HARGA TELUR TIDAK STABIL




Bila telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, kehidupan di dalamnya akan ikut berakhir.
Tapi apabila telur itu dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, berarti kehidupan baru telah lahir. ~Rangga Umara
Pepatah singkat yang disampaikan oleh Rangga Umara sangat menyinggung kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Dimana harga telur yang meningkat saat menjelang ramadhan hingga hari raya tiba , menimbulkan rasa gelisah di sebagian pihak. Namun di pihak lain mendatangkan keuntungan bagi nya.
Telur merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Para ahli gizi mengatakan bahwa telur adalah salah satu makanan paling padat nutrisi. Kandungan nutrisi telur utuh mengandung lebih dari 90% kalsium dan zat besi pada kuning telurnya dan satu telur mengandung 6 gram protein berkualitas tinggi dan 9 asam amino esensial.
Di Kota Pontianak sendiri harga telur mulai meningkat saat menyambut ramadhan tiba, Inspektur Jenderal (Irjen) Perdagangan Kementrian Perdagangan, Srie Agustina mengatakan,
“salah satu sebab kenaikan harga telur itu, adanya kebiasaan menjelang bulan Ramadan masyarakat Indonesia senang melaksanakan kegiatan hajatan/syukuran.” Ungkapnya dalam Berita Online.
Senada diungkapkan oleh salah satu pedagang di Toko Sejahtera, Salam (35). Menurut dia, pedagang menaikkan harga telur ayam lantaran menyesuaikan harga dari agen yang mengalami kenaikan.
Selain itu, salah satu pedagang telur ayam di toko Nilo Jl Tabrani Ahmad Pontianak Barat, Alang mengatakan, harga telur ayam memang sedang mengalami kenaikan seiring dengan datangnya musim liburan ditambah dengan menyambut Ramadhan dan Hari Raya.
Sebagian pedagang telur ayam mengeluhkan harga telur yang tak kunjung stabil. Namun ada sebagian juga yang merasakan untung. Alang contohnya, ia merasakan untung meskipun dengan menjual harga yang cukup tinggi. Mengingat mendekati hari raya (lebaran) umat muslim pastinya banyak menggunakan telur untuk membuat kue. Jadi tidak ada kemungkinan bahwasanya telur yang ia jual tidak ada yang membeli.
Harga yang dijual pun cukup bervariasi, hal ini karena disesuaikan dengan ukuran nya. Harga berkisar berdasarkan ukuran dari harga 1.550 – 1.800 rupiah. Alang mengambil telur langsung dari agen Singkawang, harga normal yang biasa ia ambil perkilo sekitar 19.000 namun karena ada kenaikan harga sekarang ia mengambil perkilo sebesar 26.500 rupiah. Ia mengambil telur sebanyak 9000 biji, jika ada telur yang tidak laku sampai menjelang 3 minggu. Biasanya Alang menurunkan harga dari biasanya. Namun ia mengakui, selama ia berdagang telur dagangannya selalu laku.
Pedagang satu ini memang mengalami keuntungan, namun tidak bagi konsumen. Sohiifah (20) yang biasa membeli telur untuk makan sehari-hari berfikir bahwasanya terjadi pergeseran harga yang tidak stabil. Harga telur yang biasa ia beli 1.200 kini harus 1.600. kerugian 400 rupiah ini, jika dikumpulkan akan dapat membeli barang lain, ungkapnya. Namun mengingat tradisi yang ada dirumahnya jika Hari Raya tiba ia harus membuat kue, dan itu harus menggunakan telur. Jadi mau tidak mau, ia harus membeli telur dengan harga yang cukup tinggi.
Dan perlu kita ketahui bahwa ini merupakan persoalan gejolak harga pangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setiap tahunnya, apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan. Harga bahan pangan pokok kerap mengalami kenaikan. (Senin,4 Juni)

PANCASILA DI ZAMAN MILENIAL



Setiap tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Siapa yang tidak mengenal Pancasila ? Disetiap upacara bendera pastinya selalu dibacakan teks Pancasila. Bahkan hampir disemua ruangan sekolah selalu terpajang teks Pancasila. Tidak hanya itu, Pancasila juga menjadi salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.
Di Indonesia, pancasila bukanlah sekedar dasar negara. Kini pancasila menjadi ideologi atau pedoman hidup rakyat dalam segala aspek kehidupan. Pancasila sendiri memiliki banyak makna dan peran bagi Bangsa Indonesia, salah satunya sebagai ideologi. Dimana ideologi ini diartikan sebagai ilmu tentang gagasan atau buah pikiran. Jadi bisa kita pahami bahwa pancasila sebagai ideologi adalah wujud dari pemikiran manusia tentang cita-cita yang berusaha ingin diwujudkan. Cita-cita tersebut dirumuskan kedalam lima sila yang nilai-nilai nya bisa di aktualisasi menjadi norma kehidupan.
Namun nyatanya makna keberadaan Pancasila saat ini sangat berbeda dengan pancasila saat pertama kali dicetuskan. Di zaman yang canggih ini membuat masyarakat melupakan norma-norma yang terdapat didalam lima sila pancasila. Sehingga Pancasila harus beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan baru yang berbeda dengan situasi ketika pancasila dicetuskan.
Saat ini Pancasila harus berhadapan dengan generasi milenial. Dimana Generasi milenial ini adalah definisi demografi untuk mereka yang lahir pada tahun 1980-2000 an. Para ahli menganggap generasi ini berbeda dari sisi keyakinan realigi, politik, interaksinya dengan teknologi,  komunikasi, ekspresi lain sebagainya dari generasi-generasi SBX sebelumnya (Silent Generation 1928-1945, Boomer Generation I946-I964, dan X Generation 1965-1980). Generasi milenial berbeda dengan generasi SBX. Mereka yang lahir diatas tahun 1990-an hidup dalam dunia teknologi dan informasi yang sangat intensif. Mereka tidak perlu lagi menempuh waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk berkomunikasi, bahkan tidak tergantung lagi perjumpaan untuk mengekspresikan gagasannya atau mengetahui perkembangan didaerah sekitarnya.
Hal Inilah yang menjadi tantangan bagi Pancasila saat ini, dan disinilah terjadi kesenjangan antara nilai-nilai pancasila dari generasi SBX ke generasi milenial. Nilai-nilai pancasila yang terkait dengan norma-norma kehidupan menjadi sangat abstrak bagi generasi milenial yang tidak punya kaitan emosional dengan masa ketika nilai-nilai itu dicetuskan.
Pancasila yang semula menjadi pedoman kini telah mulai ditinggalkan. Pancasila yang semula harus diamalkan kini hanya dijadikan hafalan semata. Akibatnya, tak heran banyak orang yang melanggar hukum dan merusak moral. Banyak kasus hukum yang menimpa masyarakat bawah hingga pejabat publik. Ini karena mereka yang enggan menerapkan norma-norma yang terdapat dalam lima sila pancasila.
Jika kita terus membiarkan generasi milenial lalai terhadap hal ini atau mungkin generasi ini tidak akan menerapkan nilai-nilai Pancasila seutuhnya. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah kedepannya generasi ini rentan akan perpecahan. Bisa kita bayangkan puluhan tahun ke depan, mungkin saja Pancasila hanya menjadi kenangan saja dan bangsa ini akan menjadi negara tanpa aturan, tanpa etika, dan dipenuhi oleh para pemberontak.
Untuk itu agar tidak jatuh pada kesalahan yang lebih dalam, sudah seharusnya kita harus bertindak yaitu dengan menumbuhkan kesadaran dalam diri untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri masing-masing. Dengan begitu generasi milenial tidak hanya terfokus pada kemewahan yang ada, akan tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Bahkan memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Ini adalah tugas kita yang utama untuk membantu mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia”

Aku dan Jembatan Timbang




~Keyakinan anda akan menentukan tindakan anda, dan tindakan anda akan menentukan hasil. Jadi yang pertama kali harus anda miliki adalah keyakinan. (Mark Victor Hansen)
Kalimat itu akan menjadi pembuka untuk ku bercerita tentang pekerjaan yang sedang aku lakukan saat ini. Nama lengkapku Suci Nurul Baiti, panggil saja aku Baiti saat ini aku sedang duduk menikmati minuman rosela dari sahabat baikku.
Keyakinan untuk menjalani hari esok adalah salah satu komitmen yang harus dimiliki setiap insan. Mengapa ? karena menurutku apabila kita sudah yakin maka apapun yang akan kita lakukan kedepannya insyAllah akan terasa lebih mudah.
Berawal dari keyakinan, aku memulai semua nya. Berawal dari keyakinan, aku singkirkan rasa khawatirku. Aku seorang mahasiswi di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dan duduk di semester 6.
~
Tanggal 5 Februari lalu tepatnya hari senin aku mulai bekerja. Aku bekerja di jembatan timbang Siantan. Jarak tempuh dari rumahku lumayan jauh, namun itu tak menjadi halangan bagiku, karena sebuah keyakinan yang sudah tertanam didalam hati memudahkan segala urusan yang mungkin orang fikir itu sangat melelahkan.
Banyak yang bertanya, kerja apa kamu disana ? ngapain aja ? kok bisa sih ? kuliah nya gimana ?
Sebenarnya pertanyaan seperti itu, membuat ku berfikir dua kali. Kenapa ? karena ada alasan tersendiri yang tidak mungkin aku ceritakan disini.
Aku tetap kuliah, dan aku juga bekerja. Mula nya aku juga bingung, akan kerja apa aku disana. Perlahan aku mulai mengenal beberapa pegawai disana. Kak desi, salah satu wanita yang menjadi primadona. Dia lah yang mengajar kan ku apa yang akan aku kerjakan.
Saat dirumah ayahku mengajari apa yang akan aku kerjakan, namun itu hanya dalam bentuk praktek tulisan tinta di atas kertas. Saat di kantor ternyata sudah secara otomatis menggunakan komputer.
“Lanjut, buku uji, parkir dulu bang”. Ucapan itu yang sering diucapkan kak desi. Ternyata 3 kata itu merupakan kunci dasar dari segala hal yang ada disitu. Maksud dari lanjut adalah, kendaraan yang telah diitmbang artinya tidak memiliki masalah, sedangkan buku uji itu artinya data yang berada dikomputer belum terdata secara lengkap, dan maksud dari parkir dulu bang itu artinya si pengemudi melakukan pelanggaran. Pelanggaran yang ada pun bermacam-macam, seperti muatan yang berlebihan, dokumen mati, atau tinggi muatan melebihi batas yang ditentukan , dan lain sebagainya.
Ya begitulah, hari demi hari aku mulai mengerti.
Aku adalah sosok gadis yang mungkin sulit untuk bergaul secara cepat, mungkin karena hobby ku yang  lebih suka menganalisis seseorang secara diam. Memperhatikan dan mencari tahu apa yang disuka dan apa yang tidak disuka. Perlahan aku mulai akrab dengan orang-orang disana, meski rata-rata semua sudah berkeluarga itu tak menjadi penghalang untuk ku bergaul. Toh mereka lebih banyak pengalaman, dan sebagai anak muda kita harus banyak memetik hal positive dari ucapan atau pun tindakan yang mereka tujukan pada kita khususnya untukku pribadi.
~
Aku dan Jembatan Timbang menjadi judul yang ingin ku bagikan kepada pembaca, meski aku sendiri tak tau filosofi nya apa. Yang jelas tulisan ini cukup menceritakan aku dan jembatan timbang, meski tak sedetail film ayat-ayat cinta yang telah tamat.
Meski baru satu bulan berada di jembatan timbang, banyak sekali yang aku rasakan. Bagai gula dicampur kopi, pahit pahit manis rasanya.
Jembatan timbang kini menjadi rumah ke-2 ku, jika dulu kampus tempat ku berteduh kini jembatan timbang lah yang menjadi penggantinya. Tapi aku harap, tidak begitu. Tanggung jawabku dikampus banyak, dan aku tak mungkin lari dari hal itu. Disini aku harus berfikir bijak dan dewasa, harus bisa membagi waktu dan fikiran, harus bisa memanfaatkan waktu yang ada. Terimakasih Tuhan, dengan begini aku belajar dewasa.
Semua nya baik, mereka yang aku kenal baik, komandan regu nya juga baik, penguji nya juga baik, tak lupa juga para gamers disana juga baik. Hihi,yah kini minuman rosela ku udah habis. Itu artinya cukup sampai disini cerita ku. Sekali lagi ku ucapkan terimakasih juga untuk para chef yang ada di jembatan timbang, siang hari selalu dapat makanan gratis. Wenak tenan.






BAMBU YANG BIJAK



Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu, “Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dar rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.
Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....
Kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa dangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan ?
Petani menjawab, “Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
Pernahkah kita berfikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya ? sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita kuat untuk menjadi hamba yang akan berbagi manfaat kepada yang lainnya. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan khawatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi Nya ? menjadi hamba yang tunduk dan pasrah atas kehendak-Nya. Yakinlah, kepedihan, ujian dan penderitaan yang kita alami tak akan menjadi sia-sia jika kita ridho menerimanya sebagai bentuk kepatuhan dan ketundukan kita pada-Nya.
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, “Ya Allah ini aku, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”


Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku”
(Hadist Qudsi)


-Referensi-
Hendi Kurniah, BERTAHAN HIDUP "Menghimpun Kekuatan Untuk Bangkit dan Menang"

LIBUR KULIAH TELAH TIBA, YUK JADIKAN LIBURAN INI MENJADI LIBURAN YANG PRODUKTIF.

Liburan memang selalu menjadi topik menarik dimana pun kita berada, baik di sekolah, kuliah maupun di tempat kerja.

                                  (http://unjkita.com/tips-liburan-hemat-nan-berkualitas-ala-mahasiswa/)


Harus kita akui, siapapun orang nya dan apapun profesi nya pasti menyukai yang nama nya hari libur. Libur bisa diartikan istirahat sejenak dari tekanan kerja dan tekanan kuliah yang tak henti-henti nya datang kepada kita. Bahkan ada pula yang mengartikan hari libur ini dengan hari malas, arti nya hari libur adalah hari dimana kita tidak melakukan apapun dan menghabiskan hari diatas kasur dan ditemani smartphone
Libur semester adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh pelajar dan juga mahasiswa. Namun  libur semester untuk mahasiswa terbilang lama, yaitu 1 sampai 2 bulan. Berbeda dengan masa libur SD, SMP dan SMA. Terbayang bukan seberapa lamanya masa libur ini? Yang tentu, jika masa libur ini tidak diisi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, akan menjadi liburan yang kurang produktif. Bukankah setiap harinya menentukan kesuksesan kita di kemudian hari? Oleh karenanya, disini saya akan berbagi tips-tips agar liburanmu menjadi lebih produktif :

A. Menjadi Relawan Kemanusiaan , Kenapa Tidak?
Nah jika biasa nya kamu mengisi hari libur dengan kegiatan pribadi kamu saja, mengapa kamu tidak mencoba untuk menjadi relawan sosial ataupun kemanusiaan ketika liburan?
Menjadi relawan adalah hal yang sangat mulia loh gaes, kamu mempersembahkan ilmu dan tenaga kamu untuk orang yang membutuhkan. Menjadi relawan juga mempertemukan kamu dengan orang-orang yang baik karena mereka telah rela mengorban kan waktu liburan untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Menjadi relawan tidak hanya ketika terjadi bencana saja loh gaes, kamu juga bisa menjadi relawan di berbagai bidang yang kamu minati seperti menjadi relawan pendidikan dengan bergabung dengan komunitas peduli pendidikan dan membagikan ilmu yang telah kamu dapatkan semasa sekolah, kuliah bahkan ketika kamu kerja kepada para generasi muda yang membutuhkan pengalaman dan ilmu kamu tersebut secara gratis.
Sangat banyak loh komunitas yang membutuhkan relawan untuk kegiatan, dan biasa nya kegiatan ini dilakukan ketika libur panjang, seperti Komunitas Sahabat, Komunitas Indonesia Mengajar dan berbagai Komunitas relawan lain nya.
Dengan menjadi relawan kamu akan banyak mendapatkan banyak hal positif, diantara nya adalah rasa bahagia. Karena dengan membantu orang lain akan meningkatkan perasaan bahagia dalam diri kita, dan kamu bakal menyadari bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak bisa didapatkan bahkan dengan uang sekalipun.

B. Menggali Bakat Lebih Dalam
Liburan adalah waktu yang cocok nih guys untuk menggali lagi bakat kita. Mungkin, sering kita disibukkan dengan perkuliahan sehingga sedikit sekali waktu untuk meluangkan menggali bakat.
Jika ada yang hobby travelling, kaya’nya pas banget ni travelling di waktu liburan yang panjang sendirian atau bersama teman-teman. Hal ini bisa menjadi perasaan mu happy dan merefreshing otak yang mumet. Hihi

C. Bekerja Paruh Waktu atau Magang.
Bagi kalian yang ingin mengisi dompet guna mengurangi beban kedua orang tua saat libur, magang ataupun kerja paruh waktu adalah pilihan yang tepat. Selain mengisi waktu libur, juga dapat menghasilkan penghasilan tambahan. Namun, mencari pekerjaan magang ataupun kerja paruh waktu itu susah-susah gampang. Jadi persiapkan dirimu, terus berusaha dan tetap semangat.

D. Membaca Buku-Buku Menarik.
Membaca buku memang nampak membosankan, namun bagi sebagian mahasiswa yang gemar membaca, libur semester adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu membaca buku-buku menarik tentang ilmu pengetahuan, buku-buku islami, buku-buku biografi, dan sebagainya.

E. Ibadah dan Perbanyak Intropeksi Diri’
Nah ini yang paling penting guys! Ketika liburan kita memiliki waktu yang sangat banyak untuk beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Nya, mulai dari membaca Al-Quran, mengikuti majelis pengajian dan intropeksi diri akan dosa-dosa yang sudah diperbuat.
Jika pada hari kuliah kita sulit untuk mengikuti kajian-kajian keislaman atau kerohanian, maka waktu libur adalah hal yang sangat tepat. Dengan beribadah dan Intropeksi diri ketika libur, akan membuat kamu menyadari bahwa hal penting di dalam hidup ini sebenar nya Ibadah dan hal ini akan membuat jiwa dan mental kamu menjadi kuat ketika kamu menghadapi masalah dan tekanan yang ada di kantor ataupun kuliah

Itulah 5 Hal yang bisa kamu lakukan ketika liburan guys,  supaya liburan kamu menjadi lebih  bermakna  dan membuat kamu menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja ataupun Kuliah.

Selalu semangat dan jangan lupa share tulisan ini ke teman-teman mu ya.

JADI GENERASI YANG CERDAS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjadi Duta Genre Kalbar 2017, Suci Nurul Baiti berperan sebagai penyambung pesan BKKBN kepada generasi muda di Kalbar agar memiliki pemahaman tentang keluarga berencana, kependudukan, pembangunan keluarga, demografi, narkoba dan HIV/AIDS. 

Berangkat dari tanggung jawabnya tersebut, dia mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perubahan di kalimanatan barat agar tingkat pernikahan dini berkurang. Upaya yang dilakukannya agar perubahan itu terwujud adalah dengan melaksanakan beberapa program yang memanfaatkan media radio dan media sosial.  

Untuk memberikan pemahaman dan edukasi dia memanfaatkan radio komunitas (radio prokom, 107,9 mhz) untuk menyuarakan pesan-pesan yang harus disampaikannya.Untuk memberikan pemahaman dan edukasi dia memanfaatkan radio komunitas (radio prokom, 107,9 mhz) untuk menyuarakan pesan-pesan yang harus disampaikannya.
Dia menuturkan pernikahan dini umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi dan pendidikan karena itu perlu diberikan pemahaman agar anak-anak muda mengerti resiko yang dihadapi jika pernikahan dini terus terjadi. 
"Saya menyiarkan ajakan dan pesan-pesan agar tidak menikah di usia dini, saya juga menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidangnya untuk membagikan ilmu dan pengalaman, setelah itu berdasarkan obrolan dan diskusi yang kami bangun, saya akan memperoleh informasi baru yang akan saya aplikasikan pada masyarakat dalam bentuk pendekatan atau sosialisasi," katanya, Rabu (10/1/2018). 
Mahasiswi di IAIN Pontianak yang juga menteri di dewan mahasiswama IAIN ini menuturkan kampanye juga dilakukannya melalui media sosial dengan memanfaatkan fitur live di Instagram. 
Tak hanya itu, jika media sosial bigo live seringkali digunakan untuk live video hot, di sini dia melakukan kampanye mencegah pernikahan dini. 
"Saya lawan hal negatif dengan hal positif, walaupun sulit mengubah pemahaman anak-anak muda mengenai pernikahan, saya tidak mau menyerah. Saya manfaatkan media sosial seperti Instagram dan Bigo Live, responnya sangat bagus, kadang juga saya menulis di blog," tuturnya. 
Dia yang juga jurnalis kampus di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta ini mengingatkan resiko dari pernikahan dini bagi perempuan dan anaknya. 
"Perlu diketahui jika pernikahan dini merupakan penyumbang angka kematian yang tinggi karena keadaan sel-sel rahim yang belum matang, anak perempuan yang melahirkan di usia dini pun memiliki tingkat risiko komplikasi yang tinggi, seperti fistula obsteri, infeksi, keguguran, pendarahan hebat. Begitu pula Bayi yang dilahirkan memiliki resiko kematian lebih tinggi," jelasnya. 
Selain tidak baik bagi kesehatan, dia pernikahan dini  rentan memunculkan masalah-masalah sosial yang baru, ini karena belum siapnya psikologis sehingga bisa berujung pada ter jadinya konflik hingga perceraian. Karena itu perlu kesiapan, tidak hanya materi tapi juga mental.  "Jadilah generasi yang cerdas," pungkas penari di Sanggar Koma ini. (kla)


Remaja VS Game Online

Teknologi informasi kian berkembang pesat setiap harinya membawa perubahan, dan memberi pengaruh terhadap kehidupan sosial. Internet contohnya, internet merupakan salah satu bentuk kecanggihan dari teknologi yang memberikan kemudahan kepada kita untuk mengakses segala sesuatu yang bersifat informatif dan komunikatif, baik untuk siapapun, kapanpun dan di manapun.
Pengguna internet yang paling besar saat ini adalah para remaja. Mengapa?  karena mereka lebih memiliki sikap keingin tahuan yang tinggi terhadap hal baru. Hal itu terbukti dari beberapa penelitian yang menjelaskan bahwa sebagian besar remaja menjadi penikmat game online yang merupakan salah satu kemajuan dari teknologi itu sendiri. Sebagaimana pula yang dijelaskan oleh Pinar Kirci dalam penelitiannya yang berjudul “Effects of computer and internet utilization over young people in world and Turkey: Considered with education and health applications”, menyampaikan bahwa remaja merupakan pengguna internet yang paling besar karena mereka lebih mudah dan tertarik terhadap kemajuan teknologi yang ada.
Menurut Wikipedia, game online adalah jenis permaian yang memanfaatkan jaringan komputer. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini. Game online ini sangat jauh berbeda dengan game-game tradisional terdahulu yang cenderung mengandalkan kekuatan otot-otot tubuh, sedangkan game online menggunakan kelincahan jari-jemari dan otak dalam berfikir.
Semakin berkembangnya teknologi saat ini,dapat kita lihat banyaknya para remaja yang asyik dengan game online. Dalam hal ini sebenarnya tidak hanya remaja yang menikmati asyiknya game online, melainkan para orang tua, dan anak-anak sekalipun menjadi penikmat game online. Seperti “Mobile Legend” permaian game online yang cukup banyak digemari saat ini. Selain asyik game ini juga mengajarkan kita berfikir bagaimana cara menyususn strategi dalam melawan musuh.
Bagi remaja sendiri kebanyakan, memainkan game online sangatlah menyenangkan, karena mereka tidak perlu beranjak dari tempat duduk, merasa capek, atau bahkan khawatir terluka.
Akan tetapi walaupun demikian, dalam asyiknya sebuah game tentu terdapat beberapa dampak baik positif maupun negatif. Adapun dampak positif dari sebuah game adalah membuat pola pikir semakin cepat,  menghilangkan kejenuhan, mengisi waktu yang kosong, dan menantang adrenalin. Sedangkan dampak negatifnya adalah lupa segala hal, sulit berekspresi dan berinteraksi, dapat kecanduan, malas, kurangnya waktu istirahat, dan radiasi yang membuat mata menjadi kurang sehat.
Teknologi memang tidak dapat terlepas dari kehidupan kita maka sebagai pengguna khususnya game online kita harus bersikap bijak dan memahami segala dampak yang di timbulkan. Serta untuk orangtua harus lebih waspada dan memberikan batasan agar mengurangi efek negatif yang terjadi. (Pen/ ASF)

MENIKAH MUDA ?

Tradisi menikah muda seakan semakin menjamur di masyarakat, baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Pada dasarnya, menikah muda merupakan sebuah tradisi yang dianggap wajar. Namun seiring perkembangan zaman, budaya ini dianggap kurang baik karena dirasakan akan merenggut masa depan anak, terutama bagi perempuan. Jelasnya, menikah muda adalah pernikahan yang dilakukan di bawah umur, yang belum siap dan matang untuk melaksanakan pernikahan bahkan menjalani rumah tangga.

Menikah di usia muda sepertinya bukanlah karena “sudah zaman” atau “tidak zaman” lagi, namun lebih pada pilihan seseorang. Di Indonesia sendiri pernikahan belum cukup umur  ini marak terjadi. Seperti hal nya Penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Badan PBB untuk Anak-Anak (Unicef) menemukan bahwa angka pernikahan dini di Indonesia tergolong tinggi, pada kisaran 25 persen dari total pernikahan dalam setahun. Persentase tersebut mengalami kenaikan sejak 2010, seiring dengan meningkatnya persentase perceraian di Indonesia.
Yang menjadi prihatinnya lagi , Kalimantan Barat menduduki peringkat pertama nikah dini. Berdasarkan Angka kelahiran menurut umur (ASFR) 2012 Provinsi Kalimantan Barat mencapai  104/1000, artinya dari 1000 kelahiran 104 diantaranya adalah dilahirkan oleh ibu yang berumur 15 – 19 tahun. Sangat jelas, bahwasanya umur ibu yang melahirkan diantara umur 15-19 tahun tersebut, itu artinya banyak para remaja yang melakukan nikah dini.
Banyak yang beranggapan bahwasanya menikah dini itu lebih baik. Dibandingkan harus pacaran dan berujung zina. Jelasnya, menurut penulis menikah bukan hanya fokus pada hubungan suami istri saja. Akan tetapi hakekat menikah adalah saling melengkapi satu sama lain, saling menyatukan dua kepala yang memiliki pemikiran berbeda.
Padahal jika ditinjau dari beberapa aspek , menikah di usia dini akan mendatangkan beberapa resiko. Salah satu nya pada kesehatan. Meskipun pernikahan usia dini memiliki dampak positif, akan tetapi hal itu tidak seimbang dengan dampak negative nya.  Menurut ilmu kesehatan, bahwa usia yang kecil resikonya dalam melahirkan adalah antara usia 20-35 tahun, artinya melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun akan beresiko tinggi. Ketika seorang wanita hamil di usia muda, maka hal tersebut sangat berbahaya ketika hendak melakukan persalinan dan kesehatan rahim.
Terjadinya nikah muda oleh remaja pastinya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain Keinginan diri sendiri, Budaya, Kurang nya Pendidikan/Pengetahuan, Hamil di Luar Nikah, dsb. Sehingga dampak negative yang didapatkan ialah hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan, Rentan terhadap kanker serviks, Mudah terjadi perceraian, Pemaksaan akan kematangan dan kedewasaan cara berpikir anak, Hilangnya masa muda, Bunuh diri, Terjadi penyimpangan sosial.
Dampak negative dari nikah muda memang lebih besar dibandingkan dampak positivenya. Lagipula nikah muda bearti melanggar UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dimana pada Pasal 7 (1) berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.”
Sudah seharusnya, kita sebagai remaja yang belum terjerumus ke dalam hal tersebut. Harus merencanakan kehidupan kedepannya. Seorang remaja alangkah lebih baik jika harus melanjutkan pendidikan terlebih dahulu. Ketika mental, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan sudah cukup matang untuk menikah. Maka menikahlah dengan tujuan menjadi keluarga yang sejahtera dan mempraktikkan 5 transisi kehidupan remaja.

Adapun lima transisi kehidupan remaja adalah melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, merencanakan hidup berkeluarga, ikut terjun ke masyarakat, dan mempraktikkan pola hidup sehat.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan