Potret Ekonomi Masyarakat Desa Mubung, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu

Kabupaten Kapuas Hulu, atau sering disebut dengan istilah daerah “uncak kapuas” dikenal sebagai bagian dari wilayah  kawasan strategis tujuan ekowisata jantung borneo. Kabupaten yang sebelah utara berbatas langsung dengan Sarawak (Malaysia Timur), sebelah selatan dan barat dengan Kabupaten Sintang, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah geografis sebesar 29.842 km2. Secara administratif Kabupaten Kapuas Hulu membagi daerahnya kedalam 23 kecamatan. Salah satu nya adalah Kecamatan Hulu G.
Kali ini penulis akan berbagi informasi sedikit, mengenai desa yang berada di kecamatan Hulu Gurung. yaitu, Desa Mubung.




Kondisi Lingkungan, Sosial dan Ekonomi
         Desa mubung memiliki 3 dusun, yaitu dusun puntijaya, dusun sangkaka dan dusun tanjung harapan. Desa mubung yang berada di kecamatan hulu gurung merupakan desa yang berada di dekat bukit Piabung. Kondisi lingkungan di di daerah desa mubung mmemiliki topografi rendah, dan memiliki hutan seluas 1.827,20 Ha. Berada didekat perbukitan dan disuguhkan luas nya hutan, menjadikan hal tersebut sebagai sumber potensi alam bagi masyarakat mubung untuk membangun daerah nya.
Dalam pembangunan suatu daerah tidak akan terlepas dari potensi alam, seperti hutan, tambang, lautan, dan kekayaan lainnya yang dimiliki. Memang tak bisa dipungkiri dalam pembangunan diperlukan bahan baku untuk pengembangan suatu daerah. Dalam pembangunan tersebut yang menjadi masalah adalah bagaimana keikutsertaan alamnya dan keberlangsungan pemeliharaan alamnya.
Dalam kehidupan dan aktivitas manusia sehari-hari, masyarakat mubung misalnya. Lahan menjadi bagian utama dari lingkungan sebagai sumber daya alam yang mempunyai peranan sangat penting untuk berbagai kepentingan bagi manusia. Dengan melakukan suatu strategi yang dapat menghasilkan keuntungan,  hal tersebut merupakan pengelolaan ekonomi jangka panjang yang memungkinkan penduduk lokal tidak tergantung pada investor dan perusahaan asing. Tak hanya itu, berbagai strategi yang dilakukan masyarakat mubung juga sebuah upaya merawat penghidupan berkelanjutan untuk masyarakat lokal, sekaligus konservasi lingkungan. Di desa mubung, ketiga hal tersebut berada dalam satu lanskap alam.
Meskipun strategis dilihat dari  letak geografis dan potensi SDA dan SDM, kawasan ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal dan wilayah ini juga tergolong wilayah yang kurang berkembang.
Sedangkan kondisi sosial masyarakat desa mubung, jika ditinjau dari tingkat pendidikan masyarakat yang sudah bekerja di desa mubung masih tergolong rendah. Sebagaimana dilihat dari data desa, angka yang paling besar adalah tidak tamat Sekolah Dasar (SD) yakni terdiri 274 jiwa, tamat Sekolah Dasar (SD) terdiri 208 jiwa. Fasilitas pendidikan yang terdapat di desa mubung juga masih sangat terbatas. Pada tahun 2016 terakhir hanya ada Sekolah Islam Ibtidaiyah (1), dan Tsanawiyah (1).
Selanjutnya, berdasarkan observasi dan wawancara penulis mengenai keadaan ekonomi masyarakat desa mubung bisa dikatakan sangat rendah. Karena menurut Bapak Alimin salah satu masyarakat mubung, bahwasanya mayoritas pekerjaan masyarakat mubung ialah sebagai petani, pemotong karet, dan pemotong kayu itupun tidak banyak. Meskipun demikian, keadaan ekonomi yang berada di desa mubung untuk saat ini sangat memprihatinkan.
Hal senada juga sama dikatakan Bapak Ahmadin salah satu petani yang berada di Desa Mubung sekaligus Kesre, beliau mengatakan bahwa pekerjaan masyarakat didesa mubung ialah sebagai petani dan pekebun. Menurut data yang diperoleh, petani yang berada di desa mubung berjumlah 336 jiwa dari 1.309 jiwa yang ada. Selain petani, bahwasanya masyarakat mubung juga bekerja sebagai pekebun karet. Karena luas nya lahan yang berada di desa Mubung, hal ini lah yang menjadikan masyarakat  memanfaatkan potensi alam yang ada.
          Tiga dusun yang berada di desa mubung ini, tidak menyatu hanya ada dua dusun yang menyatu sedangkan satu dusun ada di pelosok/dipedalaman yang ada dibukit. Sehingga hal tersebut menimbulkan perbedaan antara dua dusun yang berada di lintas selatan. Untuk di lintas selatan keadaan perekonomian sekarang ini sangat kurang baik, hal ini disebabkan karena harga karet turun drastis. Untuk harga 1 kg karet hanya berkisar 6000,- saja. Sedangkan untuk dusun tanjung harapan, harga karet 1 kg nya hanya 5.000,-. Hal ini disebabkan karena jalan untuk menuju akses kurang bagus.



Potret Profesi Masyarakat Desa Mubung
A.   Petani
Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung bagi angkatan kerja di Desa Mubung. Luas wilayah lahan sawah di desa mubung seluas 114 ha. Melihat kondisi obyektif, maka tak berlebihan kiranya sektor pertanian merupakan mayoritas di Desa Mubung Kecamatan Hulu Gurung. Hal ini semakin menguatkan argumentasi penulis bahwasanya gantungan hidup para penduduk ada pada bidang pertanian dan bukan kelautan. Situasi tersebut sejalan dengan faktor kesuburan tanah yang relatif tinggi, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.
Meski petani  menjadi mayoritas mata pencaharian penduduk, namun hal itu tidak diikuti dengan baiknya kualitas hidup para petani tersebut. Di daerah perbukitan khususnya dusun tanjung harapan, untuk menanam padi itu sangat sulit karena untuk menjangkau tempatnya susah meski sudah ditinjauh oleh pihak desa bahwasanya lahan pertanian untuk didaerah perbukitan seluas 50 ha.
B.   Pekebun
Menurut data Pokok Desa/ Kelurahan[1], penduduk desa mubung selain bekerja sebagi petani ia juga bekerja sebagai pekebun. Mengingat luas lahan perkebunan seluas 2.571 ha, tentunya angka ini lebih luas dari lahan persawahan. Hal itu pula menjadi alasan warga untuk memanfaatkan lahan yang ada. Masyarakat mubung berkebun dengan menanam karet. Meskipun sekarang harga karet turun drastis, namun pekerjaan itu masih saja dilakukan untuk menunjang biaya hidup.
C.  Perikanan
Lain perkebunan lain pula perikanan. Meskipun masyarakat mubung bukan berada di sekitar pesisir pantai, banyak dari sebagian kepala keluarga yang membuat tambak ikan guna untuk kebutuhan pribadi. Ibu Suri misalnya, salah satu pemilik tambak ikan beliau mengatakan bahwasanya tambak ikan yang ia buat hanya untuk kebutuhan pribadi. Mengingat pasar ikan jauh dari daerah setempat, jadi beliau dan warga lainnya berinisiatif untuk membuat tambak ikan dan membudidayakan ikan yang ada misalnya ikan bawal, ikan nila, ikan paten, ikan lele, dan sejenis ikan lainnya.

Masalah Yang di Hadapi Masyarakat
Kesejahteraan masyarakat tergantung pada perekonomian mereka. Meski masyarakat desa mubung memiliki lahan berhektar-hektar dan potensi alam lainnya. Keadaan ekonomi di desa mubung masih terbilang jauh dari kata maju. Contoh nya dalam bertani, didaerah dusun tanjung harapan untuk berladang saja masih menggunakan sistem ladang pindah[2].
Ladang pindah biasa nya disebut masyarakat dengan “guma”. Kegiatan tanam padi yang  harus berpindah dari ladang satu ke ladang lainnya, disebabkan karena tidak ada pupuk untuk menetralisirkan kembali keadaan tanah yang ada. Dengan cara ini, tanah dapat kembali ternetralisir dengan sendirinya (alami).
Pada tahun 2013 desa mubung pernah mendapat bantuan dari pemerintah, hanya saja untuk dusun tanjung harapan tidak dapat. Dikarenakan  bantuan tersebut hanya dikelompokkan untuk lahan pertanian yang sudah ada/jadi. Untuk menuju daerah dusun tanjung harapan, akses jalannya begitu jauh dan medan yang dilalui pun begitu sulit, hal itu pula menjadi asbab bahwa daerah dusun tanjung harapan sulit mendapat bantuan. Sehingga didesa Mubung, untuk dibidang perswahan/pertanian bisa dikatakan masih tahap berkembang.
Untuk bidang perkebunan, masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat desa mubung ada pada harga nilai jual. Harga karet belakangan ini turun drastis, jika beberapa tahun yang lalu harga karet pernah mencapai 20.000 berbeda dengan keadaan sekarang yang mana harga nilai jual karet hanya sekitar 6.000,-. Harga turun 3x lipat, hal ini lah yang membuat perekonomian masyarakat sekitar tidak stabil. Sedangkan untuk tambak ikan sendiri, faktor utama yang menjadi penghambat adalah tidak adanya tempat untuk menampung hasil dari tambak ikan itu sendiri.
Abdul Satar selaku Sekretaris Desa mengatakan bahwa perekonomian di desa Mubung untuk saat ini bisa dikatakan sangat pedih. Karena tidak adanya kerja sampingan, membuat para pekerja harus bergantung dan menerima hasil dari apa yang didapatnya.
Kondisi yang telah cukup berakar ini sebenarnya telah dirasakan sejak lama. Namun para petani maupun pekebun Desa Mubung belum terlihat semasif sekarang dan justru seakan bersikap “isak meh[3], menganggap bahwa ini takdir yang harus diterima.

Solusi Yang Bisa di Tempuh
Masyarakat desa mubung merupakan salah satu desa yang masih menerapkan kerjasama. Hal ini bisa dilihat dari kekompakannya dalam bergotong royong. Masyarakat desa mubung melakukan gotongroyong satu bulan sekali,  baik untuk membangun desa, membersihkan lingkungan sekitar, atau lain sebagainya.
Didalam gotongroyong tersebut ada pertukaran informasi yang mengalir dalam balutan hangatnya perbincangan. Selalu ada topik-topik yang dibahas di setiap pertemuan antar warga. Tentu hal ini merupakan media potensial untuk menyebarkan informasi dari mulut ke mulut.
Potensi ini akan sangat bermanfaat apabila digunakan untuk menyebar pesan-pesan dan saling mengajak serta memberikan solusi untuk kemajuan daerah maupun kehidupan masing-masing individual.
Selain itu di desa Mubung juga ada yang namanya Kerja Wanita Tani (KWT). Kwt ini merupakan salah satu program dari Kemakmuran Hijau Indonesia. Kwt dibentuk sejak agustus 2016 hingga Desember 2017. Sri Wahyuningsih yang merupakan koordinator regional kabupaten kapuas hulu menuturkan bahwasanya ia menyampaikan ilmu-ilmu kepada wanita tani, seperti mengembangkan metode hazton. Istilah Hazton, yang telah diperkenalkan pada 2012 di Kalbar, berasal dari singkatan dua penemunya yaitu ‘Haz’ dari Hazairin dan “Ton” dari Anton Kamarudin. Hazairin, tak lain adalah Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Barat. Dengan diadakan metode hazton ini, maka akan mengembangkan kualitas pertanian. Jadi program yang digerakkan pada wanita tani, merupakan salah satu program kerja guna melihat apakah produktivitas pertanian semakin meningkat.
Wanita tani yang tergabung dalam kelompok tersebut, sangat antusias ikut bergabung. Dimana bagaimana dengan diadakannya kegiatan tersebut, mereka diajarkan cara membuat pupuk organik, dilatih dalam kelompok untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu tani. 
Dengan adanya salah satu program tersebut, timbul harapan baru bagi petani desa mubung untuk meningkatkan perekonomian mereka.


[1]Hasil observasi tanggal 24 Juli 2017
[2] Ladang pindah adalah cara menanam padi dengan sistem pindah dari tempat satu ke tempat lain tiap tahunnya.
[3] Isak Meh merupakan bahasa Kapuas Hulu yang artinya “terserahlah/pasrah”

Impianku Naik Becak Kesampaian Juga

Acara telah usai, aku pun bergegas pulang kerumah bersama teman baikku. Belum sampai ditengah jalan, mata ku tertuju pada seorang lelaki kira-kira berumur 50 tahun yang sedang mengayuh becak.
Spontan aku menyuruh Adhe untuk stop, karena aku ingin sekali naik becak.
“Berapa pak , kalo dari sini ke arah pal 5 ?”
“Terserah adek mau ngasi berapa,” jawabnya
“Tapi pak, saya gak pernah naik becak jadi saya gak tau harganya. Sesuai harga capek aja pak” Tanyaku kembali,
“50 ribu dek” ujarnya.
Aku kaget, harga yang ditawarkan begitu mahal fikirku. Adhe yang berada disampingku, sembari membisikkan untuk menawar dengan harga yang lebih rendah.
“20 aja ya pak gimana ?”
“40 jak dek”
“hmm, yaudahlah pak kalo gitu lain kali aja.”
“30 deh dek.”
“hmm.” Sejenak aku berfikir.





Karena aku sangat ingin sekali naik becak, aku sepakat dengan harga yang ditentukan.
Munaki, yaa itulah nama lelaki yang dengan semangat mengengkol becak nya demi menghantarku pulang. Lelaki berusia 50 tahun ini tinggal di Jl. Ujung Pandang (sepakat), ia memiliki 5 orang anak yang mana 2 dari 5 anak tersebut masih duduk di bangku sekolah.
Pendapatan yang diperoleh bapak Munaki tidak menentu, kadang 50-70 ribu kadang tidak ada rupiah yang di bawa pulang.
“Kalo pendapatan sih dak menentu dek, kadang malah ndk dapat ape-ape. Kadang dapat juga sih 50 sampai 70 ribu” Ujarnya,
Munaki bekerja sebagai tukang becak kurang lebih selama 33 tahun, dari mangkal di Siantan hingga mangkal di Kapuas. Lelaki separuh baya tersebut sangat berharap agar bisa memperoleh pekerjaan lain, akan tetapi ada beberapa faktor yang menjadi penghambat.
Salah satu nya tidak ada kenalan untuk kerja, dan tidak ada modal untuk membuka usaha. Saat ini ia hanya bisa berharap pada anak-anak nya, agar kelak anak-anak nya tersebut bisa kerja yang layak dan tidak mengikuti jejak langkah orangtuanya. (red) 

Pengalaman di sore itu , banyak mengajariku arti dari kehidupan. Berbicara tak mesti dengan orang tinggi, terkadang kita juga butuh mendengar orang bawah agar rasa peduli terus tumbuh di hati kita. Banyak sekali perbincangan yang kami bicarakan, hingga tak sadar becak yang sedang kunaiki sudah sampai didepan rumahku.

Terimakasih bapak J Impianku naik becak lagi akhirnya kesampaian J Semoga Allah memudahkan rezki mu J


Benih-benih Ikan Menghantarkanku Pada Kesuksesan


Yuda Suhardi merupakan salah satu pengusaha sukses yang bergelut di bidang perikanan. Lelaki berusia 24 tahun ini juga alumni dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Pontianak. Jadi, wajar saja jika usaha yang sedang dia emban menuai hasil yang sangat melimpah.  
Selain menjadi pengusaha sukses, ia juga bekerja di Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan kota Pontianak sebagai penyuluh perikanan. Sehingga, ilmu yang ia dapat dari pendidikan SMK, berjalan mulus hingga di tempat kerja.


“UPR AQUAQULTURE BARKAH” , ya itulah nama Usaha lelaki yang disapa Yuda tersebut. UPR Aquaqulture Berkah ini, berada di Jl. Ampera kel.sei jawi dalam kec.Pontianak kota. Ada 5 jenis ikan yang ia jual, seperti ikan lele, patin, nila, mas, dan bawal.
Namun, baginya ikan yang menjadi prioritas ialah ikan lele dan patin, sedangkan nila,mas dan bawal tergantung pesanannya.
“Ikan lele dan patin sebagai prioritas karena pesanannya nya rutin. Sedangkan nila, mas, bawal tergantung pesanan soalnya kadang kadang.” Jelasnya,
Bukan hanya benih-benih cinta yang ia taburkan kepada ikan-ikannya. Akan tetapi lelaki yang memiliki postur tubuh tinggi ini, juga menjual benih-benih ikan. Harga benih-benih yang dijual sangat bervariasi sesuai dengan ukuran nya.
·       Ikan lele misalnya yang berukuran 3-4 cm saja dijual dengan harga 200 ribu. Sedangkan ukuran 4-5 harganya 250 ribu, dan untuk ukuran 5-6 cm harganya 300 ribu.
·       Ikan patin dan bawal sendiri ukuran 3-5 cm dijual dengan harga 350 ribu, dan ukuran 5-8 cm harga 500 ribu.
·       Kemudian nila dan mas ukuran 3-5 cm harga 250 ribu, dan ukuran 5-8 cm harga 350 ribu.

Baginya usaha perikanan sangat berpotensi besar untuk dikembangkan. Apalagi untuk saat ini penangkapan ikan di laut sudah mulai berkurang. Jadi perikanan tawar budidaya harus banyak dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat khususnya di Kalimantan Barat.

Dengan menjadi pensuplai benih ikan, setidaknya hal tersebut sudah mendukung kegiatan budidaya perikanan untuk pembudidaya pembesaran ikan yang dilakukan oleh berbagai pihak.
Walaupun sebagai pensuplai benih setidaknya kita mendukung kegiatan budidaya perikanan utk pembudidaya pembesaran ikan”, Terangnya

Untuk saat ini pelanggan Yuda banyak dari daerah lokal di Pontianak seperti di daerah Pontianak timur dan Tenggara. Sedangkan di luar daerah seperti sei kakap, Anjongan, Sambora, Tayan. Sanggau dll.

Yuda berharap agar usaha yang sedang ia tekuni bisa lebih di kembangkan, dengan tidak hanya menjual benih tapi juga bisa menjual ikan konsumsi dalam bentuk segar untuk menambah pemasukan. (net)

Mengenal Sosok Adhe, Sahabat Karib ku


          Kesuksesan di bidang non-akademik ternyata tidak semanis saat ia masih duduk di bangku sekolah. Cita-citanya menjadi seorang atletik, terhenti ketika ia masuk kuliah. Kini kesuksesan itu, ia jadikan sebagai acuan untuk kesuksesan nya di masa depan.

          “Dulu saya sangat ingin menjadi seorang atletik, hingga saya berhasil bertanding sampai tingkat Nasional di Malang tahun 2013. Namun, ketika kelas 2 Aliyah cita-cita saya menjadi seorang atletik telah sirna.” Ujar Adhe, saat ditanya lewat via sms.
          Bakat olahraga lari ini sudah ia tekuni ketika masih SD hingga menuju SMP dan MA. Tetapi, ketika ia menemui dunia baru yaitu dunia menulis, gerak langkah kakinya berubah menjadi gerak tangan yang penuh inspirasi.
          “Bagi saya lari itu memang hobby saya dari kecil, namun ketika saya menemui dunia menulis saya beralih untuk lebih menekuni dibidang menulis. Kalau gak salah itu sekitar 2 tahun yang lalu waktu saya duduk dikelas 2 aliyah.” Ujar Adhe.
          Wanita berpostur tinggi tegap, hitam manis, kelahiran 17 Januari 1998 ini mengaku merasa bersyukur sekali. Karena berkat dari lomba ajang lari lah, ia bisa mewujudkan salah satu impiannya yaitu bisa terbang menggunakan pesawat dengan hasil uang jerih payah nya sendiri, disamping itu ia juga berharap bisa mewujudkan impiannya yang lain, menjadi seorang jurnalis yang handal. Baginya cita-cita yang ingin ia kejar saat ini, sangat sesuai dengan jurusan yang ia pilih di kampus nya.
          Mahasiswi semester tiga jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Pontianak ini, juga mengatakan bahwa “Saya mulai menyukai dunia jurnalistik itu ketika duduk dibangku kuliah. Bagi saya ini mengasyikkan, karena waktu di aliyah saya juga pernah menerbitkan salah satu buku dari tulisan saya sendiri. Sebab itulah saya yakin saya cocok di bidang Jurnalis.”
          Baginya lari dan menulis adalah suatu jalan untuk meraih mimpinya. “Dan ini semua tak lepas juga dari Anugerah Allah, dan dorongan orang tua, serta teman-teman yang selalu mensport saya. Salah satu nya ketiga sahabat saya, yang biasa kami sebut dalam pertemanan kami yaitu Unyung”. Mereka lah yang selalu mendukung saya di kampus, semoga kami dan kita semua bisa menggapai mimpi-mimpi kita yang belum terwujud. Aamiin.” Sambung nya lagi.

Hati-Hati di Tipu Blogger

Malam itu dibawah indah nya rembulan, aku merasakan sesuatu yang amat berbeda. Ada perasaan sedih yang menghantuiku, entah lah mengapa. Setiap akibat pasti ada sebab, perkataan itu lah yang sering orang orang katakan. Namun, kali ini aku sendiri tak tau mengapa hatiku sedih.
Kucoba tatap rembulan itu, memori ku mulai berjalan mundur membuka kembali lembaran-lembaran yang telah lalu. Tanpa terasa air mata berjatuhan, membasahi pipi yang baru saja kulumuri pupur.

                                             

Aku mulai merasa bahwa kesendirian yang sedang aku rasakan saat ini, menjadi asbab hatiku sedih. Bukan karena kekasih, akan tetapi sendiri dirumah tanpa ada suara tawa ayah,ibu, dan adik.
Lebay ? haha mungkin. Karena aku tak pernah ditinggal sendirian.
Aku mencoba untuk mencari keramaian, kulangkahkan kaki menyusuri tepian kota.
Mata ku tertuju pada satu tempat, tidak terlalu ramai. Akan tetapi, cocok menjadi tempat santai ku sejenak. Merefresh kan kembali otak yang mungkin sedang mumet akan banyak nya fikiran, dan mengembalikan semangat tubuh yang mungkin lelah karena banyaknya aktivitas.
Ya, benar adanya. Fikir ku mulai bermain kata-kata. Seperti banyak hal yang ingin ku ketik. Namun tak tau dari mana ku kan memulai. Kulambaikan tangan pada sosok gadis yang tak begitu tua, seperti biasa aku memesan minuman favorite ku. Kembali ku tatap si pink, jari jemari ku pun mulai mengetik.

Apakah yang ku ketik ?


Yaitu TULISAN YANG KAMU BACA.  Hahahaha......

PIK ADAKAN AUDISI GUNA MENCARI GRAND FINALIS DUTA GENRE 2017

(Kamis,15/6) - Pusat Informasi Konseling (PIK) Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya mengadakan pertemuan di Gedung DP2KBP3A Jalan Rahadi Oesman Pontianak. Guna membahas proses audisi menjadi grand finalis untuk mewakili daerah masing-masing dalam ajang pemilihan  Duta Genre 2017. Yang mana audisi tersebut akan dilaksanakan dalam waktu beberapa hari kedepan

“Kalo untuk Kab. Kubu Raya itu diadakan audisi tanggal 17 Juni sedangkan untuk kota Pontianak sendiri kemungkinan sekitar tanggal 21-22 gitu InsyaAllah. Tapi yang jelas waktu nya dekat-dekat ini, soalnya semua audisi serempak dengan daerah yang lain” Ujar Tia, salah satu panitia pemilihan grand finalis duta genre.

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, membuat para anggota PIK R/M berantusias mengikutinya. Tampak didalam ruangan, hadir sekitar 20 an para audisi dari Kab.Kubu Raya dan Kota Pontianak yang hendak akan bersaing nantinya. Masing-masing peserta audisi, memiliki motivasi yang berbeda-beda mengapa ingin ikut bergabung hingga ikut dalam ajang audisi tersebut.
Salah satu anggota PIK Baiti Jannati, sebut saja Idrus. Alasan ia ingin ikut audisi dan tertarik menjadi bagian dari genre adalah, ia termotivasi ingin membentuk PIK di daerah asalnya.

“Mula nya saya gabung di PIK Baiti Jannati dan ingin menjadi bagian dari genre itu, saya ingin mendapat ilmu. Sehingga saya termotivasi ingin membentuk PIK di daerah saya yaitu di Sui.Duri. Agar PIK yang ingin saya buat itu, bisa mewadahi anak-anak remaja yang disana.” Jelasnya.

Selain itu, Mahrozi yang juga berasal dari PIK Baiti Jannati memiliki alasan tersendiri mengapa ia bergabung di genre dan ikut dalam audisi ini. Sebagai Pemuda Pontianak ia ingin berkontribusi  dan dapat memberikan support kepada generasi-generasi selanjutnya.
Namun berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh gadis cantik dari Kab.Kubu Raya. Wanita yang bernama Gustin, memiliki tujuan ikut audisi hanya untuk menang. Tidak mengapa,  setiap orang memang memiliki tekad yang berbeda. Namun bukan bearti, kita melupakan Esensi yang ada. 

~Harem Al-Baiti


Peran Ikatan Alumni KPI, Memiliki Pengaruh yang Positive bagi Calon Alumni

IAIN- Rabu (14/6) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengadakan buka puasa bersama mahasiswa KPI beserta para alumni. Disamping itu, diadakan juga Succes Story dari alumni KPI dan Pengusaha Sukses.
Para mahasiswa turut berpartisipasi dalam acara ini, yang di adakan di lantai dasar Ma’had al-Jami’ah IAIN Pontianak. Selain mahasiswa dan alumni yang hadir, tampak Dekan FUAD bapak Samsul Hidayat juga ikut memeriahkan acara tersebut.
Beliau mengatakan bahwa baru jurusan KPI inilah, yang serius dalam melakukan ikatan alumni sehingga bisa mengumpulkan sebagian dari KPI di acara ini.

“Baru satu jurusan ini yang baru serius melakukan ikatan alumni” Ujarnya, saat memberi sambutan.

Peran dari panitia ikatan alumni sangat di apresiasi oleh Dekan FUAD. Selain diadakan buka puasa bersama, Ikatan Alumni juga melaksanakan Berbagi referensi buku yang berkaitan dengan jurusan KPI, dan berbagi ke Panti Asuhan.
Menurut bapak Samsul Hidayat, ada 2 fungsi dari ikatan alumni tersebut. Pertama, alumni sebagai fasilitator. Para alumni yang bergabung di dalam ikatan alumni memfasilitasi kebutuhan calon-calon alumni yang baru. Dan yang kedua, alumni menjadi kontributor. Penggerak dari apa yang ingin dijalankan.
Dengan demikian, harapan untuk kedepannya para ikatan alumni tetap terus menjalin silaturahmi baik itu dengan seangkatan, dosen, serta adek-adek yang masih berstatus mahasiswa.



~Harem Al-Baiti



Ketua Umum LPM Warta, Kecil-kecil Cabe Rawit

“Kecik yak budak ee, tapi otak ee cerdas mintak amponn”
Kata-kata itulah yang sering ku lotarkan dihadapan lelaki yang bernama Imam Maksum. Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini memiliki pengaruh yang amat besar bagi teman-teman sekitarnya. Meski tidak memiliki postur tubuh yang begitu tinggi, namun kecerdasan otaknya bisa mengalahi teman-teman yang lebih tinggi darinya.
Lelaki yang pernah meraih Ip 4,00 tersebut, baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak. (Minggu, 11/6)
Sedikit ku coba lotarkan beberapa pertanyaan, mengenai visi dan misi setelah ia berhasil terpilih menjadi ketua umum LPM.
Imam yang memiliki Visi dan Misi untuk meningkatkan lagi profesional jurnalistik., harus memutar balik otak agar lpm kampus mampu menjalankan fungsinya sebagai pemberi informasi yang berimbang. Selain itu, lelaki yang baru menginjak usia 19 Tahun ini juga sangat ingin meningkatkan kualitas bakat-bakat mahasiswa yang bergelut di jurnalis kampus.
Tidak heran jika ia bisa menjabat sebagai ketua umum, sosok yang sangat akrab disapa Imam memang memiliki tekad yang begitu tinggi. Dalam keseharian mungkin ia terlihat biasa-biasa saja, namun tatkla sedang berbincang dengan ku banyak ide yang ia curahkan untuk merubah pemikiran agar lebih maju lagi.
“Aku pengen buat budak-budak tu maju dengan cara kreativitas bai, tapi mereke tu malu susah jadinye. Padahal ape yang die lakukan tu, akan menjadi karya die bah kan?”
Ya, harapan kecil Imam itu mungkin bisa akan terwujud dikemudian hari. 
                                        (https://twitter.com/imammaksumm)

CINTA, Cinta ternodai karena Kekasih yang merugi...



“Cinta adalah perasaan yang mesti ada pada setiap manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, dan perkara tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi, dan lain-lain yang terpuji” (HAMKA)

Siapa yang tak mengenal kata cinta ? satu kata berjuta makna. Begitulah biasanya orang berkata. Pujangga cinta bagi sang penakluk cinta. Putus cinta bagi yang terluka. Bangun cinta bagi yang telah menikah. 
Banyak kata yang bisa dikaitkan dengan cinta. Namun tak sedikit pula orang yang putus asa karena cinta. Cinta memang bisa mendatangkan energi positif bahkan negative. Sehingga Cinta dikatakan sebagai fitrahnya manusia, tak bisa di elak jika sudah menjadi ketentuan yang Maha Kuasa.
Cinta bisa saja datang dari manusia, bisa pula dari lingkungan, bahkan cinta bisa datang dari sang Maha Pemberi cinta.

What is Love ? Love is something pure, white, sincere and holy that arises without any coercion or something artificial

Tak ada paksaan dalam cinta, namun kita harus pandai-pandai mengolah cinta. Cinta yang hakiki hanya kepada Allah Swt, cinta yang sejati hanya kepada kekasih, namun cinta yang merugi adalah ketika kita sedar bahwa cinta yang ada hanya nafsu belaka.

Akhir-akhir ini penulis mengamati, banyak remaja yang rela meninggalkan kebahagiaan bersama keluarga dan lebih memilih pergi bersama kekasih. Padahal, hal itu salah. Sangat di sayangkan cinta yang seharusnya murni untuk Kekasih halal, harus terlebih dahulu diberikan kepada kekasih merugi. 
Jagalah cinta , rawat lah ia hingga kembang dan mewangi. Jangan nodai cinta, karena cinta hadir untuk memperindah bukan merusak.

#salampujanggacinta 

Image result for cinta
(http://putrinurulhuda.com/wp-content/uploads/2014/08/tentang-cinta.jpg)

Mengapa Masih Terjadi Konflik Antarbudaya, Yuk Belajar Memahami Rambu-Rambu Komunikasi Antar Budaya ??

Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Begitulah kalimat yang sering dilotarkan oleh masyarakat Indonesia. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa. Sehingga semboyan ini dapat memperkuat persaudaraan yang ada di Indonesia, meskipun banyak terdapat perbedaan.
Salah satu perbedaan yang sering dijumpai dalam keseharian adalah bahasa. Karena bahasa adalah cerminan dari budaya seseorang. Dengan adanya perbedaan ini, tentu saja akan membentuk pola pikir dan cara komunikasi yang dibangun.
(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghd1Df_1XDJ0oSDY4ue7B3oQ-p5MoTzy5vwH_it7RRtLATCgwxZm_w2FsPZ4eS7MG_4MD4VZ8wzrx7nMjRRWSaiaiPyzxMmJjisz5l1NmhrijvFbMkRNhTWbC1fq_VPlYtkNBQJwZ_LTNu/s1600/Ensiklopedia-Indonesia2.jpg)

Well, Pasti nya kita memiliki teman yang mungkin memiliki bahasa dan budaya yang berbeda bukan?... Nah disini, baiti akan share sedikit resuman yang dapat baiti pahami dari materi Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya yang sudah dijelaskan oleh Dosen Tercinta Bpk. Dr.Ibrahim (Selasa,6/6)
Kebanyakan dari kita berharap bahwa apa yang kita sampaikan itu harus dapat diterima oleh setiap khalayak, pada nyata nya hal itu salah. Komunikasi yang kita bangun pada seseorang yang dikenal maupun tidak adalah salah satu cara untuk kita beradaptasi dengan orang tersebut dengan kata lain membangun keakraban.
Berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk mendekatkan keinginan kita dengan orang lain, bukan harus memaksakan keinginan tersebut untuk diterima oleh orang lain.(Aksioma Komunikasi)
Yuhuu... Sekali lagi berkomunikasi pada dasarnya hanyalah upaya untuk mendekatkan keinginan kita dengan orang lain.
Next, adapun Rambu-Rambu Komunikasi Antarbudaya ialah

- Pahami Diri dan Orang Lain
Seseorang mungkin sulit dalam memahami diri sendiri apalagi memahami orang lain. Pemahaman yang baik terhadap diri akan menentukan keberhasilan mengerahkan segala potensi komunikasi yang ada dalam diri seseorang. Kemampuan mengenal diri sendiri, juga merupakan kunci untuk mengatasi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri seseorang.
Hal ini tak bisa dielakkan, bahwa dasar yang paling utama adalah dari persepsi dan konsepsi dari orang itu sendiri. Apabila persepsi dan konsepsi yang dilakukan seseorang itu baik dan positive, maka komunikasi yang dibangun akan menghasilkan baik dan positive pula. Sebaliknya persepsi dan konsepsi yang jelek dan negatif terhadap diri dan orang lain, maka akan menghasilkan komunikasi yang jelek dan negatif pula.
Jadi pada intinya, Kemampuan memahami diri dan orang lain sangat menentukan dalam membangun komunikasi yang baik, apa lagi dalam kajian komunikasi antarbudaya. Untuk itulah, ada baiknya kembali dilihat persepsi dan konsepsi dalam komunikasi, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.

Sikapi perbedaan secara wajar
Manusia diciptakan berbeda-beda, baik itu jenis kelamin, rupa, suku, agama, dsb. Sebagai manusia yang memiliki aal, sudah seharusnya kita menyikapi secara wajar tentang adanya perbedaan tersebut, seperti :
-        Hakikat perbedaan sebagai Sunnatullah/Keniscayaan
-        Meningkatkan kesadaran/ cermin diri
Dan , yang paling penting hal tersebut sudah jelas adanya di dalam Kitab suci Al-Qur’an
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat : 13)

- Pelajari mengapa mereka-kita berbeda?
Setiap insan tidak ada yang sama. Memilik perpedaan bisa juga terjadi karena faktor didikan orang tua. Seandainya, anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Namun, jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar untuk memaki.
Jelas, bahwasanya mengapa mereka-kita berbeda itu tergantung dari didikan orang tua. Jadi sudah seharusnya kita mempelajari tingkah dari mereka.

- Hindari evaluasi terhadap perbedaan
Ada sebagian orang, yang selalu menilai dengan mudah tentang perbedaan yang ada. Tanpa mau dikaji, dipelajari, dimaknai, dan dipahami. Dalam rambu-rambu komunikasi antarbudaya, ini sangat harus dihindari seperi menilai perbedaan dari sudut pandang positif/negatif. Karena hal ini dapat memicu komunikasi yang kurang baik.

- Mulailah dari yang terkecil
Mulailah dari sekarang dengan tulus untuk memahami, mempelajari, menghargai, dan menghormati setiap perbedaan. Karena dengan memulai dari diri sendiri dan dari yang terkecil itu akan dapat mengatasi gejolak diri, dan dapat menentukan prioritas pilihan, dan dapat berdamai dengan pertentangan dalam diri.

- Perbaiki sikap Antar Budaya
Mempelajari dan menghargai setiap perbedaan yang ada antara kita dengan oranglain, sembari juga membuka diri untuk dikenali. Siapa yang tidak ingin dikenali oleh setiap orang? Bukankah Dipelajari dan dipahami oleh orang lain, termasuk kelebihan dan kekurangan yang ada ? bukankah hal tersebut dapat mendatangkan energi positif pada kita ?
Maka dari itu, kita tidak boleh antipati dengan perbedaan, dan jangan pernah menghakimi setiap mereka yang berbeda-cara hidup nya dengan kita.

Nah guys, apabila kita sudah paham mengenai Rambu-Rambu Komunikasi Antar Budaya diatas. Maka akan sulit pula terjadinya konflik antar etnis,budaya, suku, dll.
Bersyukurlah kita yang saat ini dihadapi dengan banyak budaya, dengan adanya komunikasi antarbudaya itu merupakan salah satu jembatan untuk kita memahami setiap perbedaan dengan baik dan benar. Jika kita menolak perbedaan yang ada, berarti kita melawan kehendak Allah yang menciptakan keberagaman itu sendiri.

Perbedaan lah yang menyempurnakan dalam hidup, so Jadikan Perbedaan itu sebagai Pemandangan. Pemandangan akan terlihat indah, jika banyak faktor-faktor yang mempengaruhi. Begitupula perbedaan......

BERKONTRIBUSI DARI HAL KECIL UNTUK NEGERI TERCINTA

“Semua warga Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bahkan suatu hal yang layak guna. Baik itu yang berada di Kota maupun di Perdesaan.” Baiti
Memiliki sepatu baru merupakan impian dari setiap anak yang baru menginjak kan kakinya untuk sekolah. Bukan hanya anak kecil, mungkin saja ini bisa terjadi di usia dewasa. Hingga hal tersebut membuat sang anak terus berusaha mencapai impiannya dengan berkerja keras. Meski demikian, banyak pula anak-anak di pelosok Negeri yang tidak memiliki sepatu sekolah. Mungkin, karena disebabkan oleh beberapa faktor,salah satunya  faktor akses untuk menuju ke Kota sangat jauh ataupun kurangnya biaya finansial.
Yaumil Masri, salah satu masyarakat Palu yang memiliki ide kecil ingin membuat kegiatan Kerja Bakti Untuk Indonesia menarik perhatian banyak masyarakat lainnya yang berada di berbagai Provinsi. Respond positive yang di lotarkan teman-teman melalui komentar facebook, membuat ia yakin bahwa kegiatan ini bisa mendorong setiap orang untuk berkontribusi nyata terhadap bangsa khususnya di Pendidikan.
Salah satu bentuk dari kegiatan ini adalah Pengumpulan Donasi Sepatu Baru sebanyak 5000 pasang untuk anak SD. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 bulan, yakni bulan Juni sampai bulan Agustus, dan pada bulan September dilakukan proses pengiriman sepatu ke daerah pelosok di masing-masing Provinsi.

Kegiatan yang dilaksanakan di 34 Provinsi Indonesia ini, melibatkan semua anak muda Indonesia secara individu maupun kelompok sebagai penggerak dan sebagai donaturnya. Sehingga proses Penyaluran Donasi sepatu baru ke daerah pelosok dimasing-masing provinsi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kawan-kawan relawan dimasing-masing daerah, yang menjunjung tinggi nilai integritas dan kejujuran.
Penulis berharap , kepada Pemuda Pemudi Kalimantan-Barat terkhususnya masyarakat Kota Pontianak bisa ikut serta untuk bekerjasama dalam kegiatan yang penuh manfaat ini. Setiap anak memiliki cita-cita, setiap anak memiliki impian, bahkan setiap anak selalu berkhayal untuk hari-harinya menjadi lebih baik. Tidak akan pernah salah, tidak akan pernah rugi, dan tidak akan pernah berdosa jika kita membantu merwujudkan impian kecil mereka.
Mereka yang berada di pelosok Negeri sangat membutuhkan bantuan kita, jika terus menunggu pemerintah untuk turun tangan. Mau sampai kapan Negeri ini akan maju ?


Note : Bagi pembaca yang ingin bergabung, bisa hub saya lewat no hp : 0896-7664-4487 (w.a)

Gak Penting juga sih, mending jangan dibaca..

Pagi itu (30/5) cuaca cukup cerah, membuat sebagian mahasiswa bersemangat untuk kuliah “termasuk aku”. Meski diri sedang berpuasa, hal ini tak menjadi penghalang bagi seseorang yang ingin menuntut Ilmu. Langkah kaki diniatkan karena lillahita’ala, berharap ilmu yang didapat akan berkah kedepannya.
Ketika masuk kedalam ruangan, suasana masih sepi hanya ada aku dan Deni. Lelaki yang memiliki postur tubuh hampir sama denganku ini, sedang melamun sembari menunggu yang lain. Tak ubah nya, aku pun ikut duduk dan sedikit bernyanyi.
Satu per satu teman yang lain pun mulai datang, suasana kelas semakin riuh. Tampak dari kejauhan dosen yang ditunggu datang. Ya suasana mulai sunyi, karena akan berlangsung mata kuliah pertama. Hari ini aku dkk belajar ma-kul Berita 2.
Dimana, dari mata kuliah ini lah aku mulai bisa menulis berita ya mungkin masih jauh dari kata sempurna. 

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan