Malam
itu dibawah indah nya rembulan, aku merasakan sesuatu yang amat berbeda. Ada perasaan
sedih yang menghantuiku, entah lah mengapa. Setiap akibat pasti ada sebab,
perkataan itu lah yang sering orang orang katakan. Namun, kali ini aku sendiri
tak tau mengapa hatiku sedih.
Kucoba
tatap rembulan itu, memori ku mulai berjalan mundur membuka kembali lembaran-lembaran
yang telah lalu. Tanpa terasa air mata berjatuhan, membasahi pipi yang baru
saja kulumuri pupur.


Aku mulai
merasa bahwa kesendirian yang sedang aku rasakan saat ini, menjadi asbab hatiku
sedih. Bukan karena kekasih, akan tetapi sendiri dirumah tanpa ada suara tawa
ayah,ibu, dan adik.
Lebay
? haha mungkin. Karena aku tak pernah ditinggal sendirian.
Aku mencoba
untuk mencari keramaian, kulangkahkan kaki menyusuri tepian kota.
Mata
ku tertuju pada satu tempat, tidak terlalu ramai. Akan tetapi, cocok menjadi
tempat santai ku sejenak. Merefresh kan kembali otak yang mungkin sedang mumet
akan banyak nya fikiran, dan mengembalikan semangat tubuh yang mungkin lelah
karena banyaknya aktivitas.
Ya,
benar adanya. Fikir ku mulai bermain kata-kata. Seperti banyak hal yang ingin
ku ketik. Namun tak tau dari mana ku kan memulai. Kulambaikan tangan pada sosok
gadis yang tak begitu tua, seperti biasa aku memesan minuman favorite ku. Kembali
ku tatap si pink, jari jemari ku pun mulai mengetik.
Apakah
yang ku ketik ?

Wah aku tertipu XD
BalasHapushaha sekali sekali
HapusSalam blogger! :D
BalasHapuswkwk salam blogger :)
Hapus