Menjaga Tradisi Islam dan Melayu di Pontianak


Pontianak- Menyambut bulan suci Ramadhan, bermacam tradisi kebudayaan mulai ramai digelar masyarakat di tanah air. Hal ini tak lain dan tak bukan untuk menyatakan rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi antara kaum muslimin, yang sebentar lagi akan melaksanakan ibadah puasa bersama-sama. Berbagai cara dan persiapan telah dilakukan oleh masyarakat untuk menyambutnya. Salah satunya adalah melakukan pawai obor.
Di Kota Pontianak sendiri akan diadakan Pawai Obor dan Penyalaan Keriang Bandong, yang mana kegiatan tersebut bertemakan Pawai 1001 menyambut Ramadhan 1438 H . Dua rangkaian kegiatan yang akan diselenggarkan pada tanggal 24 Mei 2017 di Masjid Raya Mujahidin, Taman Digulis, dan Tugu Khatulistiwa ini, merupakan suatu tradisi umat Islam dan masyarakat Melayu. Sehingga banyak respond positive yang didapat dari masyarakat setempat.
Menurut Robi, salah satu panitia yang ikut serta dalam penyelenggaraan pawai obor. Pawai obor merupakan sebuah tradisi turun menurun yang dilakukan untuk menyambut bulan suci ramadhan yang sebetulnya memiliki pesan dan makna tersendiri .
“Alasan acara ini diselenggarakan sebetulnya kita ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kita memiliki budaya yang cukup indah dan tak layak untuk ditinggalkan” jelasnya.

(http://abdulmuinhafied.com/wp-content/uploads/2015/06/pawai-obor.jpg)

Seiring berkembang nya zaman yang semakin canggih dan modern, tanpa disadari secara perlahan tradisi-tradisi yang ada seolah terkikis di makan zaman. Berkat inisiatif dari ALIANSI PERGERAKAN PEMUDA ISLAM (APPI) untuk melakukan acara tersebut, hal ini membuka paradigma masyarakat. Bahwa sudah saatnya lah masyarakat setempat menghidupkan kembali tradisi-tradisi positive seperti ini yang mungkin sudah lama tenggelam.
Selain itu hal ini juga dapat mengingatkan kembali pada masyarakat akan momen-momen indah Ramadhan masa kecil dulu.
“Masyarakat sangat antusias, saat kita publish mengenai acara ini. Karena memang kegiatan semacam ini mengingatkan masyarakat momen-momen indah jelang Ramadhan.” Terang Robi melalui Via telephone.
Kegiatan yang akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan, menaruh harap didalam hati Robi.
“Bahwasanya kita sangat berharap kegiatan acara ini akan lebih banyak dihadiri, baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Terlebih khusus bagi para pemuda-pemudi Kal-bar penerus bangsa. Mengingat hal ini merupakan waktu yang pas untuk kembali memperkenalkan atau mengingatkan tradisi melayu kepada khalayak umum.” Sambungnya. (Sabtu, 16/5) 

Note Pen : Bagi masyarakat Pontianak, diharapkan kehadirannya untuk meramaikan kegiatan ini. Terkadang hal positive sungkan untuk dilakukan karena alasan tertentu. Namun disisi lain mengaku cinta akan budaya dan tanah air ? itukah sebenarnya, ciri akhlak penerus generasi bangsa ? (net)




1 komentar:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan