"Mahasiswa", Mandiri Biaya dengan Beasiswa

"Suatu hal yang lumrah bagi mahasiswa, ketika berharap mendapatkan beasiswa di tempat ia mengemban pendidikan”.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak merupakan salah satu kampus Islam yang berada di Kalimantan Barat. Mahasiswanya yang begitu ramai, berbanding pula dengan berbagai macam beasiswa yang di suguhkan. Tidak heran jika banyak yang bersaing demi mendapatkan beasiswa.
Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan. Dengan bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa tersebut dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan.
Waktu itu salah satu dari sekian beasiswa yang ada, sangat di kejar-kejar oleh mahasiswa. Apalagi kalau bukan “Beasiswa GenBi”, nominal yang dipaparkan cukup besar sehingga banyak yang bersaing untuk mendapatkannya. GenBi yang merupakan singkatan dari Generasi Baru Indonesia merupakan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia yang dibentuk di beberapa perguruan tinggi negeri Indonesia.
Di IAIN Pontianak itu sendiri, beasiswa GenBi  dibuka pada tanggal 13-28 Februari lalu dengan proses yang melalui 2 tahap. Tahap pertama seleksi administrasi yang hanya diterima 80 orang dan tahap ke dua wawancara dan diterima hanya 40 orang.
Salah satu mahasiswi IAIN Pontianak, sebut saja Sri Mujiyanti merupakan mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang lolos beasiswa GenBi dalam tahap pertama. Ketika hendak mengikuti tahap ke-2, ia harus melalui proses wawancara yang mana terdiri dari 80 orang.
Ketika memasuki bulan April, beasiswa lain juga mulai dibuka. Seperti beasiswa Dipa, Tahfidz, dan Telkom. Aku yang merupakan teman sekelas nya, mencoba untuk mengajak nya ikut daftar dalam beasiswa tersebut. Karena pada tahun sebelum nya, kami ber-2 juga lolos dalam beasiswa Dipa yang kami ikuti. Bagi kami beasiswa Dipa lebih mudah diharapkan daripada beasiswa yang lain. Mula nya ia merasa ragu, karena di beasiswa GenBi ia hanya tinggal menunggu pengumuman “lolos/tidak”.
                           (https://uts.ac.id/wp-content/uploads/2016/05/beasiswa.png)
Seriring berjalan nya waktu, tanggal berakhir pengumpulan berkas sudah semakin dekat. Namun pengumuman beasiswa GenBi yang dijanjikan pada bulan April pun tak kunjung keluar juga. Sri yang mulai ragu akan lolos/tidak nya ia di beasiswa GenBi, mulai membuka sedikit pemikiran agar ikut daftar di beasiswa Dipa. Dengan penuh keraguan, Sri mulai menyiapkan berkas-berkas untuk mendaftar beasiswa Dipa. Proses yang dilalui Sri cukup panjang dan lama.
“Prosesnya lumayan panjang, apalagi saya harus minta surat keterangan pekerjaan dan penghasilan orang tua dari desa. Perjalananya juga butuh waktu yang cukup lama untuk dikirim. Karena rumah saya jauh dari kota.” Jelasnya.
Meskipun demikian, Sri tetap sabar akan menunggu kiriman surat keterangan pekerjaan dan penghasilan orangtua nya dari desa yang berada di daerah Ketapang.
Tanpa terasa siang pun mulai berganti malam, malam berganti pagi. Hari penutupan penerimaan berkas semakin dekat kiranya sudah H-2. Hambatan yang dilalui Sri begitu panjang, selain lama menunggu surat keterangan pekerjaan dari desa.  Ia juga  harus menunggu dosen untuk TTD KHS yang mesti dilegalisir. Karena hal itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengumpulan berkas.
Hari terakhir pengumpulan berkas sudah tiba. Aku dan Sri mulai menuju ruangan untuk mengumpulkan berkas. Doa sudah, usaha juga udah, tinggal ikhtiar dan tawakkal saja fikir kami. Hari-hari mulai berlalu, pengumuman GenBi juga tak kunjung tiba. Rasa tak yakin akan lolos di beasiswa GenBi pun, sudah mulai terucap dari bibir manis nya Sri. Ia hanya tinggal berharap, bahwa ia akan lolos di beasiswa Dipa.
Jum’at (12/05), salah satu temanku mengirim pengumuman daftar nama yang lolos di beasiswa GenBi. Ternyata dari sekian banyak nama yang terpampang, nama Sri tidak ada. Artinya Sri tidak lolos di beasiswa GenBi. Ketika ditanya lewat via telephone, Sri merasa sedih karena ia sangat berharap akan kelolosan itu. Namun baginya mungkin ini bukanlah rezki untuk nya.
“Sebenarnya saya sangat berharap sekali dengan beasiswa ini, untuk beasiswa genbi mungkin tahun ini belum rezki saya”. Jawabnya.
Dibalik kesedihan yang sedang menyelimuti malamnya, Allah punya rencana indah untuk Sri. Esok hari ketika ia hendak pergi ke kampus, ia melihat pengumuman Dipa. Dan ternyata di pengumuman beasiswa Dipa namanya terpampang. Sri pun sangat bersyukur atas cerita indah yang Allah ukir di hari nya mengenai beasiswa.
“Alhamdulillah banget berkat dukungan dari orangtua dan teman-teman saya, saya bisa dapat beasiswa dipa, yang awalnya saya masih merasa ragu mau daftarnya tapi apa boleh dikata Allah Swt lah yang memberikan kepada hamba-Nya yang terbaik seperti itu. insyaAllah saya ikhlas dan sangat bersyukur dengan apa yang telah diberikan pada saya”.Ungkapnya.
Ternyata emang benar, bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan dibalik kesedihan akan ada kebahagiaan. Meski nominal yang didapat Sri tidak terlalu besar, hal itu sudah membuat Sri merasa bersyukur. Mungkin Allah titipkan rezki kepada-Nya hanya sekian, dengan maksud dan tujuan yang masih tersembunyi di Lauh Mahfudz.
Sri pun menuturkan harapnya pada beasiswa yang ada di IAIN,

 “Saya berharap mudah-mudahan semua beasiswa yang ada di IAIN ini bisa dipertahankan untuk membantu mahasiswa yang memang benar-benar membutuhkan. Dan saya harap kedepannya ada beasiswa yang lain lagi untuk mahasiswa, karena biar semua mahasiswa bisa merasakan mendapatkan penghargaan dari usaha selama dia kuliah ini.” Harapnya. (Minggu, 14/05)

1 komentar:

  1. ‎​ALLAH tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu bersinar..,
    Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata, Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do’a.
    Jangan pernah menyerah sahabat, Terus berjuanglah, Life is so beautiful.Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah#hidupiniindahasalbisabersyukur#

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan