumlah total luas area perkebunan kelapa sawit mencapai 8 juta hektar, ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2000 saat itu masih sekitar 4 juta hektar. Tak heran jika kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar negara dan membuka lapangan kerja yang luas untuk masyarakat.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu mencerminkan distribusi pendapatan yang merata, melainkan hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat, masyarakat perkotaan. Sedangkan masyarakat pedesaan atau pinggiran hanya mendapat porsi yang kecil. Dengan adanya pembangunan perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Kalimantan Barat, kemiskinan dan keterbelakangan khususnya di daerah pedesaan dapat direduksi. Karena pada dasarnya, tujuan dari pembangunan tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat secara adil dan merata.
Di samping itu berkembangnya perkebunan kelapa sawit merangsang tumbuhnya industri pengolahan yang bahan bakunya dari kelapa sawit. Pembangunan perkebunan kelapa sawit mempunyai dampak ganda terhadap ekonomi wilayah, terutama dalam menciptakan kesempatan dan peluang kerja. 
Optimalisasi perkebunan kelapa sawit ini telah mencurahkan berjuta manfaat (trickle down effect), serta memperluas daya penyebaran (power of dispersion) ekonomi pada masyarakat sekitarnya. Semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit, semakin terasa dampaknya terhadap tenaga kerja yang bekerja pada sektor perkebunan dan sektor turunannya. Dampak tersebut dapat dilihat dari peningkatan pendapatan masyarakat petani, yang berujung pada meningkatnya daya beli masyarakat pedesaan. Daya beli meningkat, maka roda perekonomian semakin cepat berputar.

Dari potensi yang ada, maka pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Barat juga akan membuka peluang pembangunan industri hulu-hilir kelapa sawit, membuka peluang usaha, tumbuhnya diversifikasi usaha, dan meningkatkan sumber devisa bagi daerah Kal-Bar. Pembangunan ini juga akan membuka peluang kerja di daerah dan akan menumbuhkan sektor ekonomi lainnya yang pada gilirannya akan memunculkan daerah-daerah baru sebagai pusat-pusat pertumbuhan wilayah (Almasdi Syahza, 2007).
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa kelapa sawit bisa menjadi primadona, mengalahkan komoditi-komoditi pertanian lainnya. Yuk, kita ulas satu per satu!
Tanaman Berjuta Manfaat
Tidak hanya ibu rumah tangga dan tukang gorengan, minyak kelapa sawit memberikan banyak manfaat di berbagai dimensi kehidupan. Tanpa minyak sawit, tidak akan ada wanginya sabun mandi, lembutnya mentega untuk kue dan martabak. Minyak sawit juga dibutuhkan oleh produsen cat, pelumas, lotion, dan cream kulit.
Produk utamanya, apalagi kalau bukan minyak goreng. Bahan baku masakan yang wajib adadi setiap dapur ini adalah yang paling baik dibanding jenis minyak nabati lainnya dalam urusan menggoreng. Tersusun atas 50 persen asam lemak jenuh dan 50 persen asam lemak tak jenuh, membuat stabilitas minyak goreng sawit tinggi. Selain itu tidak mudah tengik, menghasilkan produk gorengan lebih awet, dan tidak mengandung radikal bebas tinggi.
Energi Terbarukan
Kesadaran masyarakat dunia akan penggunaan energi hijau semakin meningkat seiring meluasnya destruksi alam yang terjadi di era modern ini. Energi alternatif biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit banyak dikembangkan sebagai bahan bakar non fosil terbarukan (renewable energy).
BiodieseL/biosolar kini semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan pelaku industri yang umumnya membutuhkan bahan bakar tersebut untuk mengangkutan hasil kebun dan tambang, serta distribusi komoditas lintas daerah. selain untuk kendaraan, biodiesel juga sering dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan bahan bakar untuk genset.
Jadi Petani Sawit, Siapa yang Tak Mau?
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Indonesia, jumlah total luas area perkebunan kelapa sawit mencapai 8 juta hektar pada tahun 2016, ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2000 saat itu masih sekitar 4 juta hektar. Jumlah ini akan terus meningkat mencapai 13 juta hektar lahan perkebunan kelapa sawit pada tahun 2020. Sungguh prospektif, bukan?
Industri sawit nasional kini menjadi andalan dan motor penggerak perekonomian masyarakat. Para pekerja sawit umumnya mengaku memperoleh penghidupan yang lebih layak dari pertanian sawit ini. Salah satunya adalah, Djupika, yang bekerja di kebun sawit daerah Terentang. “Kerje di sawit dengan hasil yang aku terima sih, sesuai lah, cukoplah.” ujarnya, ketika ditanya via telefon.
Menurut SKB-S (Survey Subsektor), sebanyak 42,72 persen pekebun kelapa sawit di Kalimantan Barat hanya tamat SD. Itu berarti lapangan pekerjaan yang terbuka dari kebun sawit tidak hanya diperuntukkan bagi kaum intelek, tetapi juga yang berlatarbelakang pendidikan rendah. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2003 dengan Sensus Pertanian 2013, selama kurun waktu 10 tahun terjadi peningkatan sebesar 16,9 persen pada jumlah rumah tangga usaha perkebunan di Kalimantan Barat, dari 425.563 rumah tangga pada tahun 2003 menjadi 497.489 rumah tangga pada tahun 2013.
Hal senada juga diutarakan Neli Yanti Rizki, pekerja di sebuah perusahaan pengolahan sawit di area Kubu Raya. Ia berpendapat bahwa perkembangan perekonomian khususnya di area Kubu Raya yang berdekatan langsung dengan kebun sawit sangat menguntungkan, karena mereka yang tinggal di dekat perusahaan sawit mendapatkan kompensasi yang besar. Benefit yang diterima masyarakat yaitu:
-        Mengurangi angka pengangguran
-        Membuka akses jalan raya, dari yang sebelumnya mengandalkan motor air untuk distribusi kelapa sawit.
-        Menambahkan PAD dari sisi pajak, dan perizinan.
-        Meningkatkan daya beli masyarakat
Menumbuhkan Kelapa Sawit, Menumbuhkan Kesejahteraan
Di Kalimantan, Sumatra, Papua, dimana industri sawit sedang bertumbuh, kini menikmati pembangunan daerah yang lebih kencang. Infrastruktur, perekonomian, dan kesejahteraan penduduk meningkat. Semua terlihat jelas dalam kacamata pembangunan. Seharunya poin inilah yang kita jadikan pijakan dalam menilai keberadaan industri sawit. Atau bisa juga mendefinisikan hal itu menjadi istilah keramahan industri kelapa sawit.
Optimasi lahan untuk budidaya kelapa sawit telah berdampak secara langsung pada peningkatan pendapatan petani, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dampak positifnya menjangkau berbagai dimensi kehidupan, salah satunya melahirkan kondusivitas keamanan dan kerukunan antara masyarakat di Kalimantan Barat. Hal ini pun pada akhirnya mengundang ketertarikan investor dari luar Kalimantan Barat untuk menanamkan modalnya di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
Sektor pertanian yang dalam hal ini subsektor perkebunan telah menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, memberikan akses jalan bagi masyarakat di tempat yang sebelumnya sulit terjangkau, menyerap tenaga kerja dan juga memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak di daerah Kalimantan Barat. Menurut Kanwil DJP Kalimantan Barat, kontribusi sawit dalam penerimaan pajak mencapai 20,79 persen.
Dengan segala keuntungan yang ditawarkan, Kalimantan Barat berencana melakukan perluasan perkebunan kelapa sawit terbesar, yaitu mencapai 5,02 juta hektar (Badan Penanaman Modal Daerah Kalimantan Barat, 2014). Itu artinya, sektor pertanian dan perkebunan akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Kal-bar.

Penulis : Suci Nurul Baiti
Hari Keanekaragaman Hayati 2019
#IDB2019KKH

1 komentar:


  1. ayo menangkan uang setiap harinya di agen365*com
    WA : +85587781483

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan