LIBUR KULIAH TELAH TIBA, YUK JADIKAN LIBURAN INI MENJADI LIBURAN YANG PRODUKTIF.

Liburan memang selalu menjadi topik menarik dimana pun kita berada, baik di sekolah, kuliah maupun di tempat kerja.

                                  (http://unjkita.com/tips-liburan-hemat-nan-berkualitas-ala-mahasiswa/)


Harus kita akui, siapapun orang nya dan apapun profesi nya pasti menyukai yang nama nya hari libur. Libur bisa diartikan istirahat sejenak dari tekanan kerja dan tekanan kuliah yang tak henti-henti nya datang kepada kita. Bahkan ada pula yang mengartikan hari libur ini dengan hari malas, arti nya hari libur adalah hari dimana kita tidak melakukan apapun dan menghabiskan hari diatas kasur dan ditemani smartphone
Libur semester adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh pelajar dan juga mahasiswa. Namun  libur semester untuk mahasiswa terbilang lama, yaitu 1 sampai 2 bulan. Berbeda dengan masa libur SD, SMP dan SMA. Terbayang bukan seberapa lamanya masa libur ini? Yang tentu, jika masa libur ini tidak diisi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, akan menjadi liburan yang kurang produktif. Bukankah setiap harinya menentukan kesuksesan kita di kemudian hari? Oleh karenanya, disini saya akan berbagi tips-tips agar liburanmu menjadi lebih produktif :

A. Menjadi Relawan Kemanusiaan , Kenapa Tidak?
Nah jika biasa nya kamu mengisi hari libur dengan kegiatan pribadi kamu saja, mengapa kamu tidak mencoba untuk menjadi relawan sosial ataupun kemanusiaan ketika liburan?
Menjadi relawan adalah hal yang sangat mulia loh gaes, kamu mempersembahkan ilmu dan tenaga kamu untuk orang yang membutuhkan. Menjadi relawan juga mempertemukan kamu dengan orang-orang yang baik karena mereka telah rela mengorban kan waktu liburan untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Menjadi relawan tidak hanya ketika terjadi bencana saja loh gaes, kamu juga bisa menjadi relawan di berbagai bidang yang kamu minati seperti menjadi relawan pendidikan dengan bergabung dengan komunitas peduli pendidikan dan membagikan ilmu yang telah kamu dapatkan semasa sekolah, kuliah bahkan ketika kamu kerja kepada para generasi muda yang membutuhkan pengalaman dan ilmu kamu tersebut secara gratis.
Sangat banyak loh komunitas yang membutuhkan relawan untuk kegiatan, dan biasa nya kegiatan ini dilakukan ketika libur panjang, seperti Komunitas Sahabat, Komunitas Indonesia Mengajar dan berbagai Komunitas relawan lain nya.
Dengan menjadi relawan kamu akan banyak mendapatkan banyak hal positif, diantara nya adalah rasa bahagia. Karena dengan membantu orang lain akan meningkatkan perasaan bahagia dalam diri kita, dan kamu bakal menyadari bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak bisa didapatkan bahkan dengan uang sekalipun.

B. Menggali Bakat Lebih Dalam
Liburan adalah waktu yang cocok nih guys untuk menggali lagi bakat kita. Mungkin, sering kita disibukkan dengan perkuliahan sehingga sedikit sekali waktu untuk meluangkan menggali bakat.
Jika ada yang hobby travelling, kaya’nya pas banget ni travelling di waktu liburan yang panjang sendirian atau bersama teman-teman. Hal ini bisa menjadi perasaan mu happy dan merefreshing otak yang mumet. Hihi

C. Bekerja Paruh Waktu atau Magang.
Bagi kalian yang ingin mengisi dompet guna mengurangi beban kedua orang tua saat libur, magang ataupun kerja paruh waktu adalah pilihan yang tepat. Selain mengisi waktu libur, juga dapat menghasilkan penghasilan tambahan. Namun, mencari pekerjaan magang ataupun kerja paruh waktu itu susah-susah gampang. Jadi persiapkan dirimu, terus berusaha dan tetap semangat.

D. Membaca Buku-Buku Menarik.
Membaca buku memang nampak membosankan, namun bagi sebagian mahasiswa yang gemar membaca, libur semester adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu membaca buku-buku menarik tentang ilmu pengetahuan, buku-buku islami, buku-buku biografi, dan sebagainya.

E. Ibadah dan Perbanyak Intropeksi Diri’
Nah ini yang paling penting guys! Ketika liburan kita memiliki waktu yang sangat banyak untuk beribadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Nya, mulai dari membaca Al-Quran, mengikuti majelis pengajian dan intropeksi diri akan dosa-dosa yang sudah diperbuat.
Jika pada hari kuliah kita sulit untuk mengikuti kajian-kajian keislaman atau kerohanian, maka waktu libur adalah hal yang sangat tepat. Dengan beribadah dan Intropeksi diri ketika libur, akan membuat kamu menyadari bahwa hal penting di dalam hidup ini sebenar nya Ibadah dan hal ini akan membuat jiwa dan mental kamu menjadi kuat ketika kamu menghadapi masalah dan tekanan yang ada di kantor ataupun kuliah

Itulah 5 Hal yang bisa kamu lakukan ketika liburan guys,  supaya liburan kamu menjadi lebih  bermakna  dan membuat kamu menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja ataupun Kuliah.

Selalu semangat dan jangan lupa share tulisan ini ke teman-teman mu ya.

JADI GENERASI YANG CERDAS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjadi Duta Genre Kalbar 2017, Suci Nurul Baiti berperan sebagai penyambung pesan BKKBN kepada generasi muda di Kalbar agar memiliki pemahaman tentang keluarga berencana, kependudukan, pembangunan keluarga, demografi, narkoba dan HIV/AIDS. 

Berangkat dari tanggung jawabnya tersebut, dia mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perubahan di kalimanatan barat agar tingkat pernikahan dini berkurang. Upaya yang dilakukannya agar perubahan itu terwujud adalah dengan melaksanakan beberapa program yang memanfaatkan media radio dan media sosial.  

Untuk memberikan pemahaman dan edukasi dia memanfaatkan radio komunitas (radio prokom, 107,9 mhz) untuk menyuarakan pesan-pesan yang harus disampaikannya.Untuk memberikan pemahaman dan edukasi dia memanfaatkan radio komunitas (radio prokom, 107,9 mhz) untuk menyuarakan pesan-pesan yang harus disampaikannya.
Dia menuturkan pernikahan dini umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi dan pendidikan karena itu perlu diberikan pemahaman agar anak-anak muda mengerti resiko yang dihadapi jika pernikahan dini terus terjadi. 
"Saya menyiarkan ajakan dan pesan-pesan agar tidak menikah di usia dini, saya juga menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidangnya untuk membagikan ilmu dan pengalaman, setelah itu berdasarkan obrolan dan diskusi yang kami bangun, saya akan memperoleh informasi baru yang akan saya aplikasikan pada masyarakat dalam bentuk pendekatan atau sosialisasi," katanya, Rabu (10/1/2018). 
Mahasiswi di IAIN Pontianak yang juga menteri di dewan mahasiswama IAIN ini menuturkan kampanye juga dilakukannya melalui media sosial dengan memanfaatkan fitur live di Instagram. 
Tak hanya itu, jika media sosial bigo live seringkali digunakan untuk live video hot, di sini dia melakukan kampanye mencegah pernikahan dini. 
"Saya lawan hal negatif dengan hal positif, walaupun sulit mengubah pemahaman anak-anak muda mengenai pernikahan, saya tidak mau menyerah. Saya manfaatkan media sosial seperti Instagram dan Bigo Live, responnya sangat bagus, kadang juga saya menulis di blog," tuturnya. 
Dia yang juga jurnalis kampus di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta ini mengingatkan resiko dari pernikahan dini bagi perempuan dan anaknya. 
"Perlu diketahui jika pernikahan dini merupakan penyumbang angka kematian yang tinggi karena keadaan sel-sel rahim yang belum matang, anak perempuan yang melahirkan di usia dini pun memiliki tingkat risiko komplikasi yang tinggi, seperti fistula obsteri, infeksi, keguguran, pendarahan hebat. Begitu pula Bayi yang dilahirkan memiliki resiko kematian lebih tinggi," jelasnya. 
Selain tidak baik bagi kesehatan, dia pernikahan dini  rentan memunculkan masalah-masalah sosial yang baru, ini karena belum siapnya psikologis sehingga bisa berujung pada ter jadinya konflik hingga perceraian. Karena itu perlu kesiapan, tidak hanya materi tapi juga mental.  "Jadilah generasi yang cerdas," pungkas penari di Sanggar Koma ini. (kla)


Remaja VS Game Online

Teknologi informasi kian berkembang pesat setiap harinya membawa perubahan, dan memberi pengaruh terhadap kehidupan sosial. Internet contohnya, internet merupakan salah satu bentuk kecanggihan dari teknologi yang memberikan kemudahan kepada kita untuk mengakses segala sesuatu yang bersifat informatif dan komunikatif, baik untuk siapapun, kapanpun dan di manapun.
Pengguna internet yang paling besar saat ini adalah para remaja. Mengapa?  karena mereka lebih memiliki sikap keingin tahuan yang tinggi terhadap hal baru. Hal itu terbukti dari beberapa penelitian yang menjelaskan bahwa sebagian besar remaja menjadi penikmat game online yang merupakan salah satu kemajuan dari teknologi itu sendiri. Sebagaimana pula yang dijelaskan oleh Pinar Kirci dalam penelitiannya yang berjudul “Effects of computer and internet utilization over young people in world and Turkey: Considered with education and health applications”, menyampaikan bahwa remaja merupakan pengguna internet yang paling besar karena mereka lebih mudah dan tertarik terhadap kemajuan teknologi yang ada.
Menurut Wikipedia, game online adalah jenis permaian yang memanfaatkan jaringan komputer. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini. Game online ini sangat jauh berbeda dengan game-game tradisional terdahulu yang cenderung mengandalkan kekuatan otot-otot tubuh, sedangkan game online menggunakan kelincahan jari-jemari dan otak dalam berfikir.
Semakin berkembangnya teknologi saat ini,dapat kita lihat banyaknya para remaja yang asyik dengan game online. Dalam hal ini sebenarnya tidak hanya remaja yang menikmati asyiknya game online, melainkan para orang tua, dan anak-anak sekalipun menjadi penikmat game online. Seperti “Mobile Legend” permaian game online yang cukup banyak digemari saat ini. Selain asyik game ini juga mengajarkan kita berfikir bagaimana cara menyususn strategi dalam melawan musuh.
Bagi remaja sendiri kebanyakan, memainkan game online sangatlah menyenangkan, karena mereka tidak perlu beranjak dari tempat duduk, merasa capek, atau bahkan khawatir terluka.
Akan tetapi walaupun demikian, dalam asyiknya sebuah game tentu terdapat beberapa dampak baik positif maupun negatif. Adapun dampak positif dari sebuah game adalah membuat pola pikir semakin cepat,  menghilangkan kejenuhan, mengisi waktu yang kosong, dan menantang adrenalin. Sedangkan dampak negatifnya adalah lupa segala hal, sulit berekspresi dan berinteraksi, dapat kecanduan, malas, kurangnya waktu istirahat, dan radiasi yang membuat mata menjadi kurang sehat.
Teknologi memang tidak dapat terlepas dari kehidupan kita maka sebagai pengguna khususnya game online kita harus bersikap bijak dan memahami segala dampak yang di timbulkan. Serta untuk orangtua harus lebih waspada dan memberikan batasan agar mengurangi efek negatif yang terjadi. (Pen/ ASF)

MENIKAH MUDA ?

Tradisi menikah muda seakan semakin menjamur di masyarakat, baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Pada dasarnya, menikah muda merupakan sebuah tradisi yang dianggap wajar. Namun seiring perkembangan zaman, budaya ini dianggap kurang baik karena dirasakan akan merenggut masa depan anak, terutama bagi perempuan. Jelasnya, menikah muda adalah pernikahan yang dilakukan di bawah umur, yang belum siap dan matang untuk melaksanakan pernikahan bahkan menjalani rumah tangga.

Menikah di usia muda sepertinya bukanlah karena “sudah zaman” atau “tidak zaman” lagi, namun lebih pada pilihan seseorang. Di Indonesia sendiri pernikahan belum cukup umur  ini marak terjadi. Seperti hal nya Penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Badan PBB untuk Anak-Anak (Unicef) menemukan bahwa angka pernikahan dini di Indonesia tergolong tinggi, pada kisaran 25 persen dari total pernikahan dalam setahun. Persentase tersebut mengalami kenaikan sejak 2010, seiring dengan meningkatnya persentase perceraian di Indonesia.
Yang menjadi prihatinnya lagi , Kalimantan Barat menduduki peringkat pertama nikah dini. Berdasarkan Angka kelahiran menurut umur (ASFR) 2012 Provinsi Kalimantan Barat mencapai  104/1000, artinya dari 1000 kelahiran 104 diantaranya adalah dilahirkan oleh ibu yang berumur 15 – 19 tahun. Sangat jelas, bahwasanya umur ibu yang melahirkan diantara umur 15-19 tahun tersebut, itu artinya banyak para remaja yang melakukan nikah dini.
Banyak yang beranggapan bahwasanya menikah dini itu lebih baik. Dibandingkan harus pacaran dan berujung zina. Jelasnya, menurut penulis menikah bukan hanya fokus pada hubungan suami istri saja. Akan tetapi hakekat menikah adalah saling melengkapi satu sama lain, saling menyatukan dua kepala yang memiliki pemikiran berbeda.
Padahal jika ditinjau dari beberapa aspek , menikah di usia dini akan mendatangkan beberapa resiko. Salah satu nya pada kesehatan. Meskipun pernikahan usia dini memiliki dampak positif, akan tetapi hal itu tidak seimbang dengan dampak negative nya.  Menurut ilmu kesehatan, bahwa usia yang kecil resikonya dalam melahirkan adalah antara usia 20-35 tahun, artinya melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun akan beresiko tinggi. Ketika seorang wanita hamil di usia muda, maka hal tersebut sangat berbahaya ketika hendak melakukan persalinan dan kesehatan rahim.
Terjadinya nikah muda oleh remaja pastinya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain Keinginan diri sendiri, Budaya, Kurang nya Pendidikan/Pengetahuan, Hamil di Luar Nikah, dsb. Sehingga dampak negative yang didapatkan ialah hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan, Rentan terhadap kanker serviks, Mudah terjadi perceraian, Pemaksaan akan kematangan dan kedewasaan cara berpikir anak, Hilangnya masa muda, Bunuh diri, Terjadi penyimpangan sosial.
Dampak negative dari nikah muda memang lebih besar dibandingkan dampak positivenya. Lagipula nikah muda bearti melanggar UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dimana pada Pasal 7 (1) berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.”
Sudah seharusnya, kita sebagai remaja yang belum terjerumus ke dalam hal tersebut. Harus merencanakan kehidupan kedepannya. Seorang remaja alangkah lebih baik jika harus melanjutkan pendidikan terlebih dahulu. Ketika mental, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan sudah cukup matang untuk menikah. Maka menikahlah dengan tujuan menjadi keluarga yang sejahtera dan mempraktikkan 5 transisi kehidupan remaja.

Adapun lima transisi kehidupan remaja adalah melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, merencanakan hidup berkeluarga, ikut terjun ke masyarakat, dan mempraktikkan pola hidup sehat.

RRI GOES TO CAMPUS Pontianak

Pontianak –Selamat siang para pemirsa setia, Saya akan menyampaikan berita paling hangat dan teraktual hari ini. Bersama saya Baiti di sekilas info. RRI Pontianak mengadakan siaran langsung Goes To Campus di Universitas Muhammadiyah (UMP). Kegiatan yang berlangusng pada kamis, 16 November 2017 ini bekerjasam dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Barat. Tercatat ada 78 peserta yang turut hadir untuk melihat secara live.
Kegiatan yang berlangsung di UMP ini, dihadirkan oleh tiga narasumber. Yaitu, Heriansyah SH, SHI, M.pd , Ir. Aulia Arfiansyah Arief, M.Si,  dan pemuda berprestasi Nordianto Hartoyo Sanan. Ke tiga narasumber tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, ada yang wakil rektor 1, kepala bidang keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga, dan ketua forum GenRe Indonesia.
Kegiatan yang bertemakan “Menikah dini atau menggapai mimpi dan prestasi” tersebut, mengundang banyak perhatian bagi para peserta dan pendengar. Ir. Aulia Arfiansyah Arief selaku Kabid KSPK menjelaskan, remaja yang menikah dini akan menghadapi beberapa resiko kedepannya. Salah satu nya, adalah kesehatan.  
Disamping itu, Heriansya Hartoyo juga menambahkan remaja yang menikah dini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Seperti, hamil diluar nikah, keadaan ekonomi, dan tuntutan orang tua.
Berdasarkan data yang disampaikan Kabid KSPK, bahwa Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan nilai tertinggi terhadap kasus Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Ini menunjukkan bahwa sudah saat nya remaja masa kini untuk terus berfikir positif dan menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan menikah dini.
Nordianto selaku Ketua Generasi Berencana (GenRe) Indonesia, mengajak para peserta dan pendengar untuk terus mengukir prestasi dan menggapai mimpi. Dengan begitu, kehidupan kedepaannya akan lebih terencana. Bukan bencana yang didapat.
Sementara, itulah berita yang dapat saya sampaikan. Sekilas info akan kembali dalam 60 menit berikutnya untuk memberikan berita dan perkembangan terbaru lainnya. saya Baiti mengucapkan banyak terimakasih.


Selembar Kertas Untuk DEMA

Siapa sih yang tak ingin menjadi bagian dari pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA).

 Setiap mahasiswa yang suka bergelut dibidang keorganisasian pastinya sangat menginginkan hal tersebut.
Sekitar satu tahun yang lalu, sebelum aku menjabat sebagai Sekretaris II di Dema IAIN Pontianak. Aku sangat memimpikan agar bisa turut serta menjadi bagian dari Dema, namun aku bingung bagaimana cara masuk nya. (masihlugu)
Tuhan punya rencana lain, melalui teman baikku yang saat itu diajak gabung ke Dema IAIN  oleh Presiden Mahasiswa kita yakni M.Wawan Gunawan, aku yang cuma melihat pun akhirnya di ajak.
Entahlah, akan dibagian mana aku menjabat. (fikirku)
Hari-hari berlalu, aku pun mulai mengikuti rapat. Saat perbincangan hangat berlangsung., Presma yang kerap di sapa bg Wawan memberitahukan kepadaku, bahwa aku menjabat sebagai Staf sekretaris/ Sekretaris II. Wah, semester 3 sudah berada di jabatan yang begitu di pentingkan. Mulanya aku bingung, bagaimana membuat surat, apa yang akan aku lakukan. Tapi untungnya, Sekretaris I yang biasa kupanggil kak Indah begitu baik orang nya. Dia lah yang mengajariku.
Hari hari mulai berlalu, aku mulai terbiasa dengan surat-surat. Walau terkadang aku kurang teliti dalam mengetiknya, dan selalu salah satu atau dua kata. Pernah, sesekali aku dimarah oleh presma karena kurang teliti nya aku. Tapi tak apa, itu akan menjadi suatu pelajaran untukku.
Tanpa terasa, kepengurusan satu tahun telah berlalu. Perasaan, baru saja kemarin aku menari-nari dengan surat. Dan kini, harus ku susun rapi.
Perasaan baru kemarin, kami melakukan kegiatan-kegiatan. dan kini, harus berakhir.
Pengalaman, teman, bahkan pelajaran yang sangat bearti bagiku. Karena Dema, aku bisa kenal dengan mahasiswa/i dari Fakultas lain. Karena Dema pula, aku bisa berkesempatan menjadi panitia saat kegiatan PBAK dan karena Dema aku bisa menjadi Sekretaris saat PBAK berlangsung.
Sungguh beruntung, bisa ikut berkontribusi demi kampus ini walau hanya berupa selembar kertas.



GenRe- Cari Tahu, Baru Sok Tahu

Tulisan ini berangkat dari perbincangan penulis dengan masyarakat sekitar.

                                             (https://mckeestory.com/seminars/genre/)
Saat penulis sedang asik mengobrol dan sedikit membuka bicara tentang GenRe. Ternyata masih banyak yang belum tahu apa itu GenRe. Dalam fikir ku, apakah ini kurang nya sosialisasi ? atau mereka nya yang kudet ?
Ku coba jelaskan apa itu GenRe, baru saja aku menyebutkan singkatan dari GenRe (Generasi Berencana), salah satu dari mereka malah berkoar “Saya tak mau kawen tue” , “Saya bukan GenRe”, “Saya mau punya anak lebih dari 2”.
Seketika aku tertawa kecil dan berkata “Kebanyakan manusia sekarang, belum tau apa-apa tapi sudah berani nyodor-nyodor omongan orang, Jangan sempit dalam memaknai kata GenRe. Program genre bukan hanya 2 anak lebih baik , bukan hanya tadak kawen mude.”
Suasana pun mulai hening,
Aku mulai membicarakan dari hal yang dasar, menjelas kan apa itu GenRe, apa saja program Genre, siapa yang menjadi sasaran nya, dan apa maksud salam genre.
Dengan menggunakan bahasa sederhana, dan sambil senda gurau. Bagiku ini cara yang efektif dalam menyampaikan sesuatu dengan orang yang memiliki pandangan berbeda. Meskipun demikian, kita juga harus bisa meyakinkan orang tersebut.
Kataku singkat,
“Kamu tau gak genre tu apa, genre itu singkatan dari generasi berencana. Program genre pun bukan hanya satu, tadinya delapan, eh berubah enam,  namun sekarang ada empat. Yaitu
1.    Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)
2.    Kesehatan Reproduksi Remaja
3.    Keterampilan Hidup (Life skill)
4.    Perencanaan Kehidupan Berkeluarga
Bukan hanya tadak kawen mude yang GenRe bicarakan, tapi ada hal yang lebih penting dari pada itu. Yaitu, makna dari salam genre, dimana saat kita tahu apa maksud salam genre, kita harus bisa menerapkan dalam kehidupan kita.
Salam Genre dengan mengacungkan tiga jari (jari tengah, jari manis, jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan makna besar.
Makna lingkaran dari telunjuk dan jempul adalah zero atau nol yang menggambarkan tidak melakukan tiga hal. Pertama adalah tidak menikah di usia muda karena pernikahan di usia muda akan menyebabkan banyak masalah.
Remaja disarankan serius belajar mulai jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dan meningkatkan kariernya. Setelah usianya matang baru dianjurkan menikah sehingga secara mental dan reproduksi juga siap membina rumah tangga agar memiliki keturunan.
“Zero kedua adalah tidak melakukan seks bebas (zero free sex). Konseling di bidang ini untuk membangun pusat informasi antar remaja baik antar pelajar maupun antar mahasiswa, atau antarteman sebaya,” sebutnya.
Dalam penekanan konseling zero free sex, kegiatannya berupa penyuluhan dan melatih remaja memiliki kemampuan, dapat memecahkan solusi, dan mencegah remaja dari pergaulan bebas, sehingga ketika ada remaja yang punya masalah, maka bisa diselesaikan melalui bimbingan dan konseling sebaya.
Sedangkan untuk zero narkoba, maka remaja juga diberikan wawasan tentang apa itu narkoba dan bagimana bahayanya jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sehingga melalui bimbingan ini maka para remaja bisa menjauhi narkoba.
Jadi jelas, ketika kita baru mengetahui sesuatu kita harus terlebih dahulu mengulasnya. Selain itu, sebelum kita menginformasikan kepada orang lain, cobalah pahami  dulu pemikirannya agar terjadi timbal balik antar komunikan dan komunikator.
Nah, Saat aku tutup bicara, timbul pertanyaan-pertanyaan baru dari mereka. Padahal mula nya bukan membahas tentang itu, tapi karena ada rasa ingin tahu dari mereka terjadilah timbal balik antar kami.

Ini ceritaku.... mana cerita kalian ?



Dari Presma Untuk Presma





(Foto M.Wawan Gunawan - Menyampaikan Sambutan)
IAIN PontianakM. Wawan Gunawan selaku Presiden mahasiswa (Presma) IAIN Pontianak memberikan sambutan saat penyampaian visi dan misi Calon Presma 2017-2018.  Penyampaian tersebut dilaksanakan di tempat terbuka yakni Gazebo. Kamis, (9/11).
Saat itu, beliau menceritakan bahwa sekitar satu tahun yang lalu tepat nya tanggal 20 Oktober 2016 beliau lah yang menyampaikan Visi dan Misi. Namun sekarang, jabatan yang ia emban akan berakhir.
“Satu tahun yang lalu kita jalani bersama, sudah sepatutnya kali ini kita melakukan pembaharuan menggantikan yang telah lalu”, tuturnya.
Beliau juga menyampaikan selama menjabat sebagai Presma periode 2016-2017, ada 5 kegiatan besar yang terlaksana. Seperti Pekan Bakti Mahasiswa (PBM), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Seminar Nasional, dan yang terakhir kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 November nanti.
“Untuk kegiatan yang ke 5, akan dilaksanakan pada tanggal 18 November. Ini akan menjadi acara penutup dari Dema IAIN Periode 2016-2017. Kita akan menghadirkan Gubernur dari NTB”, Jelasnya.
Selain itu beliau juga menghimbau kepada mahasasiswa IAIN, khususnya Calon Presma yang akan datang agar bisa menjadi pemimpin yang bijak.
“Politik adalah tempat kawan-kawan memimpin, bukan mencari kekuasaan. Demokrasi menjaring pemimpin-pemimping baru, bukan menjatuhkan yang ingin menjadi pemimpin”, terangnya.
Dipenghujung penyampaiannya, Lelaki yang baru saja menggelar sarjana ekonomi ini menyampaikan harapannya agar presma yang akan datang dapat memberikan wadah baru bagi mahasiswa.  
“Meski calon presma periode ini hanya tunggal, saya berharap untuk kedepannya calon tunggal ini bisa memberikan wadah baru untuk mahasiswa IAIN agar menjadi mahasiswa yang berwawasan global”, tekannya.
Saat akhir sambutan yang beliau sampaikan, salah satu teman akrabnya sebut saja Farhan Juniardi mengatakan bahwa kinerja presma dan wapresma periode 2016-2017 ini memiliki sisi baik dan sisi kurang baik.
“Kalo menurut saye, kinerja Presma dan Wapresma 2016-2017 ada sisi baik dan kurangnya. Dari sisi baiknya, pada tahun ini kepengurusannya sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi, dari sisi kurangnya yaitu kurang merangkul antar sesama organisasi intra kampus”, Ungkapnya.

Tentang Aku dan Kota Padang

Aku lelah...

Kata itu yang setiap hari nya aku ucapkan. Pagi siang sore malam, aku harus menguras fikiran dan tenaga. Di balik kata lelah, aku juga melalaikan tugas kuliah. Ya tuhan, kuatkan aku. Aku harus semangat aku pasti bisa (ucap hati kecilku)
Tibalah hari yang dinanti, 22 Oktober aku beserta teman-teman yang lain berangkat menuju bandara Spadio Pontianak. Sebelum sampai di Kota Padang, kami transit dulu di Jakarta. Tepat pukul 2 siang kami sampai di Bandara Kota Padang. Namun untuk menuju lokasi, perjalanan kami masih panjang. Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Padang Panjang.
Saat tiba di Bandara Padang, kami di sambut oleh beberapa panitia. Yang aku ingat Cuma satu orang, yaitu Bang Yogi. Si Abang kecil kecil imut manis :D. Hehe
Well, saat di perjalanan menuju lokasi kami disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Hijau nya kota padang, masih sangat asri. Udara sejuk nya pun bisa menusuk sampai ke pori-pori kulit. Waw luar biasa.
Seketika roda empat yang kami kendarai berhenti di salah satu rumah makan padang. Mengingat kami belum makan siang, kami pun singgah untuk mengganjal perut. Mula nya aku bingung, kenapa semua menu di sajikan diatas meja ? siapa yang mesan semua ini ? ternyata praduga ku salah, tradisi rumah makan padang memang begini. Untung nya aku bukan orang spok, tapi spok diam diam lah.
Usai makan, kami kenyang. Eh .. maksudnya melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 5 kami sampai di Mifan (location), ku lihat kanan kiri ada gunung dan kolam renang, lebih tepatnya sudah ramai peserta dari provinsi lain. Aku beserta ke 3 teman ku (Rahmat, Rezki, dan Tari) bergegas menuju ruang registrasi. Setelah mendapatkan segala atribut dan kamar, kami segera menuju tempat yang ditujukan panitia.
Hari pertama, ya pertama. Saat di depan rumah penginapan, (aku lupa nama rumahnya) ternyata teman-teman yang lain sudah ramai. Sapa kami pada peserta lain, disambut hangat. Terutama salah satu peserta yang berasal dari Papua “Yunita” namanya, ia lah yang membantu kami menaikkan koper yang beratnya gak ketulungan. (thanksyooo)
Malam pertama di Padang Panjang, dingin. Namun dingin itu hilang saat kami harus latihan koreo dan melakukan perbincangan yang hangat. Menyenangkan, bertemu teman-teman baru yang hebat. Ada yang dari kalangan SMA, Kuliah, bahkan Kerja. Waw amazing.
Malam mulai berlalu, azan subuh membangunkanku dari mata yang terlelap. Ku lihat kanan kiri, teman-teman masih tampak tidur pulas. Aku pun melelapkan mata kembali. Tepat pukul 5, aku terjaga lagi dari tidurku, kembali ku lihat kanan kiri teman-teman mulai bersiap-siap untuk senam pagi. Aku pun segera mandi, dan bersiap-siap.
Hari kedua, diawali senam pagi.
Usai senam, kami sarapan dan bergegas untuk penilaian pertama. Yakni penilaian poster. Berbicara poster, aku ingin flashback dikit, teruntuk bang  Arif thank you so much, karena kamu akhirnya aku punya poster. Dan maaf kalo aku sering banget minta refisiin poster. Meski poster nya tak sebagus yang lain, setidak nya di mataku itu udah sesusai banget dengan pandangan mataku. Hahaha
Oke lanjut,, setelah penilaian poster kami akan melakukan presentasi dan wawancara. Aku dapat urutan awal. No problem, i like it.. tak perlu banyak aku cerita. Intinya seharian full hingga tengah malam sesi wawancara baru usai semua.
Hari ketiga, dan ke empat begitu lah adanya. Banyak sisi menarik, namun sulit untuk aku ceritakan. Inti nya hingga hari ke empat, lidahku masih belum bisa menyesuaikan masakan padang. Teciduk sekali diriku ini :’(
Singkat cerita, sampai lah di malam final.
Menurut terawangan ku, aku gak bakal masuk 5 besar. Dan nyata nya, yupzz benar. Aku gak masuk 5 besar. Sedih sih, rasa nya apa yang aku lakuin akhir-akhir ini sia-sia. Rasanya lelah yang aku rasain itu tak terbalas menyenangkan. Tapi, semua aku bawa happy. Kalo rezki gak bakal lari kemana, berada ditengah-tengah orang hebat aja aku sudah bahagia. Mungkin akan ada hal yang lebih indah dan beharga dibanding ini (ucap tenang ku dalam hati).
Sebenar nya aku juga malu, karena aku gak bisa membawa kemenangan untuk Provinsi Kal-Bar. Tapi syukurnya, salah satu teman ku berhasil meraih juara II, setidaknya bawa naik daun Provinsi kami. Hemmm
Satu kata bijak yang membuat ku tetap semangat “KEBAHAGIAAN SEJATI AKAN KITA DAPATKAN KETIKA KITA MENGABDIKAN DIRI PADA TUJUAN YANG LUHUR.”
Tetap semangat ya guys, jangan hanya mengejar selempang. Jadilah duta yang terus menginspirasi banyak orang, meski tanpa mengenakan selempang. Semoga kita terkenal bukan karena selempang, akan tetapi karena apa yang udah kita lakuin untuk orang sekitar.
Senang bisa bertemu dan mengenal kalian, selanjutnya sampai jumpa di lain tempat ya. J


Demi PCC, Remaja Untuk Remaja

Ketika Indonesia sedang gencar-gencarnya PCC, aku fikir bahwa gedung PCC yang ada di Kota Pontianak lah yang sedang buming di Negeri ini.
Ternyata aku salah PCC yang dimaksud adalah gabungan dari 3 obat, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Di kebanyakan negara, obat kombinasi ini tidak dijual secara bebas karena termasuk obat keras. Oleh sebab itu, menjualnya secara sembarangan termasuk hal yang ilegal.
Beberapa hari lalu, Indonesia dikejutkan dengan berita puluhan remaja yang dilarikan ke rumah sakit akibat berperilaku aneh setelah mengonsumsi obat ilegal, PCC. Korban-korban tersebut mengalami gangguan mental, sehingga harus berada dalam pengawasan medis.
Kasian banget kan ya ?
Iyalah, so ini salah siapa ? Si anak ? Orangtua ? atau Negara ?
Menyudutkan salah satu dari ketiga hal diatas gak mungkin juga, setiap manusia mempunyai hak untuk apa dan mengapa. Tinggal memikirkan saja dampak kedepannya seperti apa. Orang yang berfikir rasional akan mampu berfikir positif. Selanjutnya, orangtua harus lebih berhati-hati dan memperhatikan anak-anak nya dalam bergaul.
Jika hal ini terus berlangsung dan memakan banyak korban. Akan jadi apa Negeri ini ? Guys, Penyalahgunaan obat PCC telah banyak membawa korban yang mayoritas usia muda dan pelajar. Generasi bangsa perlahan akan hancur, Negeri ini akan luluh lantah berantakan.
Ingat, Kita adalah satu dari banyak remaja yang ada di Negeri ini. Apa kita hanya diam saja ? apa kita hanya cukup merasakan takut didalam selimut ? It’s no true...
Bagaimana kondisi adik-adik kita yang tidak mempunyai sanak keluarga ? bagaimana nasib teman-teman kita yang kurang dalam pengetahuan ? siapa yang akan membantu mereka agar terhindar dari hal-hal seperti itu.
Kita harus aktif guys, kita harus menjalin komunikasi dan memberikan pemahaman pada mereka tentang efek negatif pemakaian obat terlarang. Jika mereka merasa sakit atau tidak enak badan, pastikan kita memberikan pengetahuan kepada mereka, agar mereka mengonsumsi obat yang benar. Selain itu, ajari juga mereka untuk tidak mudah menerima makanan dari orang asing, apalagi jika diiming-imingi kesehatan, kepintaran.
Kita memang tidak bisa membantu banyak, namun dari hal kecil dan dilakukan oleh banyak orang. Hal itu akan menjadi suatu keajaiban yang besar. Percayalah itu.


Sambut Masa ABG, MENTAL Harus Sip..

                         
ABG alias anak baru gede, barangkali masa-masa ABG adalah saat yang cukup kamu nantikan. Umumnya, istilah itu disandang kamu-kamu yang duduk di bangku akhir SD, SLTP, atau awal-awal SMU. Yang baru selesai SD, udah ngebayangin enaknya jadi anal SLTP, dan yang baru lulus SLTP, mimpiin asyiknya pake putih abu-abu. Lantas, seharusnya bagaimana cara menyambut masa ABG ?

(http://www.harapanrakyat.com/wp-content/uploads/2012/09/abg-hilang-ciamis-harapanrakyat.jpg)

Masa ABG adalah istilah lain bagi datangnya masa pubertas. Bagi seorang gadis, masa puber ditandai dengan menstruasi. Dan bagi laki-laki biasanya ditandai dengan mimpi basah. Ketika sudah memasuki masa masa tersebut, maka akan banyak perubahan yang terjadi. Baik itu perubahan fisik maupun mental. Setiap perubahan, kadang ada yang menyenangkan, kadang pula ada yang tidak menyenangkan.
Saat kita akan menghadapi perubahan, ada satu keterampilan yang pengen penulis kasi tau dan yang harus kalian persiapkan, yaitu:
-      Keterampilan Mental
“Kamu kudu siap mental menghadapi perubahan tubuhmu. Dan yang terpenting menyiapkan bekal kamu untuk jadi dewasa.”
Memasuki fase yang berbeda, menuntut kita untuk berfikir kedepan alias maju. Jangan seperti anak-anak lagi, karena banyak orang bilang bahwasanya itu tidak sesuai. Keterampilan mental disini, maksudnya adalah keterampilan mempercayai dan menghargai diri sendiri sehingga kita mampu mengevaluasi diri sendiri serta dapat mengukur suatu perbuatan dari segi baik atau buruknya.

Selain itu kita juga harus berfikir positif mengenai suatu hal, peristiwa, kejadian atau pengalaman. Dan yang terpenting ketika kita dihadapi suatu masalah, keterampilan yang harus ada ialah “Mengambil keputusan dan Memecahkan masalah”. Tidak sedikit orang ketika mental belum siap, dan disuguhkan berbagai macam permasalahan tanpa fikir panjang ia akan mengakhiri hidupnya tanpa mau berfikir panjang. (end)

Surat MABA Untuk Panitia

26-30 Agustus kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kepada mahasiswa baru. Di hari ke-3 kegiatan itu berlangsung, para protokoler yang sedang memberikan arahan kepada mahasiswa baru, menyuruh para maba untuk membuat surat/ kesan pesan untuk panitia atau teman kelompok. 
Berbicara kesan pesan, kali ini penulis akan mempublish salah satu tulisan dari seorang maba. Penulis tak begitu mengenalnya, sebagai sekretaris panitia penulis hanya memberi jawaban ketika ia bertanya tentang kampus. 



Langsung aja baca tulisannya yuks :

Aprilla Asmarani, 29 Agustus 2017

Teruntuk kakak Suci Nurul Baiti
Pelangi sore muncul di langit yang orange
Berwarna lembut dan menyejukkan hati
Burung-burung pun seakan berkicau
Menyambut cahaya senja
          Rembulan datang
          Menyinari malam yang gelap
          Wajahmu tak seindah rembulan
          Tetapi, hari dan jiwa penolongmulah
          Yang membuatmu seperti rembulan
Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Dari aku yang sering bertanya kepadamu
Selalu kau jawab dengan ramah dan senyuman
Manis madu, tak semanis senyummu
          Teruntuk kak Suci
          Tetaplah menjadi rembulan yang bercahaya lembut
          Walaupun, banyak orang tidak menyukaimu
          Tetaplah kau tebarkan cahaya lembutmu itu
          Tebarkanlah senyum manis yang tak seindah manis madu itu
Teruntuk kak  Suci
Jadilah sebagai kupu-kupu
Yang tampak indah dilihat
Yang selalu mengukir senyuman
Bagi yang melihat keindahan sayapmu
Kepakkan sayapmu walaupun engkau terluka.


Hahaha, tulisan ini memang tertuju untuk penulis. bukan bermaksud apa, penulis hanya ingin menghargai tulisan tersebut dengan mempublish di blog penulis.
terimakasih dek Aprillia.
Terimakasih juga untuk pembaca. :)

Empat Tips Menghadapi Kenakalan Remaja

Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik, yaitu sekitar usia 20 tahun. Usia remaja berada dalam usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Ketika seorang anak baru saja menginjak masa remaja, maka ia akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Karena Masa remaja itu dapat dikatakan sebagai masa di mana remaja dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial mereka, yang mana perubahan tersebut akan berbenturan dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Di usia remaja akan banyak masalah dan tekanan yang akan dialami berkaitan dengan perubahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang kerap muncul, permasalahan itu menjadi sangat kompleks dan memiliki dampak yang sangat buruk. Kita ambil contoh di Indonesia, banyak berita-berita negatif mengenai remaja yang beredar. Sangat jelas bahwasanya permasalahan remaja di Indonesia semakin hari semakin meningkat, hal ini membawa remaja ke hal-hal yang tidak baik seperti narkoba, tawuran, free sex, bahkan hingga menyebabkan HIV/AIDS dan suicide.
Sudah saat nya kita menjadi remaja yang berfikir. Berfikir untuk maju, berfikir untuk sukses, dan berfikir untuk masa depan yang baik. Kesenangan yang dirasa melalui hal-hal yang dilarang, merupakan kesenangan yang membawa pada kehancuran. Ingat masih ada hari esok untuk dilalui. Nah agar kita terhindar dari kenakalan remaja yang mungkin sudah meluas di negeri ini, penulis punya beberapa tips ni guys :

(https://analisah.files.wordpress.com/2014/01/katakan-tidak-pada-kenakalan-remaja.jpg)
·       Tanamkan Nilai Moral dan Agama
Penanaman nilai moral dan agama menjadi sangat penting bagi setiap insan, karena ini merupakan suatu pondasi yang bisa membentengi seseorang dari perbuatan buruk. Jika saat ini kita merasa bahwa agama kita masih dangkal, mulai lah belajar. Karena tidak ada kata terlambat bagi seseorang yang mau belajar. Bukan kah didalam 8 fungsi keluarga, Fungsi Agama itu yang nomor satu ?
·       Jadilah Diri Sendiri
Masa remaja adalah masa kita untuk menunjukkan jati diri , ingin menunjukkan eksitensi diri dan ingin mencari hal-hal yang baru. Sehingga banyak remaja yang salah menunjukkannya. Adapun Salah satu bentuk faktor munculnya kenakalan remaja adalah dari hal yang “ikut-ikutan” “gengsi” dsb, sehingga ia tidak mau menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri bukan bearti kita tidak mau mendengar atau mengikuti orang lain. Akan tetapi, menjadi diri sendiri hendaknya kita mempunyai prinsip untuk hidup ini. Ketika mengikuti orang lain, kita harus tau pula kemana arah tujuan itu. Merusak kah ? atau membawa ke hal-hal positive ?
·       Memilih Teman yang Baik
 ‘Adi bin Zaid, seorang penyair Arab, berkata:
عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِي
إِذَا كُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ وَلاَ تُصَاحِبِ الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدِي

Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya
Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka
Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina
Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.
Jadi jelas, bahwa “Kita adalah Siapa Teman Kita”
         Agar kita tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negative, kita harus menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi diri kita guys. Namun bukan bearti kita tidak punya hak untuk mempengaruhi orang lain menuju ke hal yang positive. Penulis jadi ingat kalimat yang mengatakan “jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka ? berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka berkilaulah”
So, mempengaruhi lah dan jangan terpengaruh.
·       Berfikir Sebelum Bertindak
Kebanyakan orang yang terjerumus kedalam kenakalan remaja biasanya adalah orang yang sedang banyak pikiran. Mulai dari broken home, broken heart, masalah keuangan dan masih banyak lainnya. Disinilah peran penting dari berfikir kedepan sebelum bertindak. Sebelum kita melakukan sesuatu, hendaknya kita harus berfikir dahulu, ini salah atau tidak, menyimpang dari ajaran agama atau tidak, dampaknya kedepan apa dan lain-lain.

Itulah beberapa tips yang dapat penulis share, pada intinya kita harus tau dampak dari kenakalan remaja itu sendiri guys. Dengan mengetahui dampak negatif nya, maka kita akan berfikir 2x untuk terjun dalam dunia kenakalan remaja. Memang kadang tak mudah melakukan sesuatu yang benar, tapi remaja kuat pasti mampu berbuat yang benar dan membenarkan yang salah.

“Cukup menjadi remaja genre dengan mengatakan tidak pada nikahmuda, seks bebas, dan Napza.”

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya wanita biasa, melalui tulisanlah saya mencurahkan apa yang ada difikiran saya. :) Fb : Suci Ig : @Baitiiii

12 Jam Sebelum Melahirkan